Fan Fiction Story: PRC48 Audition 

Fan Fiction Story: PRC48 Audition 

Once Upon a Time

Beberapa tahun silam, lupa tahunnya berapa. Aku iseng-iseng ikut lomba lagi di event Jejepangan. Lomba yang aku ikuti saat itu adalah lomba fanfic. Berkaca dengan pengalaman terdahulu (ikut fanfic tapi nggak menang) maka aku ingin mencobanya lagi. Mungkin dulu nggak menang karena karakternya kurang populer. Jadi di tahun itu aku mencoba membuat cerita dengan karakter yang populer di kalangan pecinta Jepang. Saat itu kan lagi boomingbooming-nya idol group cewek yang jumlahnya melebihi penduduk satu kelurahan. Idol group itu adalah AKB48. Aku bukan penikmat musik dari grup itu, juga bukan menggemari member-nya dengan alasan cantik, bertalenta dan fashionable. Itu juga tidak. Bahkan lagu yang aku tahu hanya beberapa yang populer diantaranya Heavy Rotation, Koisuru Fortune Cookie dan Everyday Katchusa. Dari sekian  member sebanyak itu aku hanya mengenal segelintir dari mereka. Aku menang suka budaya J-Pop culture tapi aku adalah tipe orang yang lebih condong ke idol cowok macam anak-anak asuhan Johnnys atau soloist wanita berpenamilan mature woman, strongly and independent.haha.. bahasanya..

Lomba fanfic biasanya sih dikerjakan sebelum hari-H acara. Dan dikumpulkan ke panitia dengan deadline tertentu untuk dinilai. Nah, pemenang baru diumumkan saat puncak acara bersama lomba-lomba yang lain.

Ngomong-ngomong masalah pengumuman, fanfic-ku nggak menang (lagi). Yah, mungkin selera humorku terlalu garing.haha..haha…haha… *tertawa garing*

The Cast of My Story

  • Atsuko Maeda as Acchanrella (Cinderella)
  • Mayu Watanabe as Mayuyu White (Snow White)
  • Minami Takahashi as Takamulan (Mulan)
  • Tomomi Itano as Tomoriel (Ariel from Little Mermaid)
  • Haruna Kojima as Harunzell (Rapunzell from Tangled)
  • Yuko Oshima as Yukobelle (Belle from Beauty and the Beast)
  • Jurina Matsui as Jasmina Matsui (Jasmine from Aladdin)
  • Mariko Shinoda as Maritiana (Tiana from Prince and the Frog)
  • Haruka Shimazaki as Parurora (Aurora from Sleeping Beauty)
  • Yasushi Akimoto as Akimotor-sensei

And the Story Goes

Alkisah, di sebuah negeri yang damai, terdapatlah sebuah sekolah sihir yang menempa murid-muridnya menjadi seorang idol sejati. Sekolah itu bernama Magical 48 Girls Academy. Di sekolah ini dibagi menjadi beberapa kelas diantaranya HGW48 (cabang sekolah Hogwarts), BBR48 (kelas yang terdiri dari barbie-barbie yang cantik jelita dari seluruh dunia) dan yang paling populer adalah PRC48.

Kelas ini terdiri dari 48 princess dari seluruh negeri yang berlomba-lomba untuk menjadi idol nomor 1. Sembilan siswa diantaranya adalah langganan Senbatsu. Siswa tersebut adalah Acchanrella, Mayuyu White, Takamulan, Tomoriel, Harunzell, Yukobelle, Jasmina Matsui, Maritiana dan Parurora.

PRC48 sendiri sudah berhasil merilis single yang sukses menduduki puncak Orikon Chart seperti single yang berjudul Princess Rotation, Ponytail to Princess, Ue Kara Princesses, Everyday Princesses, dan Princess Koto ga Suki Dakara. Serta lagu Princesstachi yo juga sering dinyayikan secara karaoke di sejumlah acara Kerajaan.

Bulan depan mereka akan merilis single terbaru berjudul ‘Koisuru Fortune Princess’. Namun, sang wali kelas sekaligus produser, Akimotor-sensei pusing tujuh keliling karena kesulitan memilih center untuk single ini. Berbagai cara sudah dilakukan tapi selalu gatot alias gagal total. Minggu pertama mereka mengadakan ‘Pencoblosan Senbatsu’ yang melibatkan fans berat mereka, Kwota dengan hasil poling 3 teratas hasilnyan sama. Kemudian minggu kedua, Akimotor-sensei mengusulkan acara ‘Sutjleng Tournament 2013’ dan hasilnya selalu seri.

Sampai suatu pagi, lima belas menit sebelum bel sekolah berdering. Kelas PRC48 sudah hampir terisi penuh siswa. Mereka meributkan apalagi yang akan dilakukan Akimotor-sensei untuk memilih center dalam lagu terbaru mereka.

