Road to SKE! ~Sindu Kusuma Edupark~

Road to SKE!
~Sindu Kusuma Edupark~
Sindu Kusuma Edupark

Sindu Kusuma Edupark 

What is SKE?

Sindu Kusuma Edupark atau sering disingkat SKE adalah sarana permainan yang berisi beberapa wahana yang terletak di Jl. Magelang Km 3 (Jambon), Jogjakarta. SKE yang memiliki tagline The City of Fantasy, Wahana Wisata Keluarga ini mulai beroperasi sejak bulan Desember 2014. Yang menjadi daya tariknya adalah kincir raksasanya. Spot bagus buat foto, terutama yang suka selfie-selfie cantik.

Jam operasional dari SKE ini mulai pukul 10 pagi hingga jam 11 malam. Harga tiket masuknya Rp 15.000. Untuk bisa menaiki wahana pengunjung harus menggunakan sistem kartu. Nah, kartu ini dibagi menjadi dua.

  1. Kartu reguler (yang warnanya hijau) seharga Rp 50.000 belum termasuk HTM. Bisa di-top up kalau saldonya habis. Di dalam area SKE sudah ada tempat isi ulangnya. Kalau cuma mau nyobain 1 atau 2 permainan mendingan pilih kartu ini. Soalnya kalau harga normal sekali main antara Rp 20.000 – Rp 50.000. Jika saldo masih ada bisa di-refund saat keluar. Kartu ini bisa digunakan maksimal 10 orang.
  2. Kartu terusan (yang warna ungu) seharga Rp 75.000 tapi bebas mau naik wahana apa saja dan sudah termasuk HTM. Kecuali Segway, Cinema 7D dan Arcade Game. Kelemahan kartu ini, sisa saldo tidak bisa di-refund.

Di SKE ini tempat parkirnya luas, di dalamnya juga sudah tersedia mushola, restoran, komunitas angkringan, toko cinderamata khas Jogja, Mirota Uborampe, Tenggoro Budoyo, Pasar Sindu Nur Kencono dan toilet tentunya. Waktu aku kesana ada beberapa wahana yang belum bisa beroperasi. Oh ya, wahana-wahana disini dinamai menggunakan Bahasa Jawa lho. Berikut list wahana di SKE:

  1. Ferris Wheel (Cakra Manggilingan)
  2. Segway (Pit Egrang)
  3. Cinema 7D
  4. Arcade Game (Dulinan Londo)
  5. Bumper Car (Montor Tumbur)
  6. Light Garden (Taman Lampu)
  7. Mini Swinger (Kursi Mabur Mini)
  8. Trampoline (Panggon Lunjak)
  9. Giant Swinger (Kursi Mabur)
  10. Railway Tour (Sepur Kluthuk)
  11. Outbound
  12. Everslide
  13. Air Bicycle (Sepeda Mabur)
  14. Carousel (Komidi Putar)
  15. Rotary Cupcakes (Cangkir Puter)
  16. Mini Rotary Carousel (Cangkir Puter Mini)
  17. Mini Train (Super Mini)
  18. Electric Car (Montor Listrik)

Road to SKE

Aku berangkat ke SKE hari Sabtu, 16 Mei 2015 pas tanggal merah. Iya, memang sengaja. Rame-rame sih bareng kakak dan adik-adikku berenam jadinya. Dari Solo naik Prameks yang berangkat dari Purwosari sekitar pukul 05.15. Kebayang kan ngantuknya kayak apa. Sampai Jogja masih pagi banget, fresh, dan masih sepi. Hal pertama yang kita lakukan setibanya di Jogja bukan langsung ke SKE tapi nyari tempat buat numpang sarapan. Akhirnya kita langsung meluncur ke lokasi yang tepat yakni di taman benteng Vastenburg. Sebelum makan tak lupa…cuci tangan oh bukan permirsa ternyata sebelum makan tak lupa kita foto-foto dulu di depan Vastenburg.hahaha… #teteup.

