Day 6: Saturday Night in Kuala Lumpur

Day 6: Saturday Night in Kuala Lumpur

Kasturi di Siang Hari

Sabtu, 21 November 2015

Saturday Morning in Bangkok

Sabtu pagi, kami check-out dari Lucky House sekitar pukul 7. Kami memilih naik taksi daripada naik bus mengingat waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke bandara nggak bisa diprediksi. Waktu dari bandara ke Khaosan Road kan macet banget jadi kami nggak tahu berapa lama yang dibutuhkan kalau nggak macet. Sehari sebelumnya, kami survei iseng-iseng nanyain beberapa sopir taksi yang mangkal di depan hostel. Jadi kami bisa tahu rata-rata taksi di sana itu tarifnya berapa.

Jalanan nggak sesemarawut awal kami ke sini maklumlah masih pagi. Kami berdua duduk di jog belakang bersama timbunan tas-tas yang udah beranak pinak. Sopir taksi sesekali bertanya kepada kami. Sekenanya dan basa-basi. Sesampainya di bandara Don Mueang, kami masih mempunyai banyak waktu. Jadi sebelum check in kami ke toko oleh-oleh. Apa masih kurang beli oleh-oleh segitu banyaknya? Nggak cuma pengen beliin Mr. Jamal, karena dia meminta kami untuk bertemu di KLCC hari Senin.

Kami menumpangi pesawat AirAsia Malaysia. Untuk kali ini, aku dan Mbak Aan menempati kursi yang bersebelahan jadi nggak ada tuh ceritanya gencet-gencetan.

Saturday Noon at KLIA2 and KL Central

Papan penunjuk arah

Kami mendarat di bandara KLIA2 sekitar pukul 1-an. Bandara KLIA2 ini sangat luas dan tak kalah megahnya dengan Bandara Changi. Waktu kami ke sana beberapa bagian di bandara yang masih dalam tahap pembangunan. KLIA2 atau Kuala Lumpur International Airport (akronimnya sering ditulis huruf kecil semua) adalah bandara yang merupakan pemberhentian pesawat low cost carrier macam AirAsia. Lokasinya berada di 2 kilometer dari Terminal utamanya (MTB). KLIA2 yang mulai beroperasi pada 2 Mei 2014 ini merupakan bandara untuk pesawat low cost carrier terbesar di dunia dan didesain menampung 45 juta penumpang seriap tahunnya.

Check-in counter-nya dibagi menjadi 8 baris yang beelokasi di 4 pulau, setiap baris dinamai dengan huruf S – Z. Boarding gate-nya terletak di dermaga yang dinamai huruf J dan K untuk penerbangan domestik dan L, P, Q untuk penerbangan internasional.

Sebelum melanjutkan perjalanan kami encari sesuatu buat ganjal perut. Dan ada KFC di dekat kami, wah kebetulan sekali. Sambil makan bisa ngobrol-ngobrol aneh sama Mbak Aan. Ngomongin samping kami misalnya. Ada cewek tapi makannya ayam doank, udah gitu tiga potong lagi. Eh, kurang kerjaan amat ya ngomongin orang. Santai aja perasaan, soalnya mereka juga nggak ngerti Bahasa Jawa. #Don’tTryThisAtHome. Tapi di rumah tetangga boleh? #Sakarepmu

Di Kuala Lumpur ini kami menginap di Oasis Guest House yang letaknya di daerah Petaling Street, pemukiman pecinan. Untuk bisa kesana kami harus naik bus ke KL Central. Kami membeli tiket bus seharga 11 ringgit yang akan berangkat pukul 3 sore. Busnya besar dan sangat nyaman hingga membuatku mendadak ngantuk berat. Perjalan dari bandara ke KL Central ditempuh sekitar 2 jam. Berhubung aku, Mbak Aan dan sebagian besar penumpang tidur, bikin perjalanan jadi singkat. Tahu-tahu udah nyampai aja. Jalanan juga lebih terkondisikan kalau dibanding dengan keadaan di Bangkok. Jadi tidur di bus berasa tidur di kamar sendiri.

Tiket Bus

Pemandangan dari dalam bus

KL Central merupakan stasiun kereta api sentral di Kuala Lumpur.  Stasiun ini dibuka 15 April 2001 untuk menggantikan Stasiun Kereta Api Kuala Lumpur, sebuah stasiun zaman kolonial di Brickfields. KL Central merupakan stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara. Stasiun ini dipersiapkan sebagai hub (pangkalan) beberapa moda transportasi dengan layanan seperti Aliran Kelana Jaya, KTM Komuter (aliran Sentul-Port Klang, aliran Rawang-Seremban Klang), KTM Antarabandar untuk jarak jauh, KLIA Ekspres untuk layanan terus ke KLIA, KLIA Transit ke Putrajaya dan KLIA Monorel KL – 140 m dari stasiun. Thanks ya Wikipedia. Muach!

