Outing Class Perdana ke Sangiran dan Kedung Ombo

Outing Class Perdana ke Sangiran dan Kedung Ombo

Patung Arkeolog di Museum Sangiran

What is Sangiran?

Museum Sangiran adalah situs purbakala yang terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen dan berada di kaki Gunung Lawu. Pada tahun 1977 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkannya sebagai cagar budaya dan pada tahun 1996 giliran UNESCO yang menetapkan Sangiran sebagai situs warisan dunia.

Museum Sangiran memiliki 13,086 koleksi yang terdiri dari fosil hewan, binatang air dan fosil tumbuhan. Museum ini dibagi menjadi tiga tempat yaitu:

  • Ruang Pamer 1 bertema kekayaan Sangiran. Kebanyakan fosil-fosil yang ditemuak oleh G.H. Ralph von Koeningswald. Ada tengkorak kepala manusia purba serta dipampang juga teori Darwin.
  • Ruang Pamer 2 bertema Langkah-langkah Kemanusiaan. Di tempat ini sudah dilengkapi komputer, audio dan video.
  • Ruang Pamer 3 bertema Masa Keemasan Homo Erectus 500,000 tahun yang lalu. Di situ pula terdapat bagaimana jagat raya terbentuk.

Sangiran buka setiap hari kecuali hari Senin di jam 08.00 – 16.00. Untuk memasuki museum cukup membayar Rp 5,000 saja. Lima ribu itu maksudnya tiga ribu lima ratusnya untuk masuk museum dan seribu lima ratusnya untuk karcis parkir. Khusus wisatawan asing membayar Rp 7,500. Masih murah. Sedangkan jika untuk menonton pemutaran film cukup membayar Rp 60,000 di hari biasa atau Rp 70,000 di hari libur.

What is Kedung Ombo?

Kedung Ombo adalah waduk besar yang terletak di dua dusun yaitu Dusun Rambat dan Dusun Juworo, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. Waduk yang beroperasi sejak tahun 1991 ini secara administratif berada di 3 kabupaten yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Boyolali. Memiliki tinggi 96 meter dan panjang 1,600 meter seluas 4,500 hektar dengan volume air 723 juta meter kubik.

Waduk ini dimanfaatkan untuk irigasi, PLTA, perikanan, pariwiasata, mencegah banjir dan penampungan air. Fyi, Kedung Ombo itu berasal dari bahasa Jawa. Kedung berarti waduk sedangkan ombo berarti luas. Untuk memasuki kawasan ini cuma dipungut biaya parkirnya saja.

Outing Class Perdana di Museum Sangiran

The Homeland of Java Man (by http://www.3.bp.blogspot.com)

Kalau boleh jujur, aku itu nggak terlalu puas pergi piknik atau outing class sama anak-anak dan guru-guru lain yang beda generasi. Tahu sendiri kan, harus nginthilin anak-anak, harus stay focus sama anak-anak jangan sampai ada kejadian kecopetan, kaki kecemplung got atau ada murid yang harus jadi DPO (Daftar Pencarian Orang) karena hilang. Lalu guru-guru yang berasal dari genereasi lain itu biasanya cuma ongkang-ongkang alias seneng meminta kami yang masih young, beautiful, strong and wild ini untuk melakukan ini itu. Jadi nggak terlalu bisa menikmati obyek wisatanya atau bahkan sekedar foto gaje gitu.

Apalagi sekolah tempatku mengajar agak lain daripada yang lain. Dari dulu nggak pernah namanya mengagendakan outing class sama anak-anak. Nah, tiba-tiba sekolahku kedatangan kepala sekolah baru. Jadi akhirnya setelah sekian abad lamanya, sekolahku merasakan outing class juga. Tujuannya nggak terlalu jauh dari Solo. Entah kenapa pilihan sekolahku jatuh ke Museum Manusia Purba, Sangiran di Sragen. Begitu dengar mau outing class ke Sangiran, aku seneng banget soalnya belum pernah ke sana. Penasaran. Sama juga dengan anak-anak antusiasnya luar biasa. Hampir semua ikut. Maklumlah outing class perdana. Menurut mereka kegiatan ini adalah sesuatu yang baru. Piknik sekalian belajar di museum.