Suasana Jogja di pagi hari

Suasana Jogja di pagi hari

Setelah perut kenyang perjalanan kita lanjutkan. Sekitar pukul 08.30 kita menuju ke halte Tranjogja yang ada di depan Benteng Vastenburg. Menurut petuah dari masnya yang jaga, untuk bisa ke Jl. Magelang Km 3 kita bisa mengandalkan dua jurusan yang berbeda. Tinggal yang lebih cepat datang yang mana. Rute pertama 2A atau memakai rute 3A kemudian turun halte pertama lalu transfer bus rute 2B turun portal utara. Nah, dari sini kita bisa mencari bus umum jurusan Tempel. Bus jurusan Tempel yang kita ‘temukan’ ini ajaib sekali, bentuknya memang bus tapi sudah karatan dan bunyinya engkrek-engkrek kayak mau lepas gitu. Awalnya kita seneng banget ketika melihatnya dari kejauhan. Tapi ditunggu kok rasanya nggak nyampe-nyampe saking pelannya. Kita sampai bisa bakar sate dulu disitu.haha… #bercanda. Sebenarnya setelah naik bus itu kita nggak tahu harus turun dimana. Untungnya di dalam bus ajaib itu ternyata ada nenek-nenek yang ajaib juga, yang kasih tahu kita kalau harus turun SEKARANG JUGA! Wah cepat sekali nyampenya, bukannya tadi bus jalan pelan ya. Ajaib! Atau memang rutenya yang terlalu dekat #entahlah.

Kemudian kita diturunkan di sebuah gang yang ada papan bertuliskan ‘Sindu Kusuma Edupark Wahana Wisata Keluarga ±700 meter’. Nggak ada ojek, nggak ada angkot, nggak ada tebengan. Akhirnya kita cuma bisa naik kaki. Wokey, harus semangat jalan. Mengandalkan jiwa muda! #Membara. Memang semangatnya membara, cuacanya juga membara. Belum juga ada jam 10.00 panasnya minta ampun. Kita jalan mlipir-mlipir tapi nggak ada tempat teduh. Dari kejauhan sudah kelihatan Ferris Wheel-nya tapi kenyaatannya masih butuh puluhan langkah untuk bisa mencapainya. Jadi gempor nih kaki.hahaha…

Papan penunjuk arah di pertigaan. Perjalanan masih jauh. Semangat!

Papan penunjuk arah di pertigaan. Perjalanan masih jauh. Semangat!

Perjuanagan kita tidak sia-sia, kita sampai di SKE sebelum pukul 10.00, sebelum arena ini dibuka. Kita bisa bebas berselfie ria dulu di depan. Tapi karena sudah kecapekan, kita jadinya glesotan dulu untuk mengisi tenaga dan baterai hape. Sambil nunggu antrean pengunjung lain yang juga sudah sampai lebih dulu dari kita. Berhubung tanggal merah pengunjungnya juga banyak.

Nunggunya sebelah sini

Nunggunya sebelah sini

Tiga puluh dua menit kemudian…

Kita sudah mengantre depan pintu loket. Seperti yang sudah kutulis di atas, sistem SKE dibagi menjadi dua kartu kan. Kita sempat galau mau pilih yang mana. Setelah mengadakan rapat dan bermusyawarah untuk mencapai mufakat akhirnya kita semua memutuskan untuk memilih kartu terusan seharga Rp 75.000 masing-masing. Saking banyaknya Rp 75.000 dikali 6 orang, kita dapat sekardus minuman TehKu berisi 12 gelas. Lumayan stok minuman. Oh ya, selain dapat kartu, kita juga dapat struk perincian wahana apa yang bisa kita naiki dan harganya masing-masing.