Kami masuk KL Central yang pernuh sesak dengan orang-orang. Kami memtuskan untuk ke Petaling Street menggunakan LRT. Sebelum membeli tiket, mata kami jeli memperhatikan bagaimana cara pembelian tiket dengan mesin mirip ATM itu. Ternyata berbeda dengan MRT. Pilih rute terus masukkan uang dan ambil kembalian beserta koin plastiknya yang berwarna biru. Jadi koin tadi dimasukkan ketika kami akan masuk ke stasiun. Gantinya kartu gitu lho maksudnya.

Koin Bertuliskan ‘Rapid KL’

Kami naik jurusan KL Central ke Masjid Jamek seharga 1.30 ringgit. Setelah turun ternyata kami kebablasan, kalau dari Masjid Jamek ke Petaling Street lumayan jauh. Menurut orang yang kami tanyai. Pada akhirnya kami naik lagi dan turun di Pasar Seni. Nggak membeli tiket lagi soalnya kan jurusannya sejalur dan kami memang belum keluar dari stasiun.

Awas!

Perjuangan kami belum usai, masih ada acara mencari guest house dengan susah payah karena bawaan kami bertambah satu yaitu koper beroda berisi oleh-oleh. Wah rasanya susahnya minta ampun. Naik turun tangga dari stasiun ke jalanan. Sampai ada orang yang bantuin kami tanpa diminta. Belum lagi nyeret tuh benda selama masa pencarian.

Orang Malaysia itu berbeda dengan orang Thailand, mereka itu cenderung cuej kalau ditanya. Padahal Petaling Street itu jelas di dekat situ lho kok bisa bilangnya nggak tahu ya. Petaling Street yang berlokasi di Jalan Pudu dan Jalan Sultan dikenal dengan Chinatown-nya Kuala Lumpur. Banyak sekali bertebaran penginapan yang membuat daerah ini menjadi primadona di antara para turis. Terlebih lagi daerah ini menjadi surganya shopping dengan harga miring. Mulai dari kaos, jam tangan, makanan, barang-barang sari kulit hingga barang branded KW. Paling menyenangkan mengunjungi Petaling Street pada waktu malam karena sepanjang jalan itu berubah menjadi pasar tiban.

Pada saat kami tiba, jalanan di Petaling Street sudah dipenuhi pedangan yang baru mau buka lapaknya. Jadi setiap kami lewat mereka berlomba-lomba menvatakan, “Mari, Dek. Mampir, Dek. Ditengok dulu, Dek.” Nggak tahu ada orang panik apa.

Agar Oasis Guest House cepat ketemu, kami melakukan trik yang sama seperti ketika kami mencari Lucky House. Bagi tugas, Mbak Aan yang menjaga barang bawaan. Nah, aku mencari. Oasis Guest House juga berada di lantai 2, mana papan namanya kecil lagi. Duh, alasan klasik. -___-

Noh, kecil kan?

Saturday Night in Kuala Lumpur

Kami check-in di Oasis Guest House sekitar jam emapt sore. Langsung deposit kunci dan universal adapter. Sekalian diberi password wi-fi yang gampangnya nggak ketulungan. Kami dapat kamar di lantai yang sama dengan meja resepsionis. Seluruh lantai di guest house ini dilapisi karpet jadi alas kaki wajib dilepas di depan pintu. Kamar yang kami tempati berisi dua mini bed (bukan bunk bed). Udah itu doank. Tempatnya mini pula. Di pintu gesernya ditempel peraturan. Di salah satu dindingnya ada jendela yang pura-pura dikasih gorden gitu. Nggak apa-apalah, penting nggak kutuan.hehe… ;P Kamar kami juga berada di dekat toilet dan binatu. Untuk dapur ada di lantai atas (lupa di lantai berapa) emapat kayaknya. Ada mushola juga di lantai atas (ini juga lupa lantai berapa) lima kayaknya.

Penampakan kamar di Oasis Guest House

Karena udah malam kami hanya ingin jalan-jalan di sekitar guest house. Selain cuci mata di Petaling Street, kami mengunjungi Central Market dan Kasturi Walk. Central Market itu pusat kebudayaan, seni dan kerajianan tangan yang udah ada sejak tahun 1888. Sementara itu Kasturi Walk dikembangkan oleh Central Market Kuala Lumpur yang merupakan transformasi dari Lorong Kasturi. Kasturi Walk diluncurkan pada 9 Februari 2011. Merupakan surga berbelanja yang letaknya outdour Jadi berupa pedestrian dan menjual kerajianan tangan serta makanan.

Petaling Street di Malam Hari

Katsuri Walk di Malam Hari

Menikmati malam mingguan di Kuala Lumpur memang berbeda ya. Asyik Asyik Jos!

Day 6 Budget

  • Taksi Khaosan Road → Don Mueang Airport : THB 250 (Dibagi dua)
  • Thamarin Candy : THB 30
  • Bus ke KL Central : MYR 11
  • LRT KL Central → Pasar Seni : MYR 1.30
  • KFC 1 pcs wings + rice ala carte : MYR 6.60 (Dibagi dua)
  • Lemon Tea : MYR 4.90
  • Makan malam : MYR 6
  • Total Dalam Rupiah : Rp 203,171

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s