Meet and Greet with Hiroaki Kato at Keiran Fest 2015

Meet and Greet with Hiroaki Kato at Keiran Fest 2015

Foto Bersama

Foto Bersama

What is Keiran?

Keiran adalah klub Jepang yang didirikan oleh siswa-siswi SMA N 7 Surakarta. Sedangkan, Keiran Fest adalah event-nya yang diadakan setiap tahun. Event yang sudah menginjak tahun ke-8 ini memiliki tema ‘Sengoku’. Menurut adikku, Novi, yang juga sekretaris dari klub ini, arti dari Keiran sendiri adalah anak ayam. Seragam untuk panitianya dibedakan berdasar gender. Untuk laki-laki bergambar anak ayam jantan bernama ‘Kei’, sedang yang perempuan bergambar anak ayam betina bernama ‘Ran’.

Seperti event jejepangan pada umumnya, Keiran Fest: Sengoku juga mengadakan lomba, menggelar stand makanan dan pernak-pernik Jepang serta menampilkan beberapa pengisi acara. Tahun ini kebanyakan dari band seperti Faku, Agony, Baby’s Way, Monkey Circus dan lain-lain . Tapi ada yang spesial, bintang tamunya didatangkan langsung dari Tokyo, yah meski sekarang tinggalnya di Jakarta sih. Ia tak lain dan tak bukan adalah Hiroaki Kato.

Who is Hiroaki Kato?

Hiroaki Kato adalah pria kelahiran Tokyo, 9 September 1983. Ia adalah seorang musisi, translator, penyiar radio dan presenter. Akhir-akhir ini sering mengisi acara di beberapa stasiun TV. Di antaranya Indonesia Banget di RTV dan Roaming di Trans 7. Tahun 2006 mengikuti program exchange di UGM Jogja selama satu tahun. Di sanalah ia kenal dekat dengan band Letto dan vokalisnya. Ia sering menerjamahkan lagu-lagu sahabatnya itu ke dalam bahasa Jepang. Diakuinya sangat sulit untuk melakukan itu dan membutuhkan kurang lebih satu bulan. Sebut saja Ruang Rindu dari Letto, Laskar Pelangi milik Nidji dan Hey Cantik milik Ran dan Sepatu milik Tulus.

Pria yang sangat lancar berbahasa Indonesiasudah pernah tampil di Vietnam, Malaysia dan Okinawa. Di kesempatan tersebut Hiro lebih senang menegenakn batik dan menampilkan lagu berbahasa Indonesia. Sebagi musisi, ia telah menelurkan satu buah mini album berjudul Terima Kasih pada 2010.

Meet n Greet with Hiroaki Kato

Ketika mendengar Hiroaki Kato akan tampil di Keiran Fest, aku dan adikku, Bety, sangat antusias. Satu minggu sebelum acara aku mewanti-wanti Novi, untuk memberitahu kalau ada Meet and Greet. Berhubung dia bukan seksidi bagian itu, jadinya dia sendiri juga nggak tahu kapan dan dimana. Dengar-dengar rencanya mau diadakan di Gelanggan Pemuda Bung Karno, Manahan, Solo pada Hari Minggu 23 Agustus 2015. Kami segera mendaftar via SMS. Jarang-jarang lho musisi Jepang yang tampil di Solo.

Seperti kebanyakan hari libur, aku bangun dan melakukan aktivitas dengan santainya. Meskipun Keiran Fest sudah buka sekitar jam 8, aku dan adikku, Bety rencana berangkatnya agak siangan. Mengingat Hiroaki Kato tampil paling sore, kita nggak mau kelamaan di sana takut kelaparan. Dengan gerakan slow motion, kita mandi lalu keramas, terus pindahin data dari laptop ke Hard Disk, belum lagi nge-cash laptop sama ponsel, belum nyiapin ini itu. Lelet bener kita ya. 😀

Ternyata jam sudah menunjukkan pukul 10-an lebih. Dan kabar buruknya temanku yang janjian berangkat bareng sudah berdiri di depan pintu rumah. Padahal aku dandan aja belum, dan aku keluar masih kalungan handuk dengan rambut yang masih basah. Oh My God! Langsung dengan kecepatan cahaya, aku dan mempersiapkan diri. Padahal baterai laptop baru keisi setengah. Sudahlah daripada membuat temanku menunggu.