Masuknya lewat sini

Masuknya lewat sini

Penampakan tiketku yang nggak bunyi ketika dipindai

Penampakan tiketku yang nggak bunyi ketika dipindai

Dan ini kardusnya

Dan ini kardusnya

Memasuki arena SKE, kartu kita harus dipindai dulu di pintu masuk. Aku yang masuk belakangan, kartunya nggak bunyi ketika dipindai. Mbaknya yang jaga mempersilakan aku masuk meski kartuku trouble. Awalnya kupikir nggak akan jadi masalah. Ternyata dugaanku salah. Wahana pertama yang kita –tidak termasuk aku- naiki adalah Cangkir Puter karena wahana tersebut belum banyak pengunjungnya. Ketika kartuku dipindai untuk bisa memasuki wahana tersebut, eh ternyata masih juga nggak bisa bunyi. Akhirnya mas-mas yang jaga wahana itu menukarkan kartuku dengan kartu yang baru. Dan itu memakan waktu. Sementara mereka berputar-putar ria di dalam cangkir, aku cuma bisa melihat dari luar. Pengen naik piring terbang rasanya (karena mereka udah naik cangkir) tapi berhubung nggak ada wahana begituan akhirnya nggak jadi. Masnya datang bersamaan dengan berhentinya cangkir yang berputar. Terus aku kok jadi nggak mood naik Cangkir. Oke, lanjut ke wahana berikutnya Montor Tumbur alias Boom Boom Car. Jujur ini pertama kali aku naik Mobil Senggol, nggak bisa driving. Kalau udah nge-gas lupa belokin setirnya, kalau udah belok setirnya lupa nge-gas. Nggak bakat punya mobil kayaknya -__-

Wahana berikutnya juga baru pertama kali naik. Kok rasanya masa kecil kurang naik-naik gitu ya aku :3 Kita naik Komidi Puter atau Merry-go-Round. Aku pilih naik kuda, namun sial kudanya nggak bisa gerak naik turun duh, lempeng amat. Selama berputar-putar di atas komidi kita ini sibuk foto doank jadi nggak menikmati gitu rasanya #AhSudahlah.

Merry Go Round

Merry Go Round

Aslinya kita sudah mengincar Sepur Kluthuk untuk dinaiki berikutnya, tapi ternyata wahana tersebut belum bisa beroperasi. Karena belum bisa beroperasi kita jadikan saja objek foto. Oh bukan keretanya yang difoto tapi kita numpang foto di atas kereta. Yah begitulah. Dekat Sepur Kluthuk, ada wahana yang mencuri perhatian kita yaitu Kursi Mabur. Sebenarnya takut juga lihatnya tapi kok kepengen coba. Dengan memberanikan diri, aku naik juga sayang kalau nggak dipakai kan udah bayar Rp 75.000 #DiUngkitUngkit. Naik ini serasa diombang-ambingkan rasanya pengen teriak ‘SUDAH HENTIKAN! TURUNKAN AKU!’. Karena memalukan nggak jadi teriak ah. Beneran kan habis naik itu kepala jadi pusing. Istirahat dulu di mushola sambil gantian sholat.

Semakin siang matahari semakin terik. Panasnya puooolll. Kita melihat Sepur Mini yang sejenis Sepur Kelinci lewat. Terus kita langsung tertarik, karena nggak bikin pusing. Tapi kok aneh yang naik anak kecil semua padahal di struk tertera wahana ini. Begitu ditanyakan memang benar buat anak-anak, yah penonton kecewa. Seharusnya kalau nggak boleh dinaikin nggak usah dicantumkan bikin bingung aja. Ya sudah pilihan kita berganti ke Mobil Listrik naiknya harus dua-dua. Sekali naik bisa memutari area sebanyak dua kali berhubung memakai dua kartu jadi empat kali. Aku dan Mbak Aan yang naik, awalnya mau gantian tapi aku nggak bisa driving bisa bikin mabuk darat nantinya. Mbak Aan juga nggak ahli-ahli amat, dia kalau jalan lurus aman dan lancar. Namun, ketika belokan menukik eh ban depannya nabrak portal taman dua kali! Dasar nggak bertanggungjawab.hahaha… Maklum driver amatir.

