Teruntuk Cinta Pertamaku, yang Bisa Dipandang Namun Tak Mampu Diraih

Teruntuk Cinta Pertamaku, yang Bisa Dipandang Namun Tak Mampu Diraih

Dear you…. (by http://www.hbc333.com/)

Dear Cinta Pertamaku, …

Halo, apa kabar? Semoga sehat selalu dan kerjaanmu lancar. Hari ini aku menulis surat spesial untuk menumpahkan seluruh isi hatiku kepadamu. Karena aku payah dalam mengungkapkan perasaan. Jadi biarlah jari ini yang berbicara.

Cinta Pertamaku, sebelas tahun yang lalu aku duduk di kelas yang sama denganmu. Memakai seragam putih abu-abu dan dandanan sangat sederhana yang cenderung kelabu. Awalnya aku tidak terlalu memperhatikanmu. Tapi aku ingat, suatu ketika kau duduk di belakangku. Karena hal-hal sepele kau jadi kerap sekali memanggil namaku. Secara tidak langsung aku jadi ‘melihat’ bahwa dirimu ada. Sejak saat itulah entah mengapa ada yang selalu menarik perhatianku ketika aku berada di kelas. Ya, itu kamu.

Cinta Pertamaku, sepanjang tahun itu aku selalu berpura-pura menanyakan sesuatu agar kesempatan sapa selalu menyatu. Kau mencuri perhatianku. Pun ketika kita naik dan belajar di kelas yang sama. Sifatmu yang cuek dan egois tak menyurutkan ketertariakanku padamu. Namun mulut ini tak mampu untuk berucap merangkai kata yang terpatri di relung hati. Mengangsurkan cerita kepada sahabat? Oh, itu sesuatu hal yang mustahil karena dirimu terlalu buruk di mata mereka. Aku tidak ingin mencetak masalah di antara persahabatan kami.

Biarlah rasa ini terkubur dalam-dalam hingga aku melepas atribut putih abu-abuku.

Cinta Pertamaku, tanpa kau tahu, kau memenuhi pikiran selama bertahun-tahun kemudian. Berharap kau tiba-tiba muncul dan menyapaku dengan wajah ceria dan membicarakan kegiatan masing-masing hingga tak ingat waktu. Namun nihil, tak ada kontak, tak ada kabar. Aku terhanyut dalam ketidakpastian. Ah, aku ingat! Kita pernah bersapa di dunia maya dan layar handphone tapi hanya sekejap mata. Ya, sekejap saja. Bodohnya aku selama itu terlalu bermimpi kau akan menyukaiku juga. Selama itu juga aku berharap menemukan seseorang yang mirip denganmu sebagai pengganti. Sulit.

Cinta Pertamaku, genap tahun ke sepuluh kupendam rasa ini. Tak kusangka Tuhan menunjukkan kuasanya. Tanpa sengaja kudipertemukan kembali denganmu. Kau tahu, kau terlihat sama seperti terkakhir kali aku berjumpa denganmu namun kau sedikit lebih keren kurasa. Kau tak pernah tahu, kalau saat itu jantungku bergemuruh kencang. Dengan menahan rasa gugup nan canggung, aku berusaha berbicara senormal mungkin. Pertemuan itu membawaku ke dalam sebuah keyakinan yang pada akhirnya kuakui salah.

Cinta Pertamaku, setahun berikutnya kubulatkan tekad untuk menuntaskan ketidakpastian ini. Aku ingin menumpahkan semua rasa yang kusimpan ini kepadamu. Biar kau tahu segalanya, segala sesuatu yang tidak pernah kuceritakan kepada siapapun.Β Apapun responmu nantinya, aku ikhlas dan legowo. Yang kupinta hanya kesempatan, kesempatan bertemu denganmu sekali lagi.

Meskipun suara ini serasa tercekat di kerongkongan, membangkang tidak ingin keluar. Aku memaksanya untuk meluncur. AkuΒ harusΒ melakukannya. Dan akhirnya aku mengatakannya. Aku ingat wajahmu kala itu. Kaget dan tak percaya. Haha, saat itu aku tersadar betapa tipisnya jarak antara bodoh dan setia.

Cinta Pertamaku, lunas sudah hutang pada diriku sendiri. Tuntas sudah perasaan menahunku ini. Terimakasih telah mengukir kenangan indah dan melukis kesempatan, kesempatan untuk merasakan eloknya menyukai seseorang dan pahitnya mencinta dalam diam.

Maka rasa setia ini akan kupindah dan kuberikan kepada pria yang benar-benar pantas mendapatkannya.

Selamat tinggal, Cinta Pertamaku. Kan kutemukan Cinta Terakhirku. Suatu saat nanti.

Note: Artikel ini dibuat hanya untuk kesenangan semata jadi nggak usah dibawa serius. Penulis tidak bertanggung jawab atas kesamaan ide dan pengalaman yang sedang kalian alami. Salam peace.hehe…. ^_^ v

Advertisements

5 thoughts on “Teruntuk Cinta Pertamaku, yang Bisa Dipandang Namun Tak Mampu Diraih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s