Two Days in Jogja: Taman Pintar And Gembira Loka Zoo

Two Days in Jogja: Taman Pintar And Gembira Loka Zoo

Taman Pintar

What is Taman Pintar?

Taman Pintar adalah tempat wahana wisata yang terletak di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Yang memiliki akses langsung ke pusat buku eks Shopping Centre. Taman Pintar memiliki total 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif. Dilengkapi dengan interaksi digital dan pemetaan video. Grand Opening Taman Pintar dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008 yang diresmikan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Taman Pintar dibagi menjadi beberapa zona yaitu:

  • Playground. Ruang publik yang menyediakan berbagai alat peraga yang ramah keluarga. Dapat diakses secara gratis.
  • Gedung PAUD Barat dan Gedung PAUD Timur. Di gedung ini terdapat alat peraga dan permainan edukasi bagi anak-anak khususnya anak usia pra-TK sampai dengan TK.
  • Gedung Oval – Kotak. Gedung ini berisi berbagai alat peraga berbasis edukasi sains yang menyenangkan.
  • Gedung Memorabilia. Gedung ini menampilkan alat peraga tentang pengetahuan sejarah Indonesia seperti sejarah Kasultanan dan Paku Alaman Yogyakarta, Tokoh-tokoh Pendidikan, dan Tokoh-tokoh Presiden RI hingga saat ini
  • Planetarium. Menampilkan peralatan peraga berbentuk pertunjukan film pengetahuan tentang antariksa dan tata surya.

Taman Pintar buka setuap hari Selasa hingga Minggu dari jam 08.30 – 16.00. Hari Senin tutup kecuali Hari libur Nasional. Harga tiket masuknya bermacam-macam. Berikut adalah daftarnya:

  • Tiket masuk gedung
    • Rp 10,000 untuk anak
    • Rp 18,000 untuk dewasa
  • Tiket masuk Gedung PAUD
    • Rp 3,000 untuk Anak TK/PRA TK (3-5thn)
  • Planetarium
    • Rp 15,000 per orang
  • Wahana theater 3D
    • Rp 20,000 untuk dewasa umum
    • Rp 15,000 untuk pelajar
    • Rp 15,000 untuk rombongan (minimal 20 orang)
  • Wahana Bahari
    • Rp 4,000 untuk umum
  • Program Kreativitas
    • Membatik: Rp 13 000/orang
    • Kreasi Gerabah: Rp 10,000/orang
    • Lukis Kaos: Rp 35,000/orang
    • Lukis Gerabah: Rp 13,000/orang
    • Hand On Science: Rp 10,000/orang
    • Presenter TV: Rp 15,000/orang
    • Pelatihan Robotik: Rp 50,000/orang
    • Kontes Robotik: Rp 50,000/tim
    • Kontes Roket Air: Rp 50,000/tim

What is Gembiro Loka Zoo?

Gembira Loka adalah kebun binatang yang terletak di Jl. Kebun Raya No. 2 Yogyakarta. Ide awal pembangunan Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka berasal dari keinginan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1933. Beliau bekerjasama dengan arsitek berkebangsaan Belanda, Ir. Karten untuk merealisasikan keinginannya tersebut. Maka dipilihlah lokasi sebelah barat Sungai Winongo.

Pada tahun 1953 berdirilah Yayasan Gembira Loka Yogyakarta yang diprakarsai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Dan Sri Paduka K.G.P.A.A Paku Alam VIII sebagai ketua. Pada tahun 1959, K.G.P.A.A. Paku Alam VIII menunjuk Tirtowonoto untuk melanjutkan pembangunan Gembira Loka. Hingga pasa bulan November 2009 Yayasan Gembira Loka menjalin kerjasama dengan PT. Buana Alam Tirta untuk mengelola Gembira Loka.

Gembira Loka buka setiap hari mulai pukul 07.30 – 17.30 WIB. Harga tiket Rp 30,000/orang. Fasilitas lengkap diantaranya panggung, mushola, parkir motor, parkir mobil, parkir sepeda sewa, cek point, free wi-fi, toilet, tempat istirahat, pos keamanan, foodcourt, dan gerai souvenir.

