Day 9: Bangun Pagi Buta Demi Mengejar Pesawat

Day 9: Bangun Pagi Buta Demi Mengejar Pesawat

Dokumen (Berlambang Garuda) Kesayangan~

Selasa, 24 November 2015

Bangun Pagi Buta

Hari Selasa, kami tidur hanya selama 3 jam. Malam sebelumnya kami packing lumayan lama karena barang-barang kami menjadi banyak. Memutar otak gimana caranya semua barang tersebut bisa masuk dan nggak usah nambah bagasi. Tas bahuku terpaksa aku gunakan juga untuk menampung barang-barang baru.

Kami bangun jam 3 pagi dan langsung bersiap-siap karena flight kami jam 6.55. Tanpa mandi langsung sarapan kilat. Kami check-out sekitar jam 4 kurang. Mata ini sungguh mengantuk. Kami dibantu staff guest house untuk menurunkan barang-barang bawaan kami dari lantai atas. Jalanan masih sepi, hanya beberapa warung makan udah ada tanda-tanda kehidupan. Para pemilik dan pekerjanya mulai bersiap-siap dengan barang dagangan. Rencana sih kami pengen naik bus ke bandara. Sehari sebelumnya kami sudah menanyakan Kakak Resepsionisnya dimana bus biasanya mangkal. Katanya bus biasanya mangkal di depan My Din, gedung borong atau toko yang buat kulakan gitu. Kami juga udah survei ke sana. Malah sempet lihat-lihat My Din jualan apa aja.

My Din sehari sebelumnya

Depan My Din pada Pagi Buta. Kosong.

Begitu kami sampai pada pagi buta, nyatanya nggak ada bus yang mangkal disitu. Kok rasanya aneh gitu ya. Nggak akurat banget ngasih infonya. Waduh, kami harus naik apa ke bandara. Akhirnya kami nungguin di tepi jalan. Tapi kok jarang ada bus lewat. Ada beberapa taksi resmi yang menawari tumpangan pada kami. Tapi sedikit ragu. Di tengah kegundahan ini. Tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya setengah tua berpenampilan tomboy menawarkan tumpangan dengan harga miring. Awalnya ragu karena dia menggunakan mobil biasa tapi dia meyakinkan kami bahwa bisa mengantar dengan selamat sampai bandara. Berhubung sopirnya perempuan, bismillah aman. Mbak Aan duduk di depan sedangkan aku duduk di belakang bersama tumpukan tas yang sudah beranak pinak. Duduk dengan mereka berasa duduk bersama sekeluarga besar.

Jalanan lancar jaya, prediksi kami bisa sampai bandara tepat waktu. Meskipun sedikit horor lihat kanan kiri yang semuanya gelap. Takut ada penampakan.haha…. Selama perjalanan sopir taksinya begitu banyak bercerita. Dia sebenarnya pensiunan supir taksi dan mengantarkan penumpang dengan mobilnya adalah kegiatan yang nggak bisa ditinggalkan. Sejak anak dan suaminya meninggal, kegiatan inilah yang menjadi penglipur lara. Dia sangat baik sampai-sampai membayar biaya tolnya sendiri. Dia juga memberitahu kami kalau biasanya supir taksi keturunan India biasa kasih harga mahal.

Mengejar Pesawat

Tas yang Beranak Pinak

Kami sampai di bandara pukul 6. Wah, harus cepet-cepet check-in nih. Kami melaju dengan kecepatan kilat di konter check-in dan setengah berlari menuju pengecekan X-ray. Banadara klia2 memang sangat luas, rasanya nggak sampai-sampai. Jalan kami jadi terseok-seok. Setelah pengecekan X-ray tiba-tiba kami udah sampai di ruang tunggu. Wait? Ada yang aneh. Ini koper kenapa masih di tangan ya. Harusnya kan dimasukin bagasi. Oh My God! Jadi gara-gara kami yang terburu-buru dengan pikiran yang memburu, jadi koper-koper yang telah beranak ini lupa buat dimasukkan bagasi. Konternya kelewat atau memang kami yang lagi heng. Waduh! Terpaksa bilang ke petugasnya. Katanya petugasnya agak marah melihat keteledoran kami. Aku sih nggak tahu gimana reaksi mereka. Soalnya Mbak Aan aku tinggal buat sholat subuh dengan waktu yang sangat mepet dengan jadwal terbangnya.