“Teman-teman, menurut kalian siapa yang pantas menjadi center kali ini?” Takamulan, sang Captain kelas berkata secara tiba-tiba.

“Ehm, kurasa Acchanrella akan jadi center lagi,” kata Mayuyu White polos. “Tapi aku juga ingin jadi center di single ini.” Tambahnya manja.

“Ah, gimana nih aku belum pernah jadi center,” Harunzell terlihat gusar. Sejak masuk sekolah memang ia belum pernah merasakan jadi center.

Jasmina Matsui yang semula duduk di bangku belakang berjalan maju dan ikut nimbrung dengan yang lain.

“Tenanglah, Harunzell. Masih ada kesempatan,” Jasmina mengelus rambut super panjang Harunzell yang hari ini dikepang lima belas. “Lagian nasib kita sama.”

Harunzell mengangguk pelan seakan pasrah.

“Tapi aneh banget kan. Kita sudah melakukan dua cara tapi selalu gagal,” kata Maritiana menopang dagunya. “Pencoblosan Senbatsu sudah, Sutjleng Tournament juga sudah. Kok hasilnya bisa plek ser. Lha aneh kan?”

“Mungkin besok ganti jadi ‘Pencontrengan Senbatsu’ aja kali ya,” ceplos Yukobelle.

Parurora yang terlihat mengantuk mengangguk pelan, ”Mungkin jumlah Kwota kita kurang banyak kali ya atau kurang promosi di tempat sedetil-detilnya.”

“Contohnya?” tanya Harunzell.

“Kita bisa membujuk dayang-dayang, penarik kereta atau tukang kayu?”

Baka! Ya enggak mungkinlah. Kita harus memancarkan kecantikan alami kita sebagai seorang Princess,” Tomoriel bersikap sedikit membanggakan diri.

“Hah?! Cantik? Kamu bagian mananya yang cantik?” Yukobelle yang merasa kecantikannya tersaingi oleh Tomoriel yang hidung dan dagunya hasil operasi kresek mulai mencibir.

“Idih! Daripada nggak bisa masak kayak kamu,” balas Tomoriel.

“Emangnya idol harus bisa masak?” kata Yukobelle tak terima.

“Kamu juga nggak bisa jahit,” Tomoriel menjulurkan lidahnya.

*Lho? ini lagi. Apa hubungannya coba. Itu mah idol PKK48*

“Tenang teman-teman jangan ribut, kalau dipikir-pikir aneh juga ya,” kata Takamulan bersikap bijak. “Jangan-jangan kita terkena sihir hitam.”

“Haaaahhhh?!” semua tercengang.

“Lalu?” sahut Acchanrella.

“Mungkin ini ulah Dementor atau Kau-Tahu-Siapa,” Maritiana mencoba bersikap logis.

“Eh? Udah lupa sama Harry Potter yang nggantheng bangets itu ya?” Mayuyu White yang kayaknya sih lagi nge-fans berat sama Harry Potter.

“Iya! Tidak! Tidak! Bisa Jadi!,” kata Parura angguk-angguk.

“Teman-teman, kita harus melakukan sesuatu untuk melawannya dengan sihir yang telah kita pelajari selama ini,” kata Takamulan mengebu-gebu, ia berusaha unuk membakar sekolah anu maksudnya membakar semangat.

“Sihir Patronus maksudmu?” Maritiana bertanya.

“Atau Avada Kedavra?” sahut si Jasmina

“Jangan, itu terlalu kejamnya kejamnya kejamnya dirimu kejamnya *goyang dangdut*” Acchanrella juga kayaknya lagi nge-fans banget sama Bang Meggi Z.

“Gimana kalau Vingardium Leviosa?” Parurora ikut usul.

“Kita rubah jadi apa si Kimi-wa-Dare-wo-Shiru?” (terj: Kau-Tahu-Siapa) *kepanjangen*

Dengan polosnya Mayuyu White nyeplos “Center?”

Dan reflek langsung digorok celurit oleh teman-temannya *hiperbol*

“Tunggu teman-teman, memangnya kita lagi di kelas HGW48?”

Serentak mereka menjawab, “Enggak.”

“Yah, sama aja bo’ong.” *garuk-garuk kepala*

Tiba-tiba pintu geser terbuka. Seseorang bertubuh tambun memasuki ruang kelas dengan menenteng buku absen di tangannya. Seketika seisi kelas membatu saking kagetnya.

“A-akimotor-sensei,” sapa seluruh siswa sedikit terbata.

“Selamat pagi semuanya!” Akimotor-sensei, sang wali kelas melepas senyum khasnya.

Tanpa ada aba-aba Takamulan, sang Captain kelas bersiap memimpin kelas.

“Berdiri!” seluruh siswa berbenah berdiri. “Beri hormat.” lalu membungkukkan badan dan duduk kembali.

“Ya, pagi anak-anak,” Akimotor-sensei membenarkan kacamatnya yang sempat melorot ke hidungnya. “Sebelum Sensei  mengabsen, Sensei akan mengumumkan sesuatu yang penting.”