Di Gembira Loka banyak sekali atraksi binatang yang bisa disaksikan oleh pengunjung atau wahana yang bisa dinikmati. Berikut adalah jadwalnya:

  • Wahana (08.30 – 15.30)
    • Kapal Katamaran
    • Sepeda Sewa
    • Taring (Transpor Keliling)
    • Perahu Boat
    • Perahu Senggol
    • Terapi Ikan
    • Kolam Tangkap
    • Perahu Kayuh
    • Sirkuit ATV
  • Jadwal Pertunjukan: Gelar Satwa Terampil dan Pengenalan Perilaku Satwa
    • Hari Minggu/hari libur nasional (10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00)
    • Hari Sabtu (11.00, 12.00, 13.00, 14.00)
    • Hari Senin – Jumat (11.00, 13.00)
  • Feeding Time
    • Harimau (12.00)
    • Penguin (09.30, 13.00)
    • Simpanse (10.30)
    • Arapaima (11.00)
    • Ular (11.30)
    • Peclik Hitam (11.30)
  • Atraksi Gajah
    • Setiap Hari Minggu dan Hari Libur Nasional (10.00)
  • Gajah Tunggang
    • Setiap hari kecuali hari Jumat (09.00 – 15.30)
  • Onta Tunggang
    • Setiap hari kecuali hari Jumat (09.00 – 15.30)

Yang unik dari Gembira Loka adalah Gelang Anak. Jadi setiap anak berusia 3 hingga 6 tahun diberikan gelang secara gratis. Gelang yang akan mereka pakai selama berkunjung di kebun binatang ini terdapat tulisan nama orang tua dan nomor handphone yang bisa dihubungi. Sehingga jika anak terlepas dari orang tua, staff Gembira Loka bisa mudah menemukan.

First Day: Taman Pintar

Gedung Oval

Sepertinya menyenangkan jika bisa menghabiskan weekend dengan cara berbeda di tempat yang berbeda pula. Karena suntuk dengan kerjaan sehari-hari bagusnya memang sejenak melarikan diri dari rutinitas. Dan itulah yang kulakukan. Tahun itu aku memang nggak ada agenda untuk pergi ke tempat yang terlalu jauh. Karena ada prioritas yang lebih penting ketimbang traveling. Jadi paling pergi ke tempat-tempat yang dekat yang bisa dijangkau dengan budget yang nggak telalu besar. Seperti ke Jogja misalnya. Hanya bermodal delapan ribu rupiah udah bisa sampai Jogja dengan kereta Prameks. Tapi kalau ke Malioboro sudah terlalu sering. Jadinya aku mengusulkan untuk pergi ke Taman Pintar atau Gembira Loka kepada Ibuku dan adik-adikku (Bety dan Novi). Aku belum pernah ke Taman Pintar tapi kalau Gembira Loka dulu zaman TK udah pernah ke situ. Udah lama ya. Saking lamanya sampai aku nggak ingat kalau pernah ke situ.haha…

Daripada salah satu kenapa nggak sekalian keduanya. Akhirnya aku, Ibuku, Bety dan Novi pergi ke dua tempat itu. Asyik, jarang-jarang bisa plesir sama Ibu. Rencananya kami berangkat di hari Sabtu – Minggu tanggal 3 – 4 September 2016. Nantinya kami mau menginap di kostnya Novi. Mulai pertengahan 2016, Novi sewa kost di Jogja setelah diterima di UNY lewat jalur SBM. Jadi sekalian nengokin kost juga.