Akhirnya kita sampai di Gelanggang Pemuda Bung Karno sekitar pukul 11-an. Sudah ramai sekali orang yang datang. Di pintu depan, aku menyerahkan kwitansi pembelian tiket pre-sale terus dapat voucher sama stiker yang berbentuk gelang. Selagi tanganku dicap sebagai tanda bukti masuk, tas backpack-ku juga dicek.

Kegiatan kita selanjutnya adalah mendaftar Meet and Greet dengan Hiroaki Kato di salah satu stand dekat penyewaan Yukata. Karena sudah mendaftar via SMS kemarin siang, jadi namaku sudah terdaftar. Temanku, Anin yang awalnya tidak berniat ikut akhirnya ikutan daftar. Ternyata Meet and Greet-nya gratis *yeay bahagiyaa*, padahal diberitahukan sebelumnya kalau biayanya Rp 8.000. Dan menurut info dari yang jaga stand mulainya jam 12.00 dan nanti kalau sudah akan dimulai akan dihubungi via sms. Oke, masih ada waktu 45 menit. Kita keliling dulu lihat-lihat stand. Seperti biasa isinya stand makanan Jepang, minuman, marchendise, persewaan Yukata, kosmetik dll. Kita juga hunting cosplayer ikemen buat diajak foto.hihihi… Seharian itu kita dapet foto sama Kenshin, Kurapika, Kamen Teacher, dan satu lagi nggak tahu mas-masnya lagi cosplay jadi siapa. Yang penting ikemen. 😀

Have fun! Hasil hunting cosplayer. Yang tengah temen sendiri.

Hasil hunting cosplayer.

Lagi asyik-asyiknya foto tiba-tiba Hiroaki Kato datang. Beberapa orang minta foto. Aku, Bety dan Anin nggak mau kalah donk. Ikutan foto two-shot. Lalu beberapa menit kemudian kita disuruh naik karena Meet and Greet segera dimulai.

Tapi ternyata setelah sampai di lantai 2, baru kita bertiga yang datang. Hiro sudah ada di dalam ruangan yang berbentuk melingkar. Aku dan Bety duduk di sebelah kanannya, sedangkan Anin duduk di sebelah kirinya. Sambil menunggu peserta yang lain, kita ngobrol santai. Ternyata Hiro orangnya baik dan ramah banget. Enak diajak ngobrolnya. Untung juga Bahasa Indonesianya udah lancar banget, nggak kebayang kalau bisanya Bahasa Jepang. Paling juga cuma tebar senyum doank.

Pertama kita berkenalan dulu. Lalu kira-kira percakapannya begini kalau tidak salah ingat:

Aku: “Kita manggilnya siapa nih? Hiro-san? Mas Hiro atau siapa?”

Hiro: “Hiro saja.” (senyum)

Kita juga ikutan senyum-senyum aja.

Aku: “Sudah berapa kali ke Solo?”

Hiro: “Tiga kali. Yang dulu cuma transit dan satunya di acara Indonesia banget. Waktu itu Hiro jadi wayang orang.”

Aku + Bety (Kita): “Ya ya! Aku lihat yang episode itu.” (antusias)

Hiro: “Pertama kali kenal Hiro dimana?”

Kita: “Indonesia Banget di RTV.”

Hiro: “Kemarin lihat Roaming di Trans 7?”

Kita: “Lihat tapi sebentar.”

Aku: “Kalau di Jepang tinggal dimana?”

Hiro: “Tokyo.”

Kita: “Wooooowww!!! (terpana)

Hiro: “Kok langsung wow? Sudah pernah ke Jepang?”

Kita: “Belum. Pengen banget ke sana.”

Aku: “Sudah sejak SMP suka Jepang.”

Hiro: “Bisa Bahasa Jepang?”

Kita: “Sedikit. Sudah lama belajar tapi masih dasar.hehehe….”

Hiro: “Coba ngomong pakai Bahasa Jepang.”

Kita:Konnichiwa. Watashi wa (nyebut nama masing-masing) desu. Yoroshiku onegaishimasu!”

Hiro:Yoroshiku onegaishimasu!” (keliatan seneng banget padahal kitanya cuma bisa ngomong begituan.)