Yang ngikut kelas I – V saja. Kelas VI udah ada rencana dipiknikkan sendiri ke Jogja. Setiap anak membayar Rp 50,000 dan jika ingin didampingi orang tua atau saudara boleh tapi membayar sesuai dengan tarif di atas.hehehe…

Outing class perdana ke Sangiran dan Kedung Ombo diadakan pada hari Sabtu tanggal 16 April 2016. Ada 5 bus yang dipakai. Aku kebagian ke bus B dengan satu member genk-ku yang ikut, Mbak Rini dan Pak Guru Olahraga. Aku duduk di depan, samping si kembar dari kelas III. Mereka akur banget. Asyik deh samping mereka, nggak ngrepotin.

Bareng Si Kembar yang selalu akur

Bus sekolahku berangkat pagi jam 7 karena nanti masih dilanjutkan ke obyek wisata berikutnya yaitu Kedung Ombo. Beberapa wali murid mengikuti bus menggunakan sepeda motor karena jaraknya memang dekat. Dari Solo sampai ke Sangiran hanya berjarak 40 km. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Sangiran sedikit lama dari biasanya. Kebetulan jalanan baru mengalami perbaikan. Jadi yang dipakai hanya salah satu sisi jalan. Otomatis, bus yang gede harus bersabar untuk menanti giliran jalanan kosong supaya bisa dilewati.

Mendekati kawasan Sangiran, kontur jalan juga nggak terlalu bagus. Banyak lubangnya jadi di dalam bus serasa turbulensi gitu.haha… Gerbang masuk Sangiran ditandai dengan gading besar membentuk tanda silang dengan tulisan ‘Museum Purbakala/Manusia Purba Sangiran.’

Masuk Kawasan Sangiran (by https://sgimage.detik.net.id)

Sangirang saat itu udah dipenuhi dengan murid-murid SD dan SMP dari sekolah lain. Udah gitu ada yang mirip sama seragam sekolahku. Harus ultra focus, takut muridnya tertukar. -__-

Berhubung ini outing class yang pertama jadi persiapannya kurang. Guru-gurunya kurang penagalam juga. Kurang koordinasi. Sebenarnya megaphone-nya ada tapi pembagian tugasnya kurang jelas. Harus mengawasi kelas berapa dan siapa yang akan menjadi pemandu wisata dadakan. Jadi begitu anak-anak turun dari bus, langsung masuk berhamburan. Ada yang jalannya cepet-cepet, ada yang mengamati betul-betul, ada yang mencatat di bukunya, ada yang foto-foto, ada juga yang cuma mengomentari, “Wih, besar banget.” atau “Bu, ini manusia purbanya kok nggak pake baju?” Hampir saja kujawab, “Iya, nak. Dulu nggak ada tukang jahit.” #GuruSesat

Diorama Kehidupan Manusia Purba

Fase Perubahan Manusia Purba

Kerangka Binatang

Gading Gajah

Kerang Raksasa

Replika Catatan Harian Charles Darwin

Rajin Amat Kalian, Nak.

Aku mengamati rombongan dari sekolah lain yang udah terkoordinir dengan baik. Ada seseorang yang jadi leader-nya menerangkan apa yang sedang diamati. Mirip tur di museum-museum gitu. Lha ini, lihat aja cuma sekilas sembari jalan cepat menyusul anak-anak yang udah ke ruang pamer berikutnya. Guru-gurunya juga entah kemana ini. Padahal ini patung dan dioramanya keren banget. Kita bisa melihat kehidupan dan kegiatan manusia purba. Nggak nyangka dulu ada manusia kayak begini tinggal di bumi. Wow!

Tapi nggak bisa mengamati lama-lama. Nginthilin anak-anak nggak terasa, tahu-tahu udah keluar dari museum. Yowislah, aku memutuskan duduk-duduk aja sambil nungguin anak-anak yang belum keluar dan yang lagi beli oleh-oleh di deretan toko di bawah pohon beringin. Banyak sekali yang dijual di sana. Ada kaos, gelang, gantungan kunci dll. Kok ada anak yang beli bulu merak sebiji. Buat apa itu, Nak?

