Kunjungan Super Singkat ke Edupark Intan Pari

Kunjungan Super Singkat ke Edupark Intan Pari

Pesawat di Edupark Intan Pari

What is Edupark Intan Pari?

Edupark Intan Pari adalah wahana edukasi dirgantara dan wahana pariwisata yang terletak di Jl. Gatot Subroto, Gaum, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57716. Buka setiap hari terutama hari libur di jam 06.00–17.30. Pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 5,000 untuk bisa masuk ke area ini. Lima ribu itu maksudnya empat ribunya untuk ke kolam renang dan seribunya untuk nonton pesawat. Kalau ingin menikmati theater 3D cukup membayar Rp 20,000.

Kolam renang di Edupark Intan Pari ini udah berstandar nasional. Dibagi menjadi dua area yaitu kolam dengan kedalaman 50 meter dan kolam dengan kedalaman 130 dan 215 meter. Fasilitasnya sudah komplit, ada toilet, ruang ganti terpisah perempuan dan laki-laki, warung makan, persewaan ban dan pelampung. Bahkan ada pelatih resminya juga buat para pengunjung yang nggak bisa berenang dengan biaya terjangkau.

Di bagian edukasi dirgantara ada sebuah pesawat jumbo jet berkapasitas 100 penumpang dengan tulisan Karanganyar Air (dulu Lawu Air Karanganyar). Pesawat ini dulunya bekas dari peaswat Batavia Air berjenis Pesawat Boing 737 – 300. Dan satu lagi, ada helikopter dengan pintu yang terbuka, jadi bisa foto di dalamnya.

Kunjungan Super Singkat

Outing Class Bareng Anak-anak

Aku nggak pernah piknik sesingkat ini. Bahkan lebih singkat ketimbang perjalananku dengan kereta Batara Kresna ke Wonogiri. Bayangkan saja sebelum matahari berada tepat di atas kepala, aku beserta rombongan udah nyampe di sekolah. Jadi begini ceritanya…

Hari Kamis tanggal 15 Desember 2016, sekolahku mengadakan piknik untuk anak-anak kelas I hingga kelas V. Berhubung kebanyakan pesertanya kelas bawah maka dipilihlah destinasi wisata yang cukup dekat. Sebelumnya kelas bawah udah pernah mengunjungi Museum Sangiran di Sragen untuk outing class perdananya. Khusus kelas VI memang nggak disertakan soalnya mereka belum bisa ngikut outing class sebelum Ujian Sekolah berakhir. Tapi outing class plus perpisahan mereka udah direncanakan. Rencana sih pergi ke Museum Dirgantara dan Pantai Parangtritis.

Di sekolah tempatku mengajar udah dibentuk paguyuban yang tugasnya menagurusi masalah sewa bus, iuran, dan konsumsi. Waktu itu sih per anak bayar Rp 50,000. Jika ingin didampingi orang tua atau saudara boleh tapi biayanya double. Guru-guru tinggal terima jadi dan cukup membawa diri (dan juga uang). Seragam yang mereka kenakan adalah seragam olahraga yang berwarna hijau dan oranye (memang ada dua tipe), untuk guru-gurunya juga seragam kaos berwarna biru.

Pagi itu, kami berkumpul di sekolah pukul 7. Anak-anak digiring ke dalam kelas masing-masing untuk dipresensi dan dibagikan konsumsinya. Setelah itu anak-anak masuk di bus sesuai dengan kelas. Saat itu, sekolah kami menyewa 4 buah bus. Aku kebagian masuk si bus A bersama wali kelas I. Masuk di bus yang isinya kelas I dan II itu paling menyengkan kalau menurutku. Soalnya anak-anak kan udah ada yang dampingi entah itu orang tua atau saudara. Jadi nggak begitu repot kalau ada yang mabuk darat atau butuh sesuatu.

Aku duduk di depan samping pak sopir yang sedang bekerja~ #MalahNyanyi. Jadi aku bisa menikmati perjalanan menuju ke Karanganyar. Jalan bisa terlihat jelas dari depan sini.

Nggak butuh waktu lama sampai di Edupark Intan Pari, cuma sekitar kurang dari satu jam. Edupark Intan Pari ini memiliki parkir yang luas bus sekolah kami muat terparkir di sana. Yang kami tuju pertama kali adalah wisata edukasinya. Nonton pesawat yang berhenti. Ada dua yang bisa kami amati yaitu sebuah pesawat Karanganyar Air dan sebuah helikopter. Udah itu doank.

Salah satu guru meminta aku and the genk (grup guru WB; 4 members) untuk membuat permainan mirip outbond gitu. Wah, kenapa nggak bilang dari kemarin jadi kami bisa persiapan nanyain Mbah Google dulu. Tapi untungnya kami ada ide untuk permainan yang bisa dilakukan oleh orang banyak secara berkelompok. Aku nggak tahu nama permainannya apa. Tapi cara mainnya begini: dibagi 5 kelompok dengan anggota 10 orang atau lebih. Setiap kelompok wajib menyusun barang entah itu sandal, tas, sepatu, botol minum, buku dan bahkan orangnya juga. Disusun memanjang jadi kelompok yang paling panjang yang menjadi pemenangnya. Selain itu, kami juga mengadakan lomba yell-yell paling gokil.