Semua siswa tampak mendengarkan dengan serius. Bahkan Parurora yang matanya seperti tertindih batupun ikut menyimak apa yang akan disampaikan oleh sensei mereka.

“Seperti yang kita ketahui bersama bulan depan single kalian, Koisuru Fortune Princess akan dirilis dan kita sedang kesulitan menunjuk center. Dua hal yang selama ini menjadi agenda rutin kita yaitu ‘Pencoblosan Senbatsu’ dan ‘Sutjleng Tournament’ tidak membuahkan hasil. Ini dikarenakan sihir hitam sudah berhasil meng-hacker acara kita. Sensei selaku wali kelas kalian dengan terpaksa memutuskan bahwa….”

“Glek!” semua menelan ludah, was-was dengan keputusan Akimotor-sensei. Sebagai idol grup, PRC48 selalu melakukan apapun yang diperintahkan oleh wali kelas mereka.

“Memutuskan bahwa…”

“Duh, tambah deg-degan nih,” Mayuyu White menarik nafas panjang.

“Bahwa…” suara Akimotor-sensei terdengar mengetril.

“Bertarung bersama si Kimi-wa-Dare-wo-Shiru?” batin Maritiana

“Mempelajari Patronus?” batin Yukobelle.

“Quidditch?” kata Tomoriel lirih.

Handshake bersama Dementor?” Acchanrella juga ikut membatin.

“Sensei akan….transfer kalian ke WNG48 Wonogiri Gunung Gandul woyo-woyo joss.”

“Apaaaaa?!!!”

Semuanya kaget bahkan Maritiana hampir terjatuh dari kursinya saking shock. Seisi kelas gaduhnya bukan main seperti pasar tiban.

“Ah, maap Sensei bercanda kok.”

GUBRAAAAAAAAKKK!!!!

Dengan wajah tidak berdosa Akimotor-sensei melanjutkan ceramahnya, “Kalian akan menjalani audisi lagi yang akan diadakan minggu depan di Theater pada pukul 2 siang. Kerahkan kemampuan sihir kalian masing-masing. Okai *rada alay* Sensei akan mulai mengabsen. Acchanrella..”

“Hadir!”

***** *****

SEMINGGU KEMUDIAN…

Seperti yang sudah dijanjikan, audisi ulang untuk menentukan center digelar di gedung Theater sekolah. Semua siswa sudah duduk berderet di backstage, menunggu giliran mereka dipanggil. Sebagian besar dari mereka sudah siap lahir batin. Mereka sudah membawa perlengkapan tempur, mempersiapkan kemampuan sihir mereka, bahkan ada yang sudah pergi ke rumahnya Ki Joko Baka buat minta jimat. Namun, tetap saja cemasnya nggak ketulungan.

“Yuuuhuuu! Peserta pertama silakan masuk ruangan!”

Acchanrella bergegas ke Theater. Dilihatnya Akimotor-sensei sudah duduk menghadap dirinya.

“Oce, silakan Acchanrella. Tunjukkan kemampuan sihir yang menjadi andalanmu.”

“Ba-baiklah Sensei, saya akan mulai,” Acchanrella yang sedikit gugup sempat hampir terjatuh karena wedges kaca-nya tersandung kakinya sendiri.

Acchanrella mengambil sapu ijuk yang sudah ia persiapkan dari rumah. Sapunya terlihat biasa.

Akimotor-sensei mengangkat sebelah alisnya, “Acchanrella, buat apa bawa sapu? Mau terbang?”

“Bukan, sensei,” Acchanrella menggeleng. “Sapunya buat GINIIII!!!!”

Sensei sampai melongo melihatnya. Bagaimana tidak, Acchanrella mengayunkan sapunya sembari berteriak, “SIM SALABIM! ONE TWO THREE FOUR!!! I WANT YOU! I LOVE YOU! I NEED YOU! Atama no naka gangan natteru myuujikku. Princess Rotation!!”

Seketika lantai Theater jadi bersih kinclong bangetz tak nampak debu sedikitpun.

Usut punya usut ternyata di rumah Acchanrella punya kerjaan part-time menjadi asisten rumah tangga.

Akimotor-sensei cuma bisa geleng-geleng. “Apa aku salah masukin dia, harusnya dia masuk di kelas PKK48.” Batinnya.

***** *****

“Peserta kedua, masuk yuuuukkkk!!!”

“Baik!” Mayuyu White terlihat sangat bersemangat. “Selamat siang!”

“Ayo, langsung saja dimulai.”

Tanpa basa-basi Mayuyu White mengeluarkan sebuah cermin dari keranjang yang dibawanya.

“Cermin, cermin, siapa cewek yang paling unyu sedunia?” tanyanya pada cermin yang dipegannya.

“Ah, takpikir dulu ya,” jawab cermin itu.

