Day 5: Daycation to the Mall in Bangkok

Day 5: Daycation to the Mall in Bangkok

MBK Center

Jumat, 20 November 2015

1st Destination: MBK Center

Hari kelima penjelajahanku. Agak berlebihan sebenarnya kalau dinamakan penjelajahan. Mengingat kami hanya berkutat seputar Bangkok saja. Lain waktu, aku ingin menjelajahi kota lainnya. Ya, nanti kalau ada kesempatan. Berbeda dengan Singapura, Thailand itu luas. Butuh waktu berjam-jam untuk pindah dari Bangkok ke Phi Phi Island atau ke Ayuttaya misalnya. Jalan lewat jalur darat atau udara sama saja. Harus mengalokasikan waktu tersendiri. Padahal mereka terlalu cantik untuk dilewatkan.huhuhu… Tapi, ah sudahlah. Nasib kerja ngikut orang. Nggak bisa izin lama-lama. Apalagi aku guru, kalau ditanya sama muridnya ,”Bu, seminggu lebih kok nggak masuk kemana? Sakit ya, Bu?” Masa’ aku jawab, “Bu Guru nggak sakit, Nak. Bu Guru lagi liburan traveling nengokin Merlion, Grand Palace dan Petronas. Maaf, Nak Bu Guru nggak bisa ngasih oleh-oleh. Nih, Bu Guru pamerin fotonya aja ya. Lalala~” #GuruMacamApaIni. “Oh, ya, jangan lupa tugasnya selama seminggu tolong dikumpulkan di kantor ya.” #LangsungNgacirTanpaDosa

Okay, back to laptop! Hari Jumat ini aku dan Mbak Aan merencanakan untuk cuci mata ke Mall. Widih, gaya amat. Padahal kalau di Indonesia biasanya jarang ke mall. Kalau ke mall palingan cuma nonton film atau ketemuan sama temen. Nggak pernah yang shopping-shopping habisin duit. Boro-boro shopping lihat harganya aja udah mupeng keliyengan.haha…

Sesuai itinerary kami akan mengunjungi MBK center dan Madame Tussauds karena memang sejalur. Untuk mencapai sana kami harus menggunakan bus. Naik bus yang sebenarnya sangat mudah, murah dan sederhana. Tapi bagi kami, naik bus di Bangkok itu tantangan tersendiri. Pertama, masalah komunikasi. Kedua, gimana tahu turun kapan dan dimana kalau komunikasi aja nggak lancar.haha… Nggak bisa disamakan dengan di sini. Kalau kira-kira udah mau sampai. Siap-siap berdiri dari tempat duduk dan bilang, “kiri pak!”

Tapi untungnya, meski nggak bisa Bahasa Inggris dengan baik orang-orang Thailand itu suka membantu. Terbukti ketika kami berada di halte bus dan bertanya pada seorang mbak-mbak harus naik bus apa untuk bisa ke MBK. Dia nggak hanya menjawab naik bus ini atau itu, tapi dia benar-benar memberhentikan busnya khusus untuk kami. Kami akhirnya naik bus no. 15 seharga 6.5 baht.

MBK Center atau yang lebih dikenal dengan Mahboonkrong adalah mall atau tempat shopping paling legendaris bagi turis lokal maupun turis asing. Terletak di 444 Phayatai Rd., Patumwan, Bangkok dan memiliki 7 lantai. Nggak perlu khawatir tersesat. Soalnya disana duah disediakan brosur yang berisi peta sekaligus penjelasan apa saja yang dijual di setiap lantai. Di MBK center ini juga ada mushola yang terdapat di lantai 6 FI, Zone B. Buka setiap hari mulai pukul 10 pagi hingga 10 malam. Menyediakan Bag Deposit juga, tempat penitipan tas ini terdapat di lantai 6 FI, Zone B. Yang menarik, turis asing bisa mendapat welcome drink gratis lho berupa segelas Thai Ice Tea di lantai 5 Food Avenue mulai dari jam 11 pagi hingga 8 malam. Cukup menunjukkan paspor saja. Ada discount card untuk turis juga. Kartu ini bisa didapatkan di MBK Information Counter.

