Berkelana ke Kantor Imigrasi

Berkelana ke Kantor Imigrasi
Paspor untuk perempuan (by www.skyscanner.co.id)

Paspor untuk perempuan (by http://www.skyscanner.co.id)

Paspor untuk laki-laki (by www.maxmanroe.com)

Paspor untuk laki-laki (by http://www.maxmanroe.com)

Libur akhir semester dimulai dari tanggal 22 Desemeber 2014 dan berakhir tanggal 5 Januari 2015. Aku segera melancarkan aksiku ke kantor imigrasi di hari pertama liburan. Menurut informasi yang kudapat, harus datang pagi-pagi sekali meski kantor baru buka pukul 07.30. Penerimaan pelamar akan ditutup segera setelah kuota terpenuhi. Bahkan ada yang datang setelah subuh karena rumahnya jauh. Ada juga yang cerita kalau diantriin anaknya dulu, baru dia datang jam 6 pagi. Itupun daftar dulu, mirip kalau mau memperpanjang SIM menggunakan fasilitas SIM keliling. Selain datang pagi, pakailah baju yang rapi dan sopan. Tidak masalah buat yang ingin berjilbab. Sekarang, tidak ada perintah untuk lepas jilbab dulu kalau mau foto. Jangan lupa juga bawa fotocopy dokumen-dokumen yang dibutuhkan beserta aslinya (kalau-kalau ditanyakan).

  1. KTP
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. Akte Kelahiran
  4. Ijazah terakhir
  5. Surat Rekomendasi dari tempat kerja

Untuk surat rekomendasi itu antara wajib dan sunah sih, soalnya ada yang pakai, ada yang cuma menunjukkan name tag pekerjaan tidak masalah. Ya, buat berjaga-jaga daripada ngantri ke sana dua kali, saranku bikin saja surat rekomendasi yang ditanda tangani atasan dan di stempel basah.

Hari pertama aku datang di kantor imigrasi yang bagian belakang. Sudah banyak sekali yang mengantri, kebanyakan ibu-ibu dan bapak-bapak yang mau berangkat Umroh. Oh ya, kalau untuk keperluan Umroh fotocopy KTP-nya harus sebesar setengah halaman folio.

Begitu masuk aku dapat nomor antrian 7, lumayan kan. Panggilan pertama, aku ke meja resepsionis untuk cek kelengkapan, dikasih formulir dan stopmap. Habis itu isi data dan nunggu panggilan selanjutnya. Sembari menunggu dapat kenalan mbak-mbak. Yang satu mau nyusul suaminya ke Brunei, satunya ada tugas dari kampusnya ke Amerika. Kita ngobrol-ngobrol asyik sebelum nomorku dipanggil. Seharusnya sehari itu jadi, tapi karena aku nggak bawa surat rekomendasi akhirnya akulah yang kayak setrikaan. Bikin surat rekomendasi itu gampang tapi nyari tanda tangannya itu yang susah. Sekolahku diampu sementara oleh kepala sekolah SD sebelah karena kepsekku sudah pensiun. Dijawab seadanya sajalah kalau ditanya buat paspor buat apa.

Hari kedua, tepatnya dua hari berikutnya. Aku kembali lagi ke imigrasi. Kali ini tidak selancar hari pertama. Aku harus berebut nomor dengan para pelamar lainnya. Dan hampir saja aku tidak dapat masuk. Untuk segi pelayanan menurutku masih kurang bagus. Kita harus dorong-dorongan kayak rebutan sembako dan setelah nomor yang dipegang petugas habis (waktu itu cuma dibatasi 30 saja), petugas justru membentak pelamar yang ingin masuk. Padahal mereka datang pagi apalagi yang mendaftar via online, seharusnya mempermudah akses pengurusan di kantor imigrasi kan. Bukankah kantor imigrasi itu pelayanan umum yang melayani masyarakat? Heran kan? #IyainAjaDeh

Di dalam suasana gusar, ada seorang ibu-ibu yang berani mendebat petugas. Akhirnya kami diizinkan masuk. Wah hebat benar nih ibu. Berkat ibu itu kita yang tertolak akhinya dapat kesempatan kedua. Ciiee so sweet :D. #AhSudahlah. Lanjut ya, waktu wawancara pertanyaannya rata-rata sama dan nggak susah-susah amat. Seperti:

  1. Namanya (sebut nama)?
  2. Pekerjaannya apa?
  3. Mau kemana?
  4. Keperluannya apa?
  5. Sama siapa ke tempat tujuan?
  6. Berapa lama?
  7. Kapan?

Yah, seputaran itulah yang ditanyakan. Nggak mungkin sudah punya pacar belum, masih single apa sudah menikah, apa warna favoritnya, suka Metalicca nggak, Naruto udah punya sampai episode berapa, terus nanti Kakashi akhirnya menikah atau jadi bujang selamanya ya -___- . Nah, kalau itu yang ditanyakan berarti petugasnya lagi naksir tuh.hehehe…

Wawancara kelar, tinggal foto dan pindai sidik jari. Petugasnya sumpah jutek banget! Bikin nggak mood, aku sampai lupa senyum pas foto. Dan hmmm, sudah kuduga hasil fotoku jelek! ROARRRRRRR!! Ngomongnya datar banget dianya. Kudoakan petugasnya keselek keyboard. Nyebelin!

Setelah uji nyali dengan petugas jutek, aku tinggal mengambil hasilnya 3 hari berikutnya. Kalau mau ambil biasanya jam 1 siang ya. Biar nggak usah nunggu. Cukup mudah kan membuat paspor. Paspor ini bisa digunakan selama 5 tahun jadi biayanya terhitung murah. Lagian karena belum punya buku nikah, nggak ada salahnya nyicil punya dokumen negara yang bentuknya mirip gitu deh.hehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s