Mayuyu langsung cemberut, “Dasar cermin tidak berguna!”

Anou,” Akimotor-sensei menyela. “Ini kapan mulainya?”

“Oh, iya. Lho? Sejak kapan sensei di situ?”

“Lemot banget ni anak,” batin sensei.

“Baiklah, cermin, cermin, datangkan tujuh kurcaci sekarang juga!” dengan polosnya Mayuyu mengayunkan cermin tersebut.

Seketika itu pula gedung Theater dipenuhi dengan asap tebal. Semua orang langsung mengalami batuk mendadak yang bervariasi. Batuk berdahak, batuk tidak berdahak, batuk kering dan batuk basah.

Lambat laun asapnya mulai hilang dan muncullah tujuh kurcaci yang tidak bisa disebut dengan kurcaci. Alih-alih kerdil dan berwajah kusut, tujuh kurcaci tersebut malah berwujud tujuh cowok nggantheng bangeds, bertubuh sekseh, berpenampilan keren layaknya boibend (baca: boyband) yang lagi ngetrend.

ONE TWO THREE FOUR!!! I WANT YOU! I LOVE YOU! I NEED YOU!” Mayuyu yang berdiri di tengah memimpin mereka bertujuh untuk menyanyikan Princess Rotation versi mereka. Penampilan mereka bisa dibilang sempurna. Dari koreografi yang sudah dimodifikasi, suara 1 2 3 yang berbaur dengan mengagumkan layaknya penyanyi papan penggilesan. Namun, tiba-tiba lirik berubah menjadi….

Sou sa hyaku paasento yuuki. Mou gambaru shika nai sa. Kono sekai juu no genki dakishime nagara. Hey! Hey! Princess Rotation!”

“STOP!!!” Akimotor-sensei menghentikan mereka. “Kenapa kalian malah nyanyi Yuuki 100% lagu milik agensi saingan sebelah?”

Gomennasai, sensei,” Mayuyu berkata dengan malu-malu. ”Mayuyu tadi memang minjem anak-anak dari agensi sebelah habis nggantheng bangets sih. Yang ini keren bangetz kayak Ryosuke Yamada. Terus Mayuyu nggak tahan pengen nyulik satu. Eh, malah dapet bonus enam. Ya udah.”

Akimotor-sensei tampak murka, “MAYUYU WHITE! Kalau tidak segera mengenyahkan tujuh cowok kece ini. Sensei akan mengirimmu ke WNG48 Wonogiri gunung gandul woyo-woyo joss.”

“Ba-baik sensei,” Mayuyu tampak gontai menggiring tujuh cowok unyu itu keluar dari gedung Theatre.”

***** *****

“Selanjutnya, peserta ketiga!”

Dengan bergegas Takamulan memasuki ruangan. “Halo, Sensei. Saya Takamulan siap diaudisi kembali.”

“Okailah kalau begichu *alay-nya kumat*” Akimotor-sensei mempersilakan Takamulan beraksi.

“BIM SALABIM!”

Asap kembali memenuhi Theater namun kali ini asapnya tiga kali lebih pekat. Sehingga semua orang sudah tidak terbatuk-batuk lagi, mereka sudah kejang-kejang sampai mulut bersabun.

Dengan kecepatan tiga puluh kilometer per jam asapnya lenyap. Dan Takamulan menghilang!

“HAH!” Sensei terkejut sampai melotot. “Takamulan, dimana?”

“Di sini, Sensei,” seorang pria bertubuh bak atlit angkat besi menjawab dengan suara parau. “Ini saya, Sensei.”

“Takamulan? Kaukah itu?” Akimotor-sensei tidak percaya kalau dihadapannya Takamulan. Hingga ia maju ke depan dan mengamati pria tersebut dari ujung kaki sampai pucuk ubun-ubun.

“Ya, Sensei. Inilah ilmu sihir yang paling saya kuasai.” Takamulan menjawab dengan keyakinan yang amat sangat. “Dengan wujud pria berotot ini saya jadi bisa roll depan, roll belakang, kayang, sikap lilin, meroda sampai SKJ48 anu maksud saya SKJ 2000.”

Akimotor-sensei memandang Takamulan dengan heran.

“Ah, iya Sensei, saya juga jadi lebih jago menyanyi. ONE TWO THREE FOUR!!! I WANT YOU! I LOVE YOU! I NEED YOU! Atama no naka gangan natteru myuujikku. Princess Rotation!!

NGGIIIIIIIINGGG!!!!

Mic langsung berdenging karena suara Takamulan versi pria sangat sangatlah bersuara pria nan menggelegar membahana.

“Hentikan!!!” Akimotor-sensei menutup kedua telinganya. Tak hanya ia, seluruh orang yang ada di sekitar Theater juga melakukan hal yang sama. Bahkan tikuspun sampai mengungsi dari Theater dan trauma kembali lagi.

“Ma-maf,” Jawab Takamulan tergagap.

