Day 8: Twin Tower di Luar Bingkai Kamera

Day 8: Twin Tower di Luar Bingkai Kamera

Sri Mahamariamman Temple

Senin, 23 November 2015

Merubah Sri Mahamariamman Temple Menjadi Sebuah Gambar

Hari Senin tak pernah semenyenangkan ini, kecuali Senin memang hari libur. Yang itu nggak masuk hitungan. Udah nggak mikirin kerjaan, nggak mikirin murid, nggak mikirin utang, nggak mikirin anak *eh lupa belum punya anak ya* Okelah, sekarang saatnya mikirin jalan-jalan. Yeeay!

Pagi itu kami keluar guest house dengan energi penuh. Rencananya kami akan mengunjungi Menara Petronas dan KL Tower yang jaraknya berdekatan. Tapi sebelum berangkat, ada yang membuat perhatian Mbak Aan tercuri #HalahBahasanya. Dia menemukan toko alat elektronik di samping guest house. Ternyata dia mau beli universal adapter untuk perjalanan berikutnya. Oh.. Dulu sempat kepikiran untuk membeli di Indonesia tapi yang kami temukan memang harganya agak mahal. Sip, aku mah nebeng aja deh.

Beli universal adapter di sebelah guest house

Petaling Street di Pagi Hari

Eh, ada bus Wonderful Indonesia lewat

Sebenarnya di daerah Petaling Street sendiri banyak tempat-tempat menarik. Seperti Sri Mahamariamman Temple, kuil Hindu tertua di Malaysia. Ditemukan oleh K. Thamboosamy Pillai pada tahun 1873 dan terletak di Jalan Bandar (dulunya bernama High Street). Kuil ini dibangun dengan gaya India Selatan. Bangunan tertingginya yang berbentuk piramida memiliki ukuran 22.9 m (75 kaki) dan dipenuhi ukiran bebentuk dewa. Ukiran-ukiran tersebut dibuat oleh S. T. Muniappa dari Tamil Nadu. Di kuil tersebut total memiliki sekitar 228 patung pemujaan.

Kami nggak masuk ke dalam kuil hanya mengagumi keindahan arsitekturnya dan mengamati orang-orang yang sedang beribadah di dalam. Mengubah Sri Mahamariamman Temple menjadi sebuah gambar saja kami udah cukup senang.

Twin Tower di Luar Bingkai Kamera

Menara Kembar Petronas

Untuk sampai di Petronas kami menggunakan LRT Pasar Seni dan turun di KLCC. Mencari sang gedung kembar memang sedikit membingungkan. Udah nggak usah heran. Kami emang sering tersesat.haha… #MalahBangga. Tapi kami menikmati saja, sambil cuci mata kanan kiri. Hal menarik yang kutemui adalah iklan yang tayang di jalanan. Aku melihat iklan Pantene dengan Raline Shah sebagai bintangnya. Wow! #Perasaan BiasaAjaDehNggakUsahLebay

Menuju ke Petronas

Ah! Terlihat!

Air Menari di daerah Menara Petronas

Air Mancur di depan Menara Petronas

Keanehan semakin berlanjut ketika kami bertanya pada orang. Dari tiga orang yang kami tanya dimana letak Petronas. Jawabannya juga ada tiga. Uh-oh. Begitu ya. Mau nggak mau kami mencari sendiri. Untung aja Petronas itu tinggi menjulang jadi dari kejauhan udah terlihat. Perasaanku pertama kali lihat Petronas tu,  “Wow! Awesome! Keren! Emejing! Jadi ini yang ada di gambar ya?” #AlayDetected. Jadi mirip ketika aku pertama kali lihat Merlion. Eh, tapi tapi nyari angle buat foto dengan si kembar itu susah banget. Sesusah aku ngertiin perasaan kamu. -__-

Yowis aku ngertiiin si Kembar aja deh. Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas atau Petronas Tower atau  dirancang oleh arsitek César Pelli dari Argentina selesai dibangun pada tahun 1998. Setelah menghabiskan waktu tujuh tahun, menara ini menjadi bangunan tertinggi di dunia sewaktu diresmikan. Menara ini dibangun di atas fondasi pacuan kuda Kuala Lumpur. Kedalaman batuan dasar menjadikan bangunan ini dibangun dengan fondasi paling dalam di dunia. Menara 88 lantai ini memiliki eksterior dari baja dan kaca yang dirancang menyerupai motif kesenian Islam yang mencerminkan agama Islam di Malaysia. Big thanks to Wikipedia! You help me so well, Bro!