Hari Sabtu pukul 9 pagi kami siap berangkat. Ibu waktu itu bawa beras buat persediaan di kost jadinya tas berat itu dibawa secara bergantian. Kami turun di stasiun Tugu dan berjalan kaki menyusuri jalan Malioboro yang sudah tak asing lagi. Kami nggak bisa jalan ngebut soalnya ada ibu yang kakinya nggak bisa buat lari-lari. Tak apalah slow traveling lebih asyik. Karena cuacanya udah mulai terik, akhirnya kami berhenti di seberangnya Benteng Vredeburg. Ngapain? Berteduh sama beli Es Dawet dan Bakwan Kawi. Ealah…

Setelah puas nyeger, kami lanjut jalan kaki. Dari titik nol Jogja yang ditandai oleh bangunan Bank BNI46, kami belok ke kiri. Tujuan pertama kami adalah Taman Pintar. Setelah tanya sana sini ternyata Taman Pintar itu cukup dekat dengan halte bus Transjogja dan melewati Museum Biologi.

Begitu masuk halaman Taman Pintar kami disuguhi dengan air mancur menyilang. Bisa foto di bawahnya lho. Ada juga cap telapak tangan dan kaki serta tanda tangan Presiden Indonesia juga.

Halaman Depan Taman Pintar

Dari beberapa gedung di Taman Pintar, kami memutuskan untuk menjelajahi Gedung Oval – Kotak dan Gedung Memorabilia saja. Sebenarnya kami pengen juga ke planetarium. Katanya Bety yang udah pernah masuk, di dalem bagus banget. Tapi karena planetarium hanya dibuka di jam-jam tertentu. Dan jamnya ternyata nggak fix dengan jadwal kami akhirnya ditunda dulu.

Jadwal Pertunjukan Planetarium (by http://www.tamanpintar.com)

Setelah mendapat tiket tanpa antre lama, kami langsung memasuki gedung Oval – Kotak. Begitu masuk ekspresiku emejing gitu. Isinya full tentang sains yang biasa dipelajari di buku teks saja. Hmm, aku yang udah gede dan alergi pelajaran MIPA aja seneng lho ke sini. Apalagi kamu iya kamu. Halah..apaan coba.;D Ada alat pencipta angin tornado, pantulan kaca dari berbagai ukuran sudut, bola dunia yang mengambang akibat magnet, kerangka manusia yang bisa naik sepeda, tipuan mata yang bikin kepala terpenggal, gaya elektromagnetik yang bikin rambut berdiri, sistem hologram dan masih banyak benda wow lainnya. Bagus banget ini. Saking bagusnya aku amati satu-satu.haha… #lebay

Pose Gaje di Zona Kehidupan Purba

Sepedaan Bareng Kerangka Manusia

Cermin Sudut. Hello, My Twin Sisters!

Setelah puas dengan mengamati benda-benda itu (dengan mata berbinar tentunya), kami beranjak dari kawasan sains. Kami berhenti di sebuah pojok yang berisi gambar-gambar yang mirip di Museum Trick Eye. Tapi ini lebih sederhana dan bertemakan SNI. Ada gambar koki, tukang, ATM dengan uang beterbaran, membatik dan ilmuwan yang main robot. Lumayan buat seru-seruan.

Help Me! *tapi ekspresinya bahagia*

Ambil Duit Berapa Juta, ya

Perjalanan kami lanjutkan, kami melewati diorama proses pembuatan susu sapi dan kerangka motor Yamaha sebelum memasuki gedung Memorabilia. Di gedung ini berisi sejarah Kasultanan dan Paku Alaman Yogyakarta, Tokoh-tokoh Pendidikan, dan Tokoh-tokoh Presiden RI hingga saat ini. Ada foto-foto Bung Karno zaman dulu, ada barang-barang SBY mulai dari buku-buku terbitannya, baju pramuka hingga disertasinya. Ada juga patung prajurit dan maket Keraton Jogja. Aku itu malah tertarik nonton video promosi Jogja yang diputar di LCD TV. Keren aja kalau menurutmu. Saking kerennya sampai kutonton dua kali.haha.. #NggakPentingAmatNihAnak

Memorabilia

Barang-barang milik SBY

Begitu keluar dari Taman Pintar kami langsung masuk ke toko buku eks Shopping Center karena memang tempatnya memiliki akses ke Taman Pintar. Di situ aku malah sempat beli kamus bergambar sama nemu manga preloved Death Note tapi masih bagus. Kami nggak ada rencana kemana-mana setelah keluar dari toko buku. Ibuku udah capek jadinya kami langsung ke kostnya Novi di daerah Jalan Gejayan. Dari Taman Pintar kami naik bus Transjogja dan turun di halte Santren. Jarak antara halte dan kost sekitar 100 meter.