“Takamulan, kalau kau tampil dengan seperti itu malah akan menakuti Kwota. Mereka lebih menyukai cewek yang kawaii dengan rok pendek. Kalau kamu sih harusnya masuk agensi sebelah yang yang isinya cowok-cowok kyut nan imyut gichu lhoh.”

Takamulan merasa sedih karena audisinya gatot alias gagal total.

***** *****

“Ayo, peserta keempat. Silakan memasuki ruangan grak!!”

Tomoriel yang sudah datang jauh-jauh dari negeri seberang dikenal sebagai cewek yang nyentrik di setiap penampilan. Begitu pula hari ini, ia sudah dandan mlipir dengan rambut yang tersisir rapi.

“Selamat siang, Sensei,” ia menyapa dengan ceria. “Jigoshokai dulu ya, Sen. Saya Tomoriel, hobi berenang dan diving, keahlian sama dengan hobi, hewan peliharaan ubur-ubur, kerang, teripang, bulu babi dan paus hidung botol, cita-cita ingin melanjutkan studi di bidang kelautan.”

“Kau bilang keahlianmu berenang dan diving?”

“Betul sekali, Sensei. Bahkan saya bisa sihir merubah wujud.”

“Wokey, sensei jadi penasaran.”

“Tapi, Sensei bisa bantu kan?”

Akimotor-sensei mengangguk. Mereka bersama-sama bilang, “Bim salabim jadi apa prok prok prok!”

CLING! CLING! CLING! Muncul suara kayak di film Barbie.

Tomoriel sekarang berubah menjadi duyung. Ia mengepak-ngepakkan siripnya yang beautiful berwarna keperakan.

“Bagaimana Sensei? Keren kan?” ia tersenyum.

“Tomoriel, kalau kau jadi duyung gimana bisa njoget?”

“Oh, iya ya,” garuk-garuk kepala.

“Sudah cukup, kamu sudah bisa meninggalkan ruangan,” Akimotor-sensei sedikit geram sampai mengelus dada.

“Tapi sensei, saya nggak bisa jalan kalau jadi duyung. Sensei bantu sekali lagi ya biar saya bisa punya kaki lagi. Pake’ mantra ‘bim salabim jadi apa prok prok prok’ itu lho sen. Gampang kok.”

“Tidak!” langsung dijawab tegas oleh sang sensei.

“Terus saya keluarnya gimana donk?”

“STAFF!!!” Akimotor berteriak memanggil dua staff yang bertugas. “Angkat Tomoriel keluar.”

Alhasil, Tomoriel digotong oleh staff menuju backstage karena tak sanggup berenang di lantai kayu.

***** *****

“Peserta kelima! Ayo kita kemon!”

Parurora adalah peserta berikutnya. Ia memasuki stage dengan terhuyung-huyung karena ia membawa benda aneh yang kelihatannya sedikit berat.

“Parurora, kau bawa apaan tuh. Kasih tahu donk,” Akimotor-sensei lagi penasaran tingkat akut.

“Mau tahu aja apa mau tahu banget?”

“Haduh, maksa banget ni anak,” batinnya.

“Sensei jawab donk, mau tahu bangetz apa mau tahu beuds?”

“Ya udah sensei mw tw bgt *pake bahasa es-em-es*”

“Ini itu benda yang sangat terkenal di kampung halaman saya. Seluruh rakyat saya mahir menggunakan benda ini. Sebenarnya benda ini sangat berguna sekali tapi entah kenapa benda ini kemudian terlarang digunakan kembali. Semua rakyat kalau saya lihat sangat menderita tapi yah apa boleh buat ya, sensei. Saya sebenarnya pusing delapan keliling karena penasaran dengan benda ini tapi susah menemukan. Namun akhirnya saya bertemu dengan seorang nenek-nenek memberikan benda yang saya idam-idamkan sejak lama lalu…”

Sensei yang kepalanya sudah mendidih memotong pensil menjadi dua saking jengkelnya. “Langsung to the point! Nama benda itu apa?”

“Ah, gomen ne summer eh gomen ne Sensei saya kebablasan. Ini namanya alat pemintal. Sensei sih nggak tanya dari awal.”

“Udah tanya dari tadi kaleeeeeee.”

“Hehehe.. ini jadi keahlian saya padahal saya baru belajar dua menit yang lalu lho,” bangga banget.

Belum lima detik mencoba alat pintal itu, Parurora sudah memekik kesakitan. Ternyata jarinya lentik tertusuk jarum tanpa sengaja. Setengah menit kemudian ia mulai mengantuk.

Akimotor-sensei mulai panik,”Ini pasti gara-gara nenek itu. Kau pasti terkena sihir hitam.”

“Sensei yakin?” mata Parurora sudah jadi setengah watt.

“Tentu saja! Ini seperti dongeng Sleeping Beauty itu lho.”

Anou, sebenarnya, saya yang salah.”