Masuk MBK

Bag Deposit

Di dalam MBK

Di MBK center, kami nggak membeli apa-apa. Yah cuma sekedar cuci mata saja. Tempatnya luar biasa luas dan komplit. Kami sempat nyasar di swalayan. Eh nemu petai dan cipir di bagian sayuran.haha…

Nemu pete di MBK

2nd Destination: Madame Tussauds

Tiket masuk Madame Tussauds

Tujuan kami selanjutnya adalah Madame Tussauds. Madame Tussauds berada di lantai 6 Siam Discovery, Rama 1 Road, Pathumwan, Bangkok 10330. Untuk bisa kesana ada beberapa alternatif yaitu menggunakan BTS (Siam Discovery Exit 1 atau National Stadium Station Exit 3), Bus (No. 15, 16, 25, 40), Por Or (40, 48, 54, 73, 73 Kor, 79, 141, 159, 162, 183, 204, 501, 508) dan menggunakan mobil (Siam Car Park). Kalau dari MBK center cukup dekat sih jadi kami jalan kaki. Madame Tussauds dibuka setiap hari dari jam 10 pagi hingga 9 malam. Khusus selama peak season bisa buka lebih pagi atau malah lebih lama sesuai kebutuhan. Untuk mengecek jadwal ter-update bisa telepon di +66 2 6580060 atau buka websitenya http://www.madametussauds.com/bangkok. Awalnya sih oengen beli tiket dari Indonesia tapi karena ragu nggak jadi deh. Kami memutuskan untuk beli on the spot saja.

Siam Square

Kami sampai di Siam Square sekitar pukul setengah dua belas. Mencari si Madame itu susah banget, maklum buta arah. Bagiku semua jalan sama.haha… Kami bahkan nyasar sampai di parkiran mobil lho. Duh! Saking njelimet-nya, aku sampai lupa bagaimana ceritanya kami bisa sampai di tempat tujuan dengan selamat.haha… Oh iya, sebelum masuk di tempatnya Madame, kami pergi ke toilet. Nah, di sana ketemu sama lima cewek-cewek dari Jogja. Mereka traveling semingguan lebih di Thailand. Dibela-belain ngejar flight paling malam, terbang dari Surabaya pula. Wow! Nggak hanya di toilet, di dalam Madame Tussauds juga ketemu banyak turis dari Indonesia.

Papan Petunjuk Arah ke Madame Tussauds

Tiket masuk Madame Tussuads jadi 737 baht dapat diskon karena beli dua dan sudah dapat buku juga. Bisa dapat diskon 35% lagi kalau sekalian beli buat nonton Bangkok Sea Life Ocean World. Nggak tertarik. Kami hanya mengambil tiket Madame Tussauds saja. Di depan pintu masuk sudah ada patung Leonardo di Caprio. Jadi pengunjung yang tidak membeli tiketnyapun bisa berfoto sama si Leo.

Begitu masuk kami langung disambut sama anggota kerjaaan. Patung-patung di Madame Tussauds Bangkok ditempatkan berdasar 10 kategori yaitu the royal room, history, leaders, arts & science, sports, music, film, TV, A-list party dan authenic history. Tokoh-tokoh yang aku kenali diantaranya Lady Diana, Barack Obama, Mark Zuckerberg, Einsten, David Beckam, Justin Bieber zaman masih piyik, Brad Pitt dan Angelina Jolie waktu masih saling mencintai, Bruce Lee, Jay Chou, Madonna, Johnny Depp, Lady Gaga, Michael Jackson, Wayne Rooney dan masih banyak lagi. Banyak yang nggak kenal. Total ada 90 patung lilin yang dipajang di sana. Tapi yang paling favorit itu patungnya presiden kita yang pertama, Pak Karno. Patungnya aja ganteng gimana aslinya ya.haha…

The Founding Father of Indonesia

Justin Beber Zaman Masih Piyik ;D

Ada satu patung yang terabaikan karena nggak begitu mencolok. Setelah dibaca papan namanya ternyata Mario Maurer. Eh, dari tadi nggak lihat soalnya disitu dia berpose di depan gubug derita, kostumnya pas dia memerankan film Pee Mak. Oh God! Wajib foto sambil gelayutan nih. Emang aman ya patungnya dipeluk-peluk? Aman donk. Awalnya kukira patung lilin itu lembek dan rapuh ternyata kokoh dan bahkan bisa digandeng. Tapi yang bikin bener-bener ahli banget. Mirip banget sama aslinya sampai gigi, lidahnya, matanya, garis di tanggannya, keriputnya, ototnya, tatonya  sampai bulu keteknya juga!

Mario Maurer dalam film Pee Mak. Orang tamvan yang terabaikan ;P

Lady Diana Close Version. Cantik banget >_<

Detail banget kan?