Kost memang sepi karena penghuninya memang kebanyakan pulang kampung, hanya menyisakan satu orang yang kamarnya tepat di sebelah kamar adikku. Kost dua tingkat ini milik suaminya kakak sepupuku jadi kami bisa bebas menginap. Tapi meskipun bebas kami berempat harus tidur berdesak-desakan di kamar yang sama.

Second Day: Gembira Loka Zoo

Tiket Gembira Loka

Keesokan paginya, pinggang dan punggung ini rasanya pegal-pegal.haha… Gara-gara rebutan tidur di atas kasur. Dan pada akhirnya bagian tubuh atas tidur di kasur, sedangkan kaki di tikar. Udah gitu nggak kebagian bantal pula. Sungguh pengalaman yang membuat encok merana. (╥﹏╥)

Hari itu, kami berencana pulang ke Solo tapi sebelumnya mau nengokin Kebun Binatang Gembira Loka. Adikku, Novi nggak bisa ikut karena siangnya temennya mau main ke kost. Dulu zaman TK pernah ke Gembira Loka sih, jadi penasaran sekarang sudah sebagus apa. Apalagi tahun kapan gitu member-rnya Arashi, Masaki Aiba pernah syuting Variety Show di sana. Tambah penasaran nih.

Untuk bisa pergi ke Gembira Loka, kami naik bus Transjogja no 2B turun di halte Gembira Loka. Berhubung hari Minggu jadi Gembira Loka sudah penuh pengunjung terutama di bagian parkirnya penuh dengan bus-bus pariwisata. Masuk kawasan Gembira Loka membutuhkan ekstra tenaga karena jalanannya menanjak. Aku sih nggak masalah, yang kupikirkan cuma ibuku.

Gembira Loka tempatnya sangat luas. Nggak perlu khawatir tersesat soalnya begitu membeli tiket kita sudah dapat petanya juga lengkap dengan keterangan-keterangan tentang pertunjukan menariknya. Di peta itu udah digambarkan rute yang bisa ditempuh pengunjung bila ingin mengunjungi semua kandang binatang.

Peta Gembira Loka (by http://www.gembiralokazoo.com)

Tempat yang pertama kami kunjungi adalah museum yang isinya reptil, serangga dan macan yang diawetkan. Karena museun itulah yang paling dekat dengan pintu masuk. Rute yang kami tempuh sesuai dengan apa yang tertera di peta. Kami berjalan melewati jembatan yang di bawahnya ada sungai Gajah Wong. Hingga kami tiba di tempat rekreasi air, tempat perahu Katamaran, Mayang Tirta dan perahu boat yang ngebut. Dari titik ini, kami harus berjalan di sepanjang wahana air ini ke arah selatan. Kandang pertama yang kami temui adalah kandang Orang Utan dan Simpanse lalu berturut-turut berikutnya gajah, buaya, kolam tangkap ikan, spa/terapi ikan, kolam sentuh, kandnag buaya, aneka ikan, kanguru, kuda nil kerdil, binturong, kancil, taman reptil dan amphibi, harimau, kura-kura aldabra dan landak putih. Di Taman Burung itu menarik, pengunjung bisa langsung berinterkasi dengan mereka di kandangnya. Agar burung nggak lepas, pintu pembatas diberi tirai rapat yang bebentuk rantai plastik dengan dua lapis pengamanan. Setelah Taman Burung, kami memasuki zona Karnivora, terdapat kuda, kijang, rusa Jawa, rusa tutul, macan dahan, macan Tutul. Melewati Joglo Utara, kami tiba di kandang siamang, beruang madu, owa Sumatera, simpai, lutung Jawa, Bekantan, owa Kalimantan. Memasuki Gua Kuda Nil kami bertemu dengan nilgai, burung onta, kasuari, babi hutan, kapibara, tapir asia, tapir Brazil, kuda nil. Kami menyeberang sungai Gajah Wong kembali melalui jembatan dan setelah jembatan ada gua dinosaurus. Goa yang bentuknya dinosaurus, masuk lewat mulutnya yang terbuka dan keluarnya lewat ekor. Berasa dimakan. Hap hap! Sayang goanya gelap gulita. Yaiyalah namanya goa ya gelap, kalau terang mah di pantai noh. #IyaIya