“Tidak! Jangan mati Parurora! Jangan kau menyalahkan diri sendiri di saat-saat seperti ini. Sensei kesulitan cari pangeran.”

“Bukan itu maksud saya. Tadi karena sangat nervous perut saya jadi kontraksi. Terus saking nggak konsennya saya malah mimun obat tidur. Padahal saya berdoa supaya nggak tertidur pas audisi. Eeh kok jadi gini.”

“Emang kau minum berapa butir?”

“Lima.”

“Yah, dosisnya kebanyaken. Dasar dodol!” garuk-garuk dengkul.

Pada akhirnya Parurora jatuh tertidur dan tidak bisa menyelesaikan audisi dengan baik dan benar. Bahkan dia belum mengeluarkan ilmu sihir andalannya yaitu ‘gokigen yo!’. Lalu dia bisa berubah menjadi murid Cattleya High School dan mendadak jadi ahli silat ala si pitung melawan anak-anak agensi sebelah yang menjadi murid di Bakada High School. Tapi keinginannya kandas *kayak judul lagu dangdut* begitu saja.

***** *****

“Peserta nomor enam, marilah kemari hey hey hey.”

“Ya, Sensei! Saya Yukobelle sudah ready dari tadi!” Yukobelle berjingkat memasuki stage dengan semangat empat delapan anu maksudnya empat lima.

“Wow tenan! Sensei lihat kamu sudah benar-benar siap yach.” Kata Akimotor-sensei.

Yukobelle mengangguk. Tentu saja dia siap, bagaimana tidak saking semangatnya dia membawa kardus super besar berisi bermacam perlengkapan dapur seperti teko, piring, mangkok, sendok, garpu, sumpit, kompor gas, kompor minyak, kompor listrik, wajan, penggorengan, irus, telenan, uleg-uleg, erok-erok dan masih banyak lagi. Pokoknya lengkap banget melebihi tukang kredit langganan ibu-ibu perumahan.

“Tapi, kamu mau audisi atau mau demo masak?”

Anou, sebenarnya ini tadi titipan dari ibu-ibu arisan.”

“Ya sudah, cepatlah dimulai”

Yukobelle mengeluarkan beberapa barang dari kardusnya diantaranya teko, lilin, sapu dan jam weker. Lalu ia menjajarkannya dengan rapi di stage Theater. Kemudian ditariknya tongkat sihir dari balik seifuku-nya. “Saya akan mengubah benda-benda ini menjadi manusia.”

“Hmm, menarik.” Akimotor-sensei terlihat antusias.

“BIM SALABIM! ONE TWO THREE FOUR!!! I WANT YOU! I LOVE YOU! I NEED YOU! Atama no naka gangan natteru myuujikku. Princess Rotation!!

Sembari menyanyi dan menari, Yukobelle mengayunkan tongkatnya ke arah benda-benda tadi.

CLANG! CLING! CLUNG! CLENG! CLONG!

Benda tadi berhasil diubahnya menjadi mas-mas handsome dan jago nge-dance seperti agensi sebelah. Mas-mas itu bisa mengikuti lagu Princess Rotation dengan lincah, luwes dan lentur kayak penari ular. Semakin lama Yukobelle-pun menjadi bertambah bersemangat. Ia masih mengayun-ayunkan tongkatnya dengan penuh tenaga. Masih terdengar suara ‘clang cling clung cleng clong’ terus menerus tanpa putus.

Begitu lagu selesai. Yukobelle dan keempat mas-mas tersebut celingukan mencari Akimotor-sensei yang tiba-tiba lenyap.

“Akimotor-sensei, Anda ada dimana?”

Tak ada sahutan. Yukobelle menjadi kecewa karena ia pikir Akimotor-sensei sudah pergi meninggalkannya saat ia bernyanyi karena tidak suka dengan penampilannya bersama anak-anak yang mirip agensi sebelah.

Namun, ternyata…

“Ah, siapa yang meninggalkan lightstick di Theatre?” salah seorang mas handsome tadi mengambil lightstick yang menggelundung di bawah meja Akimotor-sensei. Lightstick itu masih menyala, memancarkan warna hijau stabilo yang terang dan begitu diamati lightstick tersebut bertuliskan ‘Yasushah Akimotor’.

“Hah? Jangan-jangan tadi tanpa sengaja aku mengubah Akimotor-sensei menjadi lightstick,” kata Yukobelle. “OH MAI GOT!! Jaminan gagal nih.”

Benar yang dipikirkan Yukobelle meski ia sudah berhasil mengubah Akimotor-sensei menjadi bentuk semula dengan selamat namun ia gagal audisi gara-gara kecerobohannya sendiri.

***** *****

Number seven, come in!” *tumben pake English*

Giliran selanjutnya adalah Jasmina Matsui. Kali ini ia mengenakan baju ala timur tengah. “Saya Jasmina Matsui transferan dari SKA48, Surakarta. Yoroshiku onegaishimasu.”