Nungguin Anak-anak Beli Souvenir

Outing Class Perdana di Waduk Kedung Ombo

Waduk Kedung Ombo (by http://www.pamungkaz.net)

Pukul sebelas lebih, rombongan bus sekolahku mulai beranjak keluar dari kawasan Sangiran. Beberapa anak memilih nggak ikut bus dan membonceng orang tuanya. Katanya mabuk darat dan pusing-pusing. Pantesan tadi di bus ada anak duduknya lemes, diem aja, pandangan lurus ke depan, keringat dingin terus tas plastik udah siap ditaruh di bawah dagunya. Ternyata mabuk tho. Akhirnya dia membonceng ibunya. Dan, anak-anak yang masih di bus bikin kericuhan cuma gara-gara anak yang bonceng ibunya kelihatan dan dadah-dadah ke temen-temennya. Ealah, nggak berfaedah amat -__-

Sesampainya di Kedung Ombo, rombongan berteduh di bawah pohon rindang sambil menunggu bus yang lain datang. Di situ ada mbokdhe-mbokdhe yang jualan kelengkeng berukuran kecil. Awalnya nggak tertarik sih. Oh, cuma kelengkeng, pikirku. Nggak niatan beli oleh-oleh. Tapi begitu tahu harga sebendelnya cuma 10,000 perak. Aku langsung beli dua. Beli dua aja udah dapet banyak. Jiwa kewanitaan yang nggak bisa dipungkiri.haha… ;D

Masih di kawasan parkiran, anak-anak duduk dan mendengarkan penjelasan tentang sejarah dan manfaat Waduk Kedung Ombo ini. Sebagian ada yang nggak fokus mendengarkan karena suaranya nggak terlalu terdengar. Pengeras suaranya cuma pake megaphone. Sementara itu, aku sibuk menikmati nasi ayam.haha…

Ini adalah kali kedua aku ke Kedung Ombo. Dulu yang pertama sama guru-guru juga tapi nggak sama anak-anak. Perginya hari Senin udah gitu masih pake seragam PSH dan pantovel pula. Nggak kebayang yang lihatin ekspresinya gimana. Guru-guru dari sekolah mana ini yang nyasar kesini. Greget bener ini mah.haha… Kali ini sih aku nggak terlalu antusias, aku dan Mbak Rini cuma duduk-duduk berteduh sambil minum es kelapa muda. Seger bener mengingat cuaca hari itu panasnya puool. Di Kedung Ombo sendiri ada banyak orang yang jualan ikan, warung-warung dan persewaan boat. Ngomong-ngomong tentang boat. Ada dua anak yang dipresensi nggak ada. Padahal semuanya sudah siap di dalam bus. Nggak tahu naik boat. Duh kirain tenggelam atau apa. Bikin panik aja.

Hari itu rombongan tiba di sekolah sekitar pukul lima sore. Yang bikin lama memang jalanannya yang sedang dalam perbaikan. Meskipun nggak terlalu puas tapi yang penting udah pernah ke Sangiran. Asyik!

My Review About Outing Class Perdana

Kali ini aku nggak akan me-review obyek wisatanya terlalu detail karena memang udah bagus kok. Museum Sangiran udah bisa mempresentasikan kehidupan di bumi jutaan tahun yang lalu. Lengkap dengan dokumen, fosil-fosil asli, patung dan diorama yang keren. Dilengkapi pula dengan audio, video dan komputer yang membuat museum ini lebih interaktif. Pencahayaannya juga pas banget kalo menurutku.

Tentang outing class perdana yang kurang koordinasi. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi. Sayang kan, yang namanya outing class kan belajar sambil rekreasi. Bagusnya sih anak-anak diberi tugas membuat laporan setelah kunjungan. Supaya mereka benar-benar mengamati. Dan bukannya asal lewat aja. Guru-gurunya ngapain aja sih ini. Fufufu~ #PuraPuraNggakDenger

A Day Budget 

  • Tiket masuk Sangiran: free
  • Kelengkeng: Rp 20,000
  • Es kelapa: free
  • Total pengeluaran: Rp 20,000

More Detail

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s