 

Unta

Garuda alias Elang Jawa

Ikan Segede Gaban

Sebelum pintu keluar ada taman labirin yang di tengahnya ada pesawat tempurnya. Aku dan Bety nyobain ke situ, karena capek Ibuku nunggu sambil duduk-duduk. Sebenarnya kami nggak terlalu ambil pusing nyari jalan di labirin itu. Kadang ngelompat aja biar cepet sampai.haha… Habisnya dedaunan yang tumbuh nggak terlalu rindang masih ada sedikit celah buat dilompatin.

Bermain Sejenak di Taman Labirin

Kami keluar dari Gembira Loka pukul 1 siang. Dan langsung ke halte depan kebun binatang buat nyari bus Transjogja ke Lempuyangan. Ternyata oh ternyata, dari halte ke stasiun kami harus jalan jauh. Duh, besok lagi harus nyari gojek atau gocar gitu. Soalnya lumayan banget bikin kaki cenat-cenut. Kami sampai di stasiun Purwosari pukul setengah empat.

Dan berakhir sudah dua hari di Jogja dengan mengunjungi Taman Pintar dan Kebun Binatang Gembira Loka. Ternyata menghabiskan weekend dengan rekreasi sambil edukasi tak selamanya membosankan.

My Review About Taman Pintar and Gembira Loka Zoo

Jika ingin pergi rekreasi sambil belajar, mengunjungi Taman Pintar dan Kebun Binatang Gembira Loka adalah pilihan yang tepat. Tempat rekreasi dan edukasi keluarga ini memang sudah memiliki fasilitas yang lengkap. Misalnya di Taman Pintar, alat peraganya sudah dilengkapi interaksi digital seperti audio video. Namun sayangnya di bagian maket keraton lampu-lampunya ada yang nggak nyala. Padahal seharusnya ketika tombol dipencet lampunya nyala sesuai dengan keterangan yang tertera. Misalnya bagian tombol dengan keterangan pendopo maka yang nyala lampu bagian pendopo. Tapi selebihnya bagus kok.

Two Days Budget

Selama dua hari di Jogja pengeluaranku sedikit bisa ditekan. Karena ada ibu yang mensubsidiku.haha.. Contohnya untuk sarapan atau makan bakwan kawi dan es dawet. Biasalah nggak mau diganti. Ibu mah gitu orangnya.

  • Tiket Prameks Purwosari → Tugu: Rp 8,000
  • Tiket masuk Taman Pintar: Rp 18,000
  • Buku kamus bergambar: Rp 10,000
  • Manga Death Note: Rp 5,000
  • Bus Transjogja ke Gembiro Loka: Rp 3,500
  • Tiket masuk Gembiro Loka: Rp 30,000
  • Bus Transjogja ke stasiun Tugu: Rp 3,500
  • Tiket Prameks Tugu → Purwosari: Rp 8,000
  • Total Pengeluaran: Rp 86,000

More Detail

 

Advertisements

2 thoughts on “Two Days in Jogja: Taman Pintar And Gembira Loka Zoo

  1. Descomunal, formato de tu blog! ¿Cuanto tiempo llevas bloggeando? haces que leer en tu blog sea divertido. El aspecto total de tu web es currado, al igual que el material contenido!
    Saludos

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s