Akhirnya kami masuk pesawat terakhir dengan segelintir orang. Koper-koper yang seharusnya masuk bagasi kami tinggal di depan pintu masuk pesawat. Dan petugasnya akan menyusulkannya ke bagasi. Di belakang kami ada suami istri yang membawa anak balita. Nggak tahu kalau stoler harus masuk bagasi. Jadi petugas juga menyusulkan benda ini.

Begitu kami masuk, pesawat udah penuh dengan penumpang. Mau memasukkan tas di kabin aja susah nyari tempat. Udah penuh soalnya. Akhirnya ada Mas Pramugara bilang, “Sebelah sini, Mbak.” Mbak? Bukannya ini AirAsia Malaysia ya? Mungkin Masnya memang orang Indonesia.

Pilotnya meminta maaf karena flight-nya tertunda beberapa menit karena ada dua penumpang yang lupa memasukkan koper di bagasi sehingga krunya harus mengkondisikan secepatnya. Itu yang dimaksud kami bukan ya. Fufufu~ Pura-pura nggak dengar ah~

Pulang ke Rumah

Kami tiba di Bandara Adi Sumarmo sekitar pukul 09.45. Masih pagi sih. Selama perjalanan kami tidur nyenyak. Wah efek bangun pagi buta mengejar pesawat sih. Seri perjalanan “Jelajah 3 Negara” ini membuatku sangat puas dengan mendapat wawasan dan pengalaman baru yang tak terlupakan. Dari yang menyenangkan hingga memalukan. Tapi gara-gara lupa memasukkan koper di bagasi, kami jadi nggak membayar biaya tambahan. Padahal kalau ditimbang lebih dari jatah satu bagasi lho.haha…

Kami pulang menggunakan taksi. Tahu nggak, sampai rumah komentar ibuku apa. Tanpa dosa ibuku bilang, “kok tambah item ya?” WHAT THE???

Wajah Gosong

Day 9 Budget

  • Taksi dari Petaling Street ke klia2 : MYR 45
  • Taksi dari Adi Sumarmo ke Rumah : IDR 40,000
  • Total Pengeluaran Dalam Rupiah : Rp 184,758

9D8N Budget

  • Day 1 : Rp 201,027
  • Day 2 : Rp 123,922
  • Day 3 : Rp 107,735
  • Day 4 : Rp 561,009
  • Day 5 : Rp 932,352
  • Day 6 : Rp 203,171
  • Day 7 : Rp 203,778
  • Day 8 : Rp 540,084
  • Day 9 : Rp 184,758
  • Total Pengeluaran 9D8N : Rp 3,057,836

Read Complete Story of “Jelajah 3 Negara”

Advertisements

12 thoughts on “Day 9: Bangun Pagi Buta Demi Mengejar Pesawat

  1. Pingback: Day 8: Twin Tower di Luar Bingkai Kamera | Summer Ballads

  2. Pingback: Day 7: Ketemu Orang Indon | Summer Ballads

  3. Pingback: Day 6: Saturday Night in Kuala Lumpur | Summer Ballads

  4. Pingback: Day 5: Daycation to the Mall in Bangkok | Summer Ballads

  5. Pingback: Day 4: Midweek Vacation to the Temple | Summer Ballads

  6. Pingback: Day 3: Antara Bahasa Tarzan, Macet dan Guest House yang Nyempil | Summer Ballads

  7. Pingback: Day 2: Membeku di Dalam MRT | Summer Ballads

  8. Pingback: Packing For 9D8N | Summer Ballads

  9. Pingback: My New Trip, My New Adventure | Summer Ballads

  10. Pingback: Day 1: Hello Again, Singapore! | Summer Ballads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s