Naik Bumper Car dua kali

Naik Bumper Car dua kali

Ngantri mau naik Air Bicycle itu lama, karena wahanya cuma terbatas. Kayaknya nggak tinggi-tinggi amat tapi kalau udah naik bikin deg-degan. Maklum takut ketinggian, hayub-hayuben kayak mau jatuh rasanya. Sisa saldo masih banyak, bingung mau naik apa. Sebagian wahana belum jadi, yang udah jadi eh nggak boleh naik (baca: Sepur Mini). Pilihan jatuh ke…… Montor Tumbur. Lagi? Iya lagi, mau mengasah kemampuan driving nih ceritanya. Dan lagi hobi senggol sana senggol sini.

Serasa mabur beneran

Serasa mabur beneran

Rumah Salak, tempat Segway disimpan

Rumah Salak, tempat Segway disimpan

Yang terakhir, yang ditunggu-tunggu telah tiba. Naik Ferris Wheel-nya, Cakra Manggilingan sebagai wahana unggulan di SKE. Sengaja kita milih sorean naik ini, biar mata nggak kriyip-kriyip kepanasan. Sistem Cakra Manggilingan ini, satu isi satu kosong, sekali bayar sekali putar. Harus cepet kalau mau turun atau naik, wahana ini berputar terus tanpa berhenti. Dari atas sana kita bisa melihat pemandangan kota Jogja, bagus banget.

Dari atas Ferris Wheel

Dari atas Ferris Wheel

Puas berkeliling dan naik wahana SKE, kita memutuskan mengakhirinya pukul 15.56. Di jalan keluar kita melewati Mirota Uborampe. Kita nggak mampir, emang nggak niat buat beli apa-apa. Di loket keluar kita mengembalikan kartu ke petugas. Meski saldonya masih sisa tapi nggak bisa di-refund. Ya sudahlah, kita iklaskan saja. Oh ya udah sampai SKE nggak afdol kalau nggak foto sama maskot dan Cakra Manggilingan. Kita minta tolong sama mbak-mbak buat motoin berenam. Bagus juga kok hasilnya. Mantap!

Maskot SKE

Maskot SKE

Berpose di depan Cakra Manggilingan

Berpose di depan Cakra Manggilingan

Cuaca sudah agak teduh, perjalanan kita di Jalan Jambon yang 700 meter itu tidak terlalu melelahkan. Namun, masalah muncul ketika kita nggak tahu harus naik apa. Untungnya ada bapak-bapak penjual martabak yang mangkal di pertigaan bantuin kita. Menurut bapak itu kita bisa naik bus umum jurusan ke Stasiun Tugu tapi lebih praktis lagi naik taksi. Bapak itu juga ngasih tahu kita tarif rata-rata taksi Jogja yang nggak pakai argo. Kita memutuskan jalan kaki pelan-pelan sambil nengak-negok nyari taksi. Beberapa saat kemudian ada taksi avanza yang menghampiri kita, nariknya Rp 40.000 dengan alasan kita berenam. Tapi kita berhasil menawar Rp 35.000 lumayan kalau dibagi enam. Untunganya kita itu tubuhnya kecil jadi taksinya muat.

Kita turun di belakang Stasiun Tugu, beli tiket dulu baru cari makan. Ikut Kereta Prameks yang terakhir berangkat sekitar jam 19.30. Masih ada waktu buat hunting KFC. Mau makan aja juga berbelit-belit ceritanya. Kita nyari KFC di Malioboro yang rame banget Fani sama Tika sudah duluan sedangkan aku, Mbak Aan, Novi dan Bety belakangan. Akhirnya kita terpisah. Karena ketidaktahuan, kita malah memilih ke Malioboro Mall yang ada McD. Sambil menunggu Fani dan Tika, kita selonjoran di tangga depan. Setelah formasi lengkap kita nyari KFC di mall itu, naik naik ke puncak mall lantai tiga. Sampai disana ternyata Ori Bento yang kita mau sudah habis dan harus nunggu 30 menit. Oh My God! Perut ini sudah bergejolak! Oke, kalau begitu tanpa pikir panjang kita langsung melucur ke KFC Malioboro. Dengan kepala yang udah keliyengan dan perut dangdutan kita berhasil memesan menu yang sama. Dalam hitungan menit ludes sudah Bento-nya padahal nasinya masih panas mongah-mongah. Hah~