Yao Ming. Mirip sama aslinya.

Setiap tokoh yang dipajang selalu ditempatkan sesuai dengan keseharian mereka bahkan ada game-nya juga atau di part-nya Justin Bieber ada lagu yang bisa diputar atau patungnya Beyonce disitu ada aribut yang bisa kita pakai buat seru-seruan atau di bagian Wayne Rooney ada game sepak bola virtual.

Bisa pose gila

Di bagian terakhir ruangan ini terdapat sejarah Madame Tussauds dan langkah-langkah pembuatan patung lilin. Ada patung Madame Tussauds sendiri lho. Terus ada juga toko souvenir dan wax hand, kalau pengen tangannya dibuat patung lilin juga. Bisa dibawa pulang tentunya. Begitu sampai di tempat itu, bukannya keluar ke pintu exit, kami malah kembali lagi untuk mengulang foto-foto dari awal. Dasar, bocah nggak mau rugi karena udah bayar mahal jadi dipuas-puaisn yang foto.

Patung Lilin Madame Tussauds di Madame Tussauds Bangkok

Kerangka Patung Lilin. Oh jadi begini ya wujudnya.

Patung Lilin setengah jadi

Mata dan Gigi

Wax Hand

3rd Destination: Pratunam Market

The Platinum Fashion Mall

Di dalam ruangan Madame Tussauds kami malah bertemu sama mas-mas yang merekomendasikan untuk ke Pratunam Market. Tentu saja kami bersemangat soalnya kan belum beli oleh-oleh. Kalau oleh-oleh belum di tangan tuh rasanya ada yang ganjel gitu.hehe… Katanya sih harga murah tapi bukanya nggak sampai malam. Oke kalau begitu kami langung cuzz tanpa banyak cincong.

Naik apa? Jalan kaki tentunya. Kata masnya tadi, Pratunam Market itu berada di seberang Platinum Fashion Mall. Namanya hampir mirip tapi tempat da jualannya beda jauh. Oh iya, kalau tanya orang harus bilangnya “platinam mall” dan bukan “platinum mall”. Kok bisa begitu ya? Entahlah aku juga nggak tahu.

Jam 2 kami sampai di Pratunam Market. Wah mirip klewer gitu banyak yang dijual seperti souvenir, pakaian, makanan. Saking murahnya kami jadi beli banyak. Aku senidri membeli 7 tas bahu motif gajah, gantungan kunci serenteng (ini pakai nawar), celana kain motif gajah juga, snack dan permen khas Thailand. Aku kan bingung dengan makan khas Thailand tu apa. Nah, Mbaknya yang ganteng ini merekomendasikan salah satu snack. Setelah dilihat-lihat kok mirip renggginang tapi ada topping-nya sayur dan udang. Di Thailand ada rengginang juga toh.hahaha… Karena kami membeli banyak sampai-sampai bukan diberi kantung plastik tapi kardus. Duh, udah mirip kayak kulakan di Luwes gitu. Karena bawanya jadi aneh (kalau nggak dijinjing ya dipanggul ala kuli) maka Mbak Aan berinisiatif untuk membeli tas yang mirip koper tapi bukan. Yang jual ramah hingga kami diperbolehkan naik ke gudang untuk memilih motif yang diinginkan. Dia sempat tanya juga kalau mata uang di Indonesia itu apa dan berapa nilai tukarnya dengan baht.

Wah, lega banget rasanya udah bawa oleh-oleh buat orang rumah. Dapat celana lebih murah dari yang dijual di Khaosan Road. Saatnya pulang karena langit udah mulai gelap. Sempat gerimis juga tadi waktu di Pratunam Market tapi untungnya langit malam ini tampak cerah. Di perjalanan mencari bus, kami tertarik sama dompet murah meriah yang dijual di pinggir jalan. Lumayan buat dijadiin buah tangan. Satu dompet cuma dibandrol delapan ribu rupiah lho.