“Jasmina Matsui, lakukan yang serius. Sensei capek jadi lightstick untung nggak ada Kwota yang lewat. Nanti encok Sensei bisa kumat karena di-WOY WOY WOY gicthu lho.”

“Iya, Sensei. Saya membawa sesuatu yang akan membuat Sensei bahagia.” Kata Jasmina mengeluarkan lampu gosok berwarna keemasan.

“Oh, begitu ya. Yang membuat Sensei bahagia. Apa itu?” Akimotor-sensei terlihat tertarik dengan benda yang dibawa Jasmina.

Lalu Jasmina menggosok lampu tersebut dengan lembut. Mulutnya berkomat-kamit seperti mbah dukun lagi baca mantra. Dan….

WUUUUSSSSSSS!!!

Berhembus angin topan dan sedetik kemudian muncullah seorang jin yang wajahnya nggak mirip Jin Akanishi. Menurut Jasmina, sekarang nggak jaman jin berwarna biru muda dan berperut gendut. Jadi jin milik Jasmina ini berkulit mulus karena rajin ke salon kecantikan dan berperut six-pack karena rajin nge-gym. Nggantheng bangets kayak member dari ‘Hei! Katakan! LOMPAT’ dan ‘Zona Seksi’, idol besutan agensi sebelah.

“Wow! Kyuuuutt bangedz kayak akyu jaman moeda doeloe,” Akimotor-sensei (yang lebay-nya kumat) sungguh terpana melihat kengganthengan jin itu.

“Terimakasih Sensei. Jin saya memang berniat audisi boibend tapi saya-nya yang nggak boleh. Nyari jin yang kayak gini susah banget lho, Sen.”

“Wokey, nggak apa-apalah. Lalu apa yang akan kau lakukan dengan jin nggantheng ini?”

“Jin saya bisa mengabulkan tiga permintaan. Silakan Sensei ajukan apa saja.”

“Hmm, apa ya,” Akimotor-sensei sedang berpikir keras. “Aha! Bagimana kalau ubah Sensei jadi langsing dan cute seperti cowok-cowok agensi sebelah donk. Pliiiis.”

“Waduh, susah, Tuan. Saya tidak bisa merubah Anda menjadi langsing dan kawaii seketika.” Jawab jin geleng kepala.

“Lho? Kenapa? Kan katanya bisa mengabulkan tiga permintaan apa saja.”

“Iya, itu keahlian saya, tapi saya tidak terima dengan cara instan seperti itu,” wajah jin berubah jadi sedikit serius. “Anda tidak boleh begitu, Tuan. Saya saja pergi nge-gym seminggu empat kali dan ke salon seminggu tiga kali buat spa lumpur, manicure, pedicure, creambath, totok wajah, masker bekicot dan treatment ubur-ubur. Gimana kalau Tuan ke salon bersama saya. Kalau datang tujuh kali dapat diskon 40% lho. Apalagi kalau recommend dari pelanggan tetap seperti saya ini harganya bisa jauh lebih murah.”

“Oh, ya?” Akimotor-sensei sangat bersemangat. “Dimana tuh?”

“Itu lho, Tuan tahu Cafe terkenal Akabe Forti Eg? Lha depannya itu kan ada jalan raya Tuan lurus aja, terus belok ke kanan, ke kiri lalu ke kanan lagi dan ke kiri lagi. Setelah itu ada selokan kan, Tuan loncat dulu lalu mundur tiga langkah, jalan ke kanan empat langkah ke kiri delapan langkah. Nah, di situ ada salon yang saya maksud.”

“Kok kayak nyari harta karun ya. Tapi ya sudahlah nanti pulang acara Sensei mau ke sana ah. Jasmina ikut nggak?”

Jasmina yang sudah murung memojok di tepian, “Sensei, kok nggak jadi audisi sih.”

“Waduh, maaf Sensei lupa,” Akimotor-sensei yang sudah lupa tujuan utama hanya bisa tepuk jidat karena Jasmina sudah ngambek, nangis gulung-gulung nggak mau audisi. Ia merasa ‘dibuang’ oleh sang jin handsome bangedz tadi.

***** *****

TIGA JAM KEMUDIAN…

Akimotor-sensei berdiri di stage Theatre dengan penampilan yang acakadul. Sementara itu, seluruh siswa dari kelas PRC48 sudah duduk di bangku penonton. Mereka cemas menunggu pengumuman hasil siapakah yang berhak menyandang posisi ‘center’ untuk single terbaru mereka ‘Koisuru Fortune Princess’.

Sebenarnya dari wajahnya sudah tergambar jelas betapa kecewanya Akimotor-sensei dengan anak didiknya. Bagaimana tidak setelah Jasmina Matsui, peserta berikutnya juga tidak ada yang betul.