Game-nya kayak begini

Tapi game kami kacau balau karena miskomunikasi. Belum selesai permainan tersebut, beberapa anak udah dipanggil untuk nonton di theate 3D sesuai dengan kelas. Kelas I – III seluruhnya udah menonton. Ada yang nangis sambil teriak-teriak. Emang seserem apa sih? Jadi penasaran. Kelas I – III mulai masuk ke kolam renang sedangkan kelas IV dan V masih mengantre di depan theater 3D. Game-nya gimana? Bubar jalan! Ya udah deh, penting udah usaha.

Setelah itu aku dan guru-guru lain juga menunggu giliran untuk nonton 3D. Nunggu itu bikin jenuh. Karena guru dapat giliran terakhir maka aku and the genk memutuskan untuk foto-foto dulu di depan pesawat. Jujur aku penasaran sama bagian dalam pesawat Karanganyar Air itu seperti apa atau sudah dimodifikasi. Begitu masuk di pintu dekat kokpit, aku langsung keluar. Nggak tahan sama bauya, panas pula. Nggak ada AC-nya jadi pengunjung pasti ogah lama-lama di dalam. Helikopternya juga kurang terawat. Tapi masih keren kok buat difoto.hehehe..

Karanganyar Air

Helikopter

Ada Beginian ya?

Tak lama menunggu, kloter terakhir mendapat giliran untuk menikmati video 3D. Ruangannya mini kayaknya sih cum diisi sekitar 20 atau 30 kursi dan setiap baris ada 5 atau 6 kursi. Nggak terlalu memperhatikan soalnya lampu sudah dimatikan. Ada beberapa anak dari kelas V ikut rombongan terakhir. Video yang diputar ada 5 macam dengan durasi sekitar 5 menit mungkin. Aku lupa.hehe… Jadi ada video yang menampilkan kehidupan zaman dinosaurus, under water, naik sejenis roller coaster di padang pasir, hingga masuk rumah hantu. Cuma yang masuk rumah hantu gambaranya nggak terlalu jelas. Jadi meskipun pakai kacamata 3D tapi gambarnya kelihatan double. Setelah keluar theater 3D pada ngeluh pusing. Yaiyalah, kan tadi habis jumpalitan naik roller coaster.haha…

Habis itu aku beserta rombongan pergi ke kolam renang. Nggak berenang sih cuma duduk-duduk di tribun berundak lihat orang renang. Nggak minat lagian nggak bisa renang juga.haha.. Sebagian anak-anak kelas bawah ada yang udah selesai berenang. Jadi tinggal jajan-jajan gitu. Waktu aku ke sana ternyata di situ ada pelatihan keselamatan dalam air yang dilakukan oleh calon-calon pramugari.

Kolam Renang

Belum juga jam 12, wali kelas I udah ngeributin minta pulang. Katanya sih mau pengajian atau apa. Nggak ngenak-enakin orang santai aja. Dia malahan meminta pak sopirnya pulang duluan karena di dalam bus, penumpangnya udah komplit. Duh!

Nggak seberapa lama sih, semua bus akhirnya pulang dan sampai di sekolahan sebelum adzan luhur berkumandang. Tapi nggak apa-apalah yang penting udah pernah ke Edupark Intan Pari.

My Review About Edupark Intan Pari

Sebenarnya ide dari Edupark Intan Pari ini bagus banget. Perpaduan antara wisata edukasi dan wisata rekreasi. Jadi bisa bersenang-senang dengan keluarga sekaligus bisa belajar. Untuk kolam renang udah bagus meskipun aku nggak bisa komentar masalah toilet atau ruang gantinya. Cuma di wisata edukasinya kurang greget kalau menurutku. Coba ada lebih banyak jenis pesawatnya. Anak-anak bisa lebih banyak belajar. Dan lagi untuk masalah perawatannya kurang maksimal, sayang banget ada bagian yang udah terkelupas atau hilang. Juga di dalam pesawat jumbo jetnya, semoga bisa diberi AC biar pengunjung betah berlama-lama selfie di dalamnya. Mungkin kedepannya bisa lebih baik. Tapi secara garis besar aku suka kok piknik ke sini.

A Half Day Budget

Karena aku pikniknya mendampingi anak-anak, jadi seluruh biaya ditanggung oleh pihak sekolah. Termasuk sudah dapet snack dan beberapa gelintir gorengan.

  • Tiket masuk: free
  • Tiket nonton 3D: free
  • Total pengeluaran: free

More Detail

Advertisements

2 thoughts on “Kunjungan Super Singkat ke Edupark Intan Pari

  1. kok gak ada foto yang didalem pesawat kak..keren banget, deket rumah ibu saya tapi malah blm pernah foto..
    soalnya dulu pas kesana pesawatnya masih baru..blm finishing

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s