Hari Kartini dan Kebaya Buatan Ibu

Hari Kartini dan Kebaya Buatan Ibu

Have A ‘Nice’ Kartini Day!

Hari Kartini Itu…

Aku termasuk tipe orang yang sangat menantikan Hari Kartini. Bayangkan saja, kita bisa tampil cantik memakai kebaya dan melihat anak-anak mengenakan baju-baju dari berbagai daerah di Nusantara. Banyak kegiatan yang bisa digelar seperti lomba fashion show, lomba menyanyi, lomba puisi sampai lomba pose mirip Ibu Kartini. Pokoknya hari yang spesial.

Tapi entah kenapa sepertinya guru-guru di sekolahku kurang antusias dengan perayaan yang satu ini. Sebenarnya yang aneh itu aku atau mereka ya? Sebagai contoh lain, dulu waktu guru-guru enggan mengenakan name tag, aku malah gemar memakainya tanpa ada perintah dari kepala sekolah yang lama. Atau saat beberapa guru yang mengeluh gerah dan kurang nyaman memakai baju Pramuka di hari Sabtu dan segera melepas hasduknya di sekolah, aku justru suka banget pakai Pramuka lengkap. Kenapa ya, padahal seragam Pramuka kan keren banget.

Okay, back to the topic! Sampai H-2 belum ada kepastian anak-anak masuk dan pelajaran biasa atau merayakan Hari Kartini. Baru sehari sebelum tanggal 21 April, sekolah mengumumkan bahwa besok memakai baju adat. Aku langsung disuruh membungkus hadiah yang kelewat sederhana ini untuk lomba keesokan harinya.

Mengenakan Kebaya Buatan Ibu

Kebaya Sederhana

Perayaan Hari Kartiniku yang ketiga tetap saja membuatku excited. Wah, di rumah ada kebaya apa ya? Aku langsung mencari di dalam almari. Dulu dua tahun yang lalu aku memakai kebaya Ibu warna kuning, setahun berikutnya aku pakai kebaya Ibu warna pink. Kebaya milik ibu yang dipakai untuk menikah sudah nggak ada lagi yang belum kupakai. Jadi pada akhirnya pilihanku jatuh kepada mebaya pink salem milik adikku, Novi. Kebaya model kekinian ini yang dipakai Novi untuk acara wisuda SMA dua tahun lalu. Ibuku khusus membuatkan untuknya pada hari terakhirnya di masa SMA. Ibuku adalah penjahit serba bisa yang hanya membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Aku ingat, dulu zaman sekolah kan lagi ramai-ramainya orang yang menjahitkan seragam padahal aku juga butuh seragam baru yang udah harus dipakai di hari Seninnya. Ibuku selalu mendahulukan pelanggan. Sedangkan seragam anaknya sendiri hingga hari Minggu malam masih berupa kain lapang. Waduh, besok bakal kupakai sebagai Sari atau sarung pantai atau kemben.haha…. Tapi ternyata ibuku menjahitnya kilat dalam waktu kebut semalam. Tanpa dicuci dan masih kaku tapi sempat disetrika kok. Tenang.haha…

Kembali ke kebaya. Kebaya yang akan kukenakan ini memiliki model burung merpati, menurut ibuku dengan kesan lebih panjang menjuntai di bagian belakangnya. Ada sekitar 9 kancing di bagian depannya. Memiliki kerah Shanghai dan sabuk terpisah berwarna pink juga. Aku suka kebaya ini, aksen jatuhnya membuat pantatku sedikit berisi.haha…

Nggak cuma kebayanya yang buatan Ibu, jarik bawahannya juga ibuku yang jahit. Warnanya coklat tua dan berbentuk lembaran bertali mirip sarung pantai. Jadi bisa dipakai orang dengan ukuran lingkar perut berapapun.

Karena waktunya juga nggak banyak, aku nggak ambil pusing memilih jilbab dan sepatu. Aku pakai jilbab warna pink dan sandal selop beludru berwarna hitam dengan heel nggak terlalu tinggi. Sama seperti tahun lalu.

Mohon Maaf, Modelnya Nggak Fotogenik ;P

Urutan make up-ku sama seperti yang kupakai sehari-hari cuma kuaplikasikan dua kali supaya sedikit awet. Eh, bener nggak sih kalau begini. Maklum bukan beauty blogger.haha… Nggak terlalu ngeh masalah make up. Jilbab pink kupakai dengan model sedikit berbeda. Sejujurnya model untuk jilbab segiempat yang kutahu cuma dua dan nggak bisa pake model pashmina. Hasilnya bisa mirip ibu-ibu pengajian. Parah beud. -__-

Perayaan Sekilas Bersama Mereka

Upacara Bendera

Seperti biasa perayaan Hari Kartini di sekolahku diawali dengan upacara bendera. Anak-anak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah. Namun ada juga yang pakai baju muslim dan bahkan seragam. Tahun ini aku hanya berdiri di belakang menjadi peserta upacara karena petugasnya dari SD sebelah.

Photo Session

Setelah itu dilanjutkan sesi foto kelas yang dilakukan di halaman depan, tepatnya di taman SD sebelah. Nebeng gitu ceritanya. Lalu anak-anak yang sudah berfoto siap-siap untuk mengikuti satu lomba saja yaitu fashion show. Fashion show ini dibagi menjadi empat kategori yaitu

  • Kategori Anak Perempuan untuk Kelas I, II dan III
  • Kategori Anak Laki-laki untuk Kelas I, II dan III
  • Kategori Anak Perempuan untuk Kelas IV, V dan VI
  • Kategori Anak Laki-laki untuk Kelas IV, V dan VI

Dari keempat kategori di atas masing-masing diambil tiga pemenang. Tahun ini aku kebagian menjadi juri bersama dengan teman segenk-ku, Mbak Rini. Tidak seperti tahun lalu yang pertunjukkan fashion show-nya anak-anak berjalan dua-dua berlenggak-lenggok sambil menyapa juri, tahun ini anak-anak yang ikut lomba berjalan di area depan kelas dengan berbaris. Jadi mereka berurutan dari kelas I yang perempuan terlebih dahulu berjalan lalu disusul dengan temannya. Begitu seterusnya seperti kalau baris mau masuk ke dalam kelas. Ini atas prakarsa Wali Kelas I. Menurutnya biar cepat selesai mengingat hari itu hari Jumat. Cepat sih cepat, Bu tapi nggak gini juga kali. Ini jurinya jadi bingung cara menilainya. Mana sebagian anak lupa namanya pula. Hadeh! Akhirnya, kami berdua (sebagai juri) diskusi pemenangnya berdasarkan pakaian yang dikenakan oleh sang anak. Dan bukannya cara berjalannya yang seperti model. Jadi kami memilih anak-anak yang dandannya all out mulai dari kebaya, jarik, sepatu, hingga sanggul. Untuk siswa laki-laki, kami pilih berdasarkan beskap, blangkon, jarik dan selop yang mereka kenakan.

Dan benar saja lomba fashion show segera berakhir. Nggak banyak foto yang kuambil waktu itu. Sayang banget, soalnya aku sibuk jadi juri sibuk nyari lagu Kartini yang nyelip di komputer kantor, dan yang pasti teman-teman pada sibuk sendiri nggak ada yang diajakin foto. Anak-anak juga udah langsung disuruh pulang jadi nggak bisa seru-seruan sama mereka. Tapi nggak masalah, yang penting tahun ini aku bisa endorse kebaya buatan Ibu. Lewat Instagram misalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s