Selang benerapa menit peserta Meet and Greet sekitar 15 orang masuk ruangan. Sekali lagi memperkenalkan diri, Hiro mencatat nama fansnya dengan huruf Katakana di selembar kertas. Lalu dibuka juga sesi tanya jawab. Ada yang tanya tentang album yang dirilis di Jepang. Hiro tanya lagi apakah mereka ngerti Bahasa Jepang.

Peserta: “Sedikit. Sukoshi.”

Hiro:Sukoshi-nya sampai mana?”

Peserta:Ohayou Gozaimasu!” *Haha standar baget*

Hiro: “Kenal Hiro pertama kali dari mana?”

Peserta: “Indonesia Banget. Event. Youtube.”

Moderator: “Yang mau bertanya silakan.”

Peserta: “Hiro umurnya berapa?” *nggak sopan banget nanya umur*

Hiro: “Tahun ini 31 tahun.” *yang ditanya padahal santai aja tuh ya*

Anin: “Sudah punya pacar belum?” *ini juga frontal banget tanyanya*

Hiro: “Belum. Makanya di sini Hiro mau nyari pacar.” (senyum)

Aku: “Musisi yang berpengaruh siapa? Di Indonesia dan di Jepang?” *berusaha nanya dengan pertanyaan normal*

Hiro: “Kalu di sini, Letto. Soalnya waktu di Jogja suka main ke studionya dan temenan deket sama vokalisnya, Noe. Kalau di Jepang suka L’Arc~en~Ciel dan X-Japan. Kenal kan?”

Peserta: (angguk-angguk)

Moderator: “Pertanyaan terakhir? Setelah itu sesi foto.”

Peserta: “Udah pernah jatuh cinta?” *aneh banget tanya begituan ah*

Hiro: “Sudah. Dulu Hiro waktu di Jogja punya pacar orang Indonesia. Usianya lebih tua. Tapi putus terus ditinggal nikah sama orang Italia.”

Aku: “Belum jodoh kali ya.”

Acaranya dilanjutkan dengan seai foto bersama dan foto satu-satu. Bety ngeluarin senjatanya minta tanda tangan. Setelah kita keluar ternyata ada Meet and Greet gelombang kedua.

Hiro lagi tanda tangan.

Hiro lagi tanda tangan.

Foto sama Hiro.

Foto sama Hiro.

Sembari menunggu Hiro tampil, kita ganti hunting makanan. Beli Takoyaki, Kebab, Minuman. Dan sempet rampokan data juga sama temen gath.

Sore itu Hiro tampil dengan celana panjang batik dan kaos dengan corak batik juga.

Setlist:

  • Sepatu (Tulus cover Japanese version)
  • First Love (Utada Hikaru cover)
  • Ruang Rindu (Letto cover Japanese version)
  • Laskar Pelangi ft. Vokalisnya Monkey Circus (Nidji cover Japanese version. Lagu ini sudah terjual 5.000 kopi)
  • Terimakasih (Lagu original Hiroaki Kato)
Hiro tampil sebagai penutup acara.

Hiro tampil sebagai penutup acara.

Pengeluaran di Keiran Fest

  • Parkir sepeda motor: Rp 2.000,-
  • HTM: Rp 8.000,-
  • Takoyaki: Rp 10.000,-
  • Kebab: Rp 12.000,-
  • Es Teh Kemasan: Rp 3.000,-
  • Es Cokelat: Rp 6.000,-
  • Total: Rp 31.000,-

My Review About Keiran Fest

Untuk pertama kalinya, aku merasa sangat puas ketika mengunjungi J-Fest atau acara bertema Jepang. Karena bisa Meet and Greet langsung dan menikmati secara live penampilan Hiroaki Kato. Terlebih lagi bisa foto two-shot, handshake, minta tanda tangan dan ngobrol santai secara gratis. Memang jarang sekali event di Solo bisa mengundang artis Jepang. Antusiasnya pengunjungnya juga luar biasa. Kalau aku yang penting beli makanan wajib: Takoyaki. Btw, yang paling murah yang rasa tuna. 🙂

More Detail About Hiroaki Kato

Bagi yang penasaran sama keseharian Hiroaki Kato bisa kepoin link di bawah ini ya.

Note: Sorry ya, out of date. Nggak apa-apalah ya kan katanya ‘tidak ada kata terlambat’.hehe… ;D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s