Patung Gajah

Setelah puas dengan belanja-belanji, kami akhirnya naik bus no. 47 setelah tanya bapak-bapak yang jual angkringan. Sekali lagi kami merasakan kebaikan orang Thailand. Bapaknya memang ngerti sedikit bahasa Inggris hanya saja dia nggak tahu kalau ke Khaosan Road harus naik bus apa. Alih-alih angkat bahu, dia justru menanyakan dua temannya yang ada disitu. Bahkan dia menuliskan huruf keriting di kertas yang kubawa. Katanya kalau sudah masuk bus atau mau tanya orang bisa menunjukkan tulisan itu. Wah, baiknya. Eh, pantesan tadi pas kami tanya Pak Satpam dengan menyodorkan tulisan Khaosan Road dengan huruf latin dia cuma geleng-geleng kepala dan dadah-dadah gitu. Mungkin sama seperti orang Jepang yang sulit membaca romaji (huruf latin). Berhubung bapaknya jualan angkringan kami sekalian beli nasi yang dibungkus dengan plastik. Iya biasanya kami beli cuma nasi doank. Lauknya kalau nggak beli di KFC atau makan pakai lauk kering yang dibawa dari Indonesia seperti Pop Mie atau usus goreng.

Last Destination: Lucky House

Di dalam bus yang penuh sesak dengan bule-bule tinggi menjulang nan bau asem.haha… Sepertinya emang seharian melancong kayak kami. Lega kami turun di Democracy Monument karena nggak kebablasan. Dari dalam bus jalanan nggak keliahatan takut kondekturnya lupa kami bakal turun dimana.

Begitu sampai guest house, aku tanya sama resepsionisnya dimana bisa dapat air panas buat nyeduh Pop Mie. Ternyata malah diambilkan dari dispenser di kantornya. Jadi keinget kejadian kemarin. Tanya yang macam-macam sama bapaknya resepsionis. Pertama, tanya passwors wi-fi karena hapeku android keluaran zaman batu jadi sinyalnya nggak bagus. Akhirnya aku meminta lagi password-nya. Ketika aku bertanya, “What is the wi-fi (waifi) password, Sir? I can’t use this password.” Dia agak kebingungan. “Waifai?” tanyanya. Eh, yang bener yang mana ya *saling menatap karna bingung* Kedua, ketika aku menyakan arah kiblat. Nah, dia malah kebingungan dimana sebenarnya letak atah barat itu. Lalu dia menjawab, “Matahari tebitnya di arah situ (nunjuk sebelah kirinya) berarti barat itu sebelah situ ya (nunjuk arah sebaliknya).”

Malam itu, kami nggak jalan-jalan ke Khaosan Road lagi. Sampai di kamar sudah pukul setengah 10 dan kami harus packing. Besok kami sudah harus terbang ke Malaysia. Packing kali ini membutuhkan waktu lebih lama memutar otak biar oleh-oleh seluruhnya bisa masuk ke dalam tas.

Lelah memang tapi perjalanan sehari mengunjungi mall di Bangkok menyenangkan terlebih lagi kami bisa ketemu sama tokoh penting  dunia meskipun hanya dalam bentuk patung lilin.

Day 5 Budget

  • Bus No. 15 : THB 6.5
  • Tiket masuk Madame Tussauds : THB 737 (Harga aslinya THB 850)
  • 1/2 Set Gantungan Kunci : THB 200
  • 3 Tas Ukuran Kecil : THB 360
  • 4 Tas Ukuran Besar : THB 600
  • 5 Potong Celana : THB 300
  • 4 Bungkus snack : THB 120
  • 1/2 Bungkus Permen : THB 17.5
  • 1 Buah dompet : THB 20
  • Bus No. 47 : THB 6.5
  • Nasi : THB 52
  • KFC : THB 52
  • Total Pengeluaran dalam Rupiah : Rp 932,352

Read Complete Story of “Jelajah 3 Negara”

Advertisements

13 thoughts on “Day 5: Daycation to the Mall in Bangkok

  1. Pingback: De ARCA, Madame Tussauds Versi Jogja | Summer Ballads

  2. Pingback: Day 9: Bangun Pagi Buta Demi Mengejar Pesawat | Summer Ballads

  3. Pingback: Day 8: Twin Tower di Luar Bingkai Kamera | Summer Ballads

  4. Pingback: Day 7: Ketemu Orang Indon | Summer Ballads

  5. Pingback: Day 6: Saturday Night in Kuala Lumpur | Summer Ballads

  6. Pingback: Day 4: Midweek Vacation to the Temple | Summer Ballads

  7. Pingback: Day 3: Antara Bahasa Tarzan, Macet dan Guest House yang Nyempil | Summer Ballads

  8. Pingback: Day 2: Membeku di Dalam MRT | Summer Ballads

  9. Pingback: Packing For 9D8N | Summer Ballads

  10. Pingback: My New Trip, My New Adventure | Summer Ballads

  11. Pingback: Day 1: Hello Again, Singapore! | Summer Ballads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s