Day 1: Hello Again, Singapore!

Day 1: Hello Again, Singapore!

Nice to See You Again

Senin, 16 November 2015

The Journey Begin!

Mungkin kalian berpikir bahwa pergi ke Singapura dua kali dalam setahun adalah hal yang sia-sia, buang-buang uang, mending merenacanakan untuk mengunjungi negara lain saja. Eh, suka-suka donk. Lagipula beberapa tempat belum sempat aku kunjungi Februari 2015 lalu. Dan juga karena speed kaki yang terlalu berlebih jadi belum sempat menikmatinya dengan puas. Bukan banyak uang, tapi lebih ke nyari yang murah. Meskipun akhirnya jadi nambah biaya karena rute awal pindah ke Jogja. Rute perjalananku kali ini berganti jadi: Jogja – Singapura – Thailand – Malaysia – Solo.

Hari Senin, Aku dan Mbak Aan berangkat pada pagi buta. Kami berangkat dari Solo menggunakan kereta Prameks yang paling pagi. Sekitar jam 5 pagi, kami berangkat membawa tas dan menyeret koper ke Stasiun Purwosari. Kebayang kan ngantuknya kayak apa. Seperti biasa kereta udah penuh sesak dengan orang-orang yang berangkat bekerja atau kuliah ke Jogja. Maklumlah hari Senin. Berdiripun sudah biasa. Agak khawatir takut telat sampai di Bandara Adi Sucipto. Tapi sesuai perkiraan perjalanan menuju Bandara sekitar 45 menitan. Berasa lega banget. Jam masih menunjukkan pukul 6.15. Masih ada waktu untuk jalan kaki ke Terminal B, terminal khusus penerbangan internasional. Padahal ada shuttle bus-nya lho. Tapi yah, namanya juga shuttle bus harus ngantri dulu terus nunggu penumpang-penumpang yang penuh sesak itu menaikkan koper-koper mereka. Opsi jalan kaki lewat trotoar yang kami pilih. Palingan 10-15 menitan. Sekalian jalan pagi buat pemanasan kaki.hehe..

Terminal B

Sesampainya di Terminal B, kami nggak langsung check in di konter. Yang kami lakukan adalah selonjoran di depan pintu terminal. Bukannya capek, tapi kami mengeluarkan sebungkus nasi ayam yang dibawa dari rumah. Sarapan dulu gitu ceritanya. Bodo amat sama pandangan orang, yang penting perut kenyang.

Puas dengan sarapan bikinan Ibu, kamipun check in pukul 7. Ternyata kamilah penumpang yang terakhir check in. Nggak nyadar kalau ditunggu. Keasyikan makan tadi.haha….

Hello Again, Singapore!

Sampai juga di Bandara Changi

Aku nggak nyangka bakal kembali menginjak karpet Bandara Changi. Serasa udah familar dan nggak terlalu udik kayak dulu. Cuma agak lupa letaknya mengambil bagasi sama imigrasi itu dimana. Padahal baru 9 bulan yang lalu ke sini. Akhirnya kami tanya bagian informasi. Imigrasi Bandara turun lewat eskalator. Ambil barang lalu langsung cuzz nyari hostel.

Skytrain to T3

Skytrain yang terlihat dari Bandara

Dari aula check in keberangkatan Level 2 Pintu 5, kami masih menggunakan Skytrain untuk keluar dari Terminal 1. Skytrain ini membawa kami ke T3 lalu turun B2 memakai lift. Kemudian turun lagi menggunakan eskalator untuk mencari MRT. Tiba di stasiun MRT, penyakit linglung kami kumat. Nyari mesin tiketnya sih gampang tapi cara beli tiketnya kok jadi mendadak amnesia gitu ya. Masukin uangngnya dulu atau dipencet touchscreen-nya dulu. Eh kayaknya beli Standar Ticket dulu deh. Tring! Ah, aku ingat! Tiba-tiba petugas MRT orang India menghampiri. “Mau beli tiket?” Tanyanya dengan aksen Malaysieee.. Kami mengangguk. Begitu dia melihat uang kami yang besar, langsung ditukar dengan nominal yang kecil miliknya. Dimasukkin sekalian. Dipencetin sekalian. Dibeliin sekalian. Dan taraa!! Sukses bikin kami jadi turis yang seakan-akan baru pertama ke Singapura. Malu-maluin aja. Agak lola memang. -__-

Let’s Find the Hostel!

Setelah mendapat Standart Ticket, kami berangkat ke MRT Boon Keng dengan arah Joo Koon jalur warna hijau. Kemudian interchange jalur ungu ke arah Punggol. Berhenti di stasiun Boon Keng. Kupikir habis turun dari stasiun langsung ketemu sama hostelnya. Kan katanya cuma 300 meter. Nggak jauh kan ya. Eh ternyata perjuangan belum berakhir. Jadi mikir bener nggak ya keluarnya di pintu exit yang benar. Maklum deh nggak punya kemapuan spasial, buta arah jadinya. Akhirnya tanya sana sini. Meski nggak dapat jawaban yang memuaskan akhirnya ketemu deh.

The Hive Singapore Hostel letaknya strategis banget sih sebenernya, begitu keluar stasiun harusnya kelihatan. Orang hostelnya di pojok perempatan jalan, ada tulisannya pula. Heran deh tadi kok kayaknya nggak ada di situ ya.haha…

Waktu menunjukkan pukul 2 siang kurang sekian menit waktu Singapura, kirain udah bisa check in. Tapi ternyata suruh nunggu sebentar. Ya udah deh sambil selonjoran di lobi. Tiba-tiba aja ada bapak-bapak yang mengaku bernama Jamal. Kami ngobrol ngalor ngidul gitu. Dia cerita kalau dia orang Turki terus tinggalnya di Kuala Lumpur dapat istri orang Malaysia juga. Jadi bisa sikitsikit bahasa Melayu. Kantornya di daerah KLCC. Kami cerita juga kalau mau mengunjungi Malaysia tanggal 21 November. Siapa tahu bisa ketemu ya.