Stasiun penuh sesak dengan orang-orang tujuan Solo yang menanti Kereta Prameks. Udah kebayang nanti di dalam jadi rempeyek goreng. Tapi untung lagi ada Gerbong Khusus Wanita, jadi meskipun penuh masih lumayan longgar ketimbang gerbong umum. Beberapa orang yang berjenis kelamin laki-laki masih nekat masuk ke Gerbong Khusus Wanita ini, bener-bener nggak tahu atau pura-pura nggak tahu. Sampai petugasnya mengusirnya berulang kali. Btw, petuganya kan laki-laki ya. Ada seorang mbak-mbak yang bilang ke petugas:

Si Mbak       : “Pak, ini gerbong khusus wanita kan?”
Petugas        : “Iya.”
Si Mbak       : “Bapak kok ada di sini. Bapak kan laki-laki.”
Petugas        : “Yowis, besok takpake rok.”

Oke, kutunggu yang pakai rok sambil joget-joget india juga boleh pak. Duduk di bawah bikin ngantuk, jadi satu jam perjalanan pulang kupakai untuk tidur. Wah nikmatnya~

My Review About SKE

Usai sudah One Day Trip ke SKE, rasa penasaranku dengannya sudah terobati. Menurutku SKE masih banyak yang harus diperbaiki. Bisa dimaklumilah soalnya kan masih baru. Ada beberapa wahana yang belum jadi termasuk out bond-nya masih berupa tanah lapang. Ada juga wahana yang cuma ada satu dan kita harus nunggu lumayan lama contohnya Mobil Listrik. Koordinasi di antara staff masih belum baik. Soalnya ada beberapa staff yang masih bingung menjawab harus bagaimana. Seperti ketika kita nggak bisa naik Sepur Mini, bolehnya diganti apa. Terus lagi ketika aku diloloskan oleh Mbak Penjaga Pintu masuk dan bukannya mengganti kartuku dengan yang baru. Padahal kartu itu kan sangat penting. Ada lagi, masih banyak pengunjung yang bingung tentang sistem kartu SKE ini. Overall, sudah bagus kok untuk ukuran sini. Apalagi biaya naik wahana juga tidak terlalu mahal. Denger-denger semenjak ada yang protes karena menghabiskan Rp 200.000 (kalau tidak salah) seharian di sana.

One Day Trip Budget

Melakukan refreshing kan juga membutuhkan biaya tapi aku berusaha menekannya seminimal mungkin. Berikut adalah rincian yang aku keluarkan selama melakukan trip seharian:

>>Rincian Wahana

  • Tiket Masuk                : Free
  • Montor Tumbur        : Rp 8.000
  • Komidi Puter             : Rp 6.000
  • Kursi Mabur               : Rp 10.000
  • Mobil Listrik              : Rp 8.000
  • Sepeda Mabur           : Rp 8.000
  • Montor Tumbur        : Rp 8.000
  • Cakra Manggilingan : Rp 9.000
  • Total                          : Rp 57.000

Sisa saldo : Rp 75.000 – Rp 57.000 = Rp 18.000

>>Rincian pengeluaran ke SKE:

  • Tiket Prameks Solo – Tugu : Rp   8 000
  • Naik bus Tranjogja                : Rp   3.600
  • Naik bus tujuan Tempel       : Rp   4.000
  • Kartu SKE                                : Rp 75. 000
  • Naik taksi                                 : Rp   6.000
  • Makan di KFC                          : Rp  20.500
  • Prameks Tugu – Solo              : Rp  8.000
  • Parkir motor di stasiun          : Rp    2.000
  • Total : Rp 127.000

More Detail about SKE

Bagi kalian yang penasaran bisa mengunjungi website dan sosial media resmi dari SKE ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s