Di dalam KLCC

Oh iya, kembali ke susahnya foto di depan Menara Petronas. Entah itu terlalu dekat hingga Petronasnya di luar jangkauan kamera, entah itu terlalu black light jadinya nggak kelihatan batang hidung yang difoto. Sepertinya posisi matahari berada di belakang menara jadi kurang bagus buat difoto pake kamera hape keluaran zaman batu. Ah, aku lelah! Lelah bikin laper ya. Jadi kami masuk ke KLCC. Siapa tahu ketemu Mr. Jamal. Nggak tahu jadi ketemuan nggak ya. Soalnya kami nggak bisa menghubungi kalau nggak ada wifi. Lagian dia orang penting kan. Okelah, kami langsung pesan Nasi Briyani.

Nasi Briyani

Mendung Mengantung di Atas Menjulangnya KL Tower

Menara Kuala Lumpur

Di dekat Menara Petronas, ada KL Tower. Info dari Bro Wikipedia, Menara Kuala Lumpur adalah sebuah menara di Kuala Lumpur , Malaysia yang dibuka pada tahun 1995 dan mencapai ketinggian 421 meter tertinggi ke-6 di dunia. Menara ini digunakan untuk memperlancar komunikasi dan seperti menara-menara tinggi lainnya, menara ini juga menyediakan dek pengamatan. Memiliki 6 lantai, 4 lift, antena/puncak selebar 421 m, atap selebar 335 m dan lantai seluas 7700 m². Beralamat di Jalan P Ramlee, Kuala Lumpur, 50250 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan buka pukul 09.00–22.00.

KL Tower. Salah fokus sama mendungnya.

Kami jalan kaki melewati Bukit Nanas. Untuk bisa pergi ke KL Tower, kami naik shuttle bus gratis yang datang setiap 10 menit. Jalan kaki bisa sih tapi jalanan ke KL Tower itu menanjak lagipula ada yang gratis kenapa nggak dimanfaatkan.haha… Kami hanya masuk di lantai dasar saja karena emang nggak rencana lama-lama disitu. Mendungnya itu lho. Bau-baunya udah mau hujan aja.

Suttle Bus

Monyet Lagi Nongkrong di Sekitaran KL Tower

Puas di KL Tower, kami memututuskan untuk kembali ke Menara Petronas. Mungkin mataharinya udah pindah tempat jadi bisa buat foto-foto bisa lebih bagus. Pikir kami. Sembari menunggu jemputan shuttle bus, mataku beredar kemana-mana. Termasuk ngelihatin seragam staffnya KL Tower yang ada di luar. Kok ngejreng banget ya seragamnya. Warnanya itu lho pink, oranye, kuning, hijau cetar membahana.wkwkwk…

Seragamnya cetar

Dan benar saja, hujan turun bersamaan dengan turunnya kami dari shuttle bus yang kami tumpangi. Alhamdulillah berkah aja deh. Kami menunggu beberapa saat hingga hujannya menjadi gerimis.

Jalanan basah termasuk di depan kawasan Menara Petronas. Saat itu udah agak sore jadi matahari nggak terlalu menyengat dan udah pindahan pastinya. Kami mencoba foto di depan si kembar, nggak terlalu bagus sih tapi lumayan daripada yang tadi.

Bolak-Balik Nengokin Oleh-oleh

Sepulangnya dari tempat si kembar, kami memutuskan pulang ke guest house saja deh. Dan kegiatan malam kami pergi ke Pasar Seni. LAGIII? Iya, biasa aja deh ekspresinya -__- Mau nengokin oleh-oleh bukan buat siapa-siapa sih. Buat diri sendiri aja. Alasannya simple, aku juga kepengen permen yang kemarin.haha….

Day 8 Budget

  • LRT Pasar Seni → KLCC : MYR 1.60
  • Nasi Briyani : MYR 5 (Dibagi dua)
  • Nasi dan ayam : MYR 3.70
  • LRT KLCC → Pasar Seni : MYR 1.60
  • 1 bungkus permen : MYR 5
  • Total Pengeluaran dalam Rupiah : Rp 540,084
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s