Seperti Harunzell yang sihirnya ada di rambutnya yang luar biasa panjang malah kesrimpet rambutnya sendiri dan terjatuh glundhungan waktu menyanyikan lagu ‘Princess Rotation’.

Lain halnya dengan Maritiana yang punya keahlian mengubah dirinya menjadi katak yang cantik jelita kayak Barbie. Namun, karena ia sudah lama tidak mengamalkan ilmunya itu, ia hanya berhasil mengubah kepalanya saja. Akimotor-sensei langsung pingsan seketika saking kagetnya melihat wujud Maritiana dengan kepala katak yang rambutnya pirang dan bibirnya mblingir bak Barbie kena sariawan.

“Ehem,” Akimotor-sensei berdeham sembari mengecek mic-nya bersiap untuk mengumumkan. “Cek cek satu dua tiga empat delapan. Cek cek cekcok. Baiklah, karena kalian sudah menempuh audisi yang hasilnya lumayan bikin Sensei sport jantung. Maka, dengan terpaksa Sensei akan mengumumkan bahwa center untuk single kali ini adalah…SAYA SENDIRI!”

“WHAAAAAAAAAAAAAAAAATTTTT????!!!!!!!!”

Semua terkaget-kaget mendengar pernyataan itu bahkan ada yang teriak-teriak dan nangis minta balon *nggak ada hubungannya kaleee*.

“Sensei sudah capek,” kata Akimotor-sensei frustasi. “Kalian sudah kelas tiga mau ujian nasional tapi kok sihirnya dangkal banget sih.”

Di antara keributan para siswa yang tidak terima dengan hasilnya. Tiba-tiba muncullah seseorang gadis dengan rambut dikuncir dua, dilihat dari seifuku-nya ia berasal dari sekolah lain.

“Akimotor-sensei! Izinkan saya ikut audisi. Pliiiis boleh ya,” kata gadis tersebut. Kontan kegaduhan mereda mendadak.

Tanpa pikir panjang Akimotor-sensei menyetujuinya. Lalu tibalah sang gadis itu beraksi di atas stage. Puluhan pasang mata menatapnya dengan tajam.

Konnichiwa! Perkenalkan, nama saya Usagi Tsukino dari Jepang baru pindah ke sekolah ini lima menit yang lalu. Cita-cita ingin menjadi idol. Meski saya anak baru banget, tapi saya sudah punya sedikit ilmu sihir yang saya pelajari secara cuma-cuma. Baiklah saya akan berubah wujud dengan bantuan benda ini.”

Usagi mulai mengambil brosnya lalu…

“MOON PRISM POWER MAKE UP!!” Usagi berteriak sambil mengangkat brosnya tinggi-tinggi.

Ting…ting…ting…ting…ting…(intro lagu Sailormoon maksudnya).

“WAAAAA!! WOOOO!!! WOY WOY WOY!!!”

Semuanya terpukau karena dalam hitungan detik Usagi sudah berubah. Kemudian ia menyilangkan tangannya dan…

“Aku pahlawan pembela kebenaran berpakaian pelaut, Sailormoon. Dengan kekuatan bulan aku akan menjadi seorang idol!”

“Wow! T-O-P B-G-T!” *kok masih jaman kata-kata kayak gini yach*.

Akimotor-sensei bertepuk tangan dan diikuti oleh siswa-siswanya yang gagal audisi. Mereka terkagum-kagum dengan kemampuan sihir Usagi yang sangat jauh lebih keren dibanding dengan member PRC48.

Sudah diputuskan oleh Yasushah Akimotor-sensei, sang wali kelas bahwa Usagi Tsukino ditunjuk menjadi center sekaligus captain sekaligus make-up artist sekaligus bagian kostum sekaligus bagian aransemen lagu sekaligus bagian teknisi dan masih banyak lagi karena kemampuannya berganti kostum dengan cepat dan bisa menciptakan ting…ting…ting… tadi tanpa adanya kaset ataupun CD player.

Dan akhirnya single Koisuru Fortune Princess-pun meledak di pasaran karena memang bonus CD-nya adalah petasan. Dengan Usagi Tsukino menjadi center baru yang langsung menjadi idola di kalangan Kwota. Bahkan dengan kepopuleran Usagi yang memuncak, Akimotor-sensei menciptakan sister group baru bernama STS48 (singkatan: Sistem Tata Surya) yang terdiri dari teman-teman Sailormoon yaitu Sailor Mars, Sailor Jupiter, Sailor Venus, Sailor Mercury, Sailor Uranus, Sailor Neptunus, Sailor Pluto, Chibi Usa, Princess Serenity, Voldemort eh bukan.

Dan akhirnya mereka hidup bahagia selamanya.

THE END

Disclaimer

  • AKB48
  • Walt Disney Pictures
  • Harry Potter by J.K. Rowling
  • Bishoujou Senshi Sailor Moon by Naoko Takeuchi
  • Johnny’s Entertaiment
  • Shiritsu Bakaleya Koukou (NTV)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s