Tak lama setelah itu, Mas resepsionisnya melayani kami untuk check in. Menjelaskan panjang lebar peraturan dan kami harus tidur di mana. Saking ngomongnya kecepeten, aku jadi salah fokus sama Mamasnya. Eh wajahnya ganteng banget, mirip member-nya F4, Vaness Wu gitu kalu nggak salah. Sampai lihatnya melongo #lebay. Malah nggak fokus tadi Mamasnya ngomong apaan ya.haha..

Aku dan Mbak Aan dapat kamar female dorm bernama Rosemary di lantai satu. Dekat dengan toilet dan dapur. Kami masing-masing diberikan kunci kamar berupa kartu mirip ATM tanpa diminta. Menurutku,  lebih baik daripada pas nginep di Footprints Hostel. Harus bilang dulu baru dapat deposit kunci. Belajar dari yang sudah sudah, kami deposit universal adaptor terlebih dahulu. Kamarnya kecil berisi 4 buah bunk bed dan loker. Kami bebas memilih karena kamarnya masih kosong. Yeaay! Akhirnya bisa tidur di bed bawah.

Now, Ready to Go Outside!

Saatnya Jalan-jalan. Yeeay!

Kegiatan sore itu kami membersihkan diri. Lalu jalan-jalan santai di sore hari. Tanahnya basah terkena hujan. Kami pergi ke Little India dengan MRT. Dari stasiun Boon Keng ke stasiun Little India dengan jalur kuning arah Harbourfront. Namanya juga Littel India, berasa ada di India. Pasarnya, bunga-bungaannya, orang-orangnya yang lebih suka memakai sari, semuanya.

Di sepanjang jalan, dihiasi banyak ornamen karena Singapura lagi merayakan Deepavali. Menurut Wikipedia, Deepavali, Diwali atau Dīpāvali adalah dalam Agama Hindu berarti “Festival Cahaya”. Festival ini melambangkan kemenangan baik atas buruk, dan lampu dinyalakan sebagai tanda perayaan serta harapan umat manusia. Biasanya sih perayaan ini dilaksanakan pada bulan Oktober atau November.

Ornamen Festival Deepavali Menghiasi Sepanjang Jalan

Lanjut jalan kaki lagi. Eh, tanpa disengaja kami melawati Footprints Hostel, hostel yang kami inapi dulu. Karena udah nyampe di Bugis Street sekalian aja deh beli oleh-oleh sejuta umat. Kami cuma beli cokelat sama gantungan kunci rentengan. Nggak beli tas lagi, bikin berat.

Perjalanan berlanjut ke Chinatown. Dari stasiun Bugis ke stasiun Chinatown dengan jalur ungu. Dari India ke China nih. Eh ada toko khusus Tin Tin juga lho ternyata. Karena penasaran, kami masuk cuma lihat-lihat. Wah, koleksinya banyak sekali. Dari komik, kaos, mug dan benda-benda lain bergambar Tin Tin.

Gerbang di Chinatown

Lampion di Chinatown

Dan perjalanan hari itu berakhir di Clarke Quay. Rencananya. Tapi meskipun udah menggelar peta lebar-lebar tetap nggak ngerti lewatnya jalan apa dan naik MRT mana. Akhirnya kami tanya orang. Tapi anehnya, orang yang kami tanya dimana letak Clarke Quay itu dimana. Malah bingung dan nggak paham. Perasaan tadi ngomong bahasa Inggrisnya udah bener deh. Setelah tanya orang yang kesekian. Baru ngeh kalau kami salah melafalkan Clarke Quay. Ternyata bacanya ‘Klak Ki’ bukannya ‘Klak Kuwaei’. Ealah pantesan dari tadi nggak nyambung-nyambung. -__-

Clarke Quay di Malam Hari

Anak-anak main air~ Eh, nggak kelihatan ya? Btw, aku nggak tahu ini namanya apa.

Kami tiba di Clarke Quay saat langit udah gelap. Hape dan kamera digital sih baterainya masih full tapi ya itu tadi, foto-fotonya nggak terlalu keliatan. Auah gelap. Emang hasil fotonya nggak terlalu memuaskan tapi kami menikmati slow traveling kami saat itu. Melihat ramenya cafe di malam hari atau melihat anak-anak bermain air mancur yang muncul dari dalam lantai. Menyenangkan sekali. Tapi btw kaki ini rasanya lebih shock daripada badanku karena diajak jalan agak jauhan. Akhirnya jam 9 malem kembali ke hostel langsung tepar.

Berakhir sudah perjalanan hari pertama dari serangkaian penjelajahan 3 negara. Masih ada 8 hari menanti. It’s time to sleep. Good night to me! Good night, Singapore!

Day 1 Budget

  • Tiket Prameks : Rp 8,000
  • Tiket MRT Changi → Boon Keng : SGD 2.60
  • Tiket MRT Boon Keng → Little India : SGD 1.50
  • 1/2 set gantungan kunci : SGD 5.00
  • 2 box cokelat Merlion : SGD 6.80
  • Tiket MRT Bugis → Chinatown : SGD 1.60
  • Tiket MRT Clarke Quay → Boon Keng : SGD 1.80
  • Total dalam Rupiah : Rp 201,027
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s