3 in 1: Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho dan Air Terjun Jumog dalam Sehari

3 in 1: Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho dan Air Terjun Jumog dalam Sehari

Kemuning

What is Kemuning?

Kebun Teh Kemuning adalah kebun teh yang terletak di Ngargoyoso, Kemuning, Kabupaten Karanganyar atau terletak kurang lebih 25 km dari pusat kota Solo. Kebun Teh ini berada di kaki Gunung Lawu sehingga suhunya cukup dingin sekitar 21,5 derajat. Tempat wisata yang sejuk dan asri serta mudah dijangkau kendaraan.

Obyek wisata kebun Teh Kemuning buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk kawasan Kebun Teh. Obyek Wisata yang paling terkenal adalah Kali Pucung. Pengunjung bisa menikamati aktivitas seperti Flying Fox, menyusuri sungai dengan Ban, Naik kuda, paint ball dan berenang. Fasilitasnyapun lengkap ada penginapan, toilet, tempat parkir, mushola dan toko oleh-oleh.

What is Cetho Temple?

Candi Cetho adalah sebuah candi Hindu yang berada di lereng Gunung Lawu pada ketinggian 1496 meter di atas permukaan laut dan terletak di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi ini dibangun pada masa-masa akhir Majapahit (abad ke-15 Masehi).

What is Jumog Waterfall?

Air Terjun Jumog adalah air terjun yang berada di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Wisata air terjun ini berjarak sekitar 40 km ke arah Timur Solo, menuju ke arah Tawangmangu. Dari tempat parkir ke air terjun, pengunjung harus menempuh jarak 400 meter serta menaiki beberapa anak tangga. Air Terjun Jumog memiliki tinggi kurang lebih 30 meter. Oleh masyarakat sekitar, Air Terjun Jumog dijuluki dengan “Surga yang Hilang.”

No#1: Kemuning

Kebun Teh Kemuning

Aku itu termasuk orang yang malas kalau traveling jauh naik sepeda motor. Selain capek bahan pertimbangan lainnya adalah waktu jalan lebih lama dan taruhan bokong jadi kesemutan. Aku lebih suka naik kereta atau kendaraan umum seperti bus demi menghemat waktu. Jadi saat Mbak Aan mengajakku beserta rombongan ke Kemuning naik motor, aku pikir dua sampai tujuh kali. Padahal cuma ke Kemuning daerah Karanganyar tapi menurutku itu terlalu jauh #DasarManja haha… Akhirnya demi mendapat pengalaman dan ibuku juga sudah memberikan lampu hijau jadinya aku berangkat. Rencana aku dan rombongan berangkat pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2015 pada jam 7 kurang untuk menghindari kemacetan. Kami membawa dua motor: Mbak Aan boncengan sama Novi sedangkan aku boncengan sama Bety. Karena aku lemah masalah menghafal jalan dan sering tersesat maka aku memilih untuk jalan di belakang mengikuti Mbak Aan. Jadi kalau ditanya rutenya lewat jalan mana aku nggak tahu.

Awal perjalanan kami lancar jaya tapi kami hampir tertabrak bus yang ugal-ugalan dari arah berlawanan. Untungnya, Tuhan masih melindungi kami. Secara reflek kami minggir ke pinggir jalan, keluar dari jalan aspal. Hati ini langsung sir-siran, jantung rasanya mau copot. Setelah itu kami jalan dengan ekstra hati-hati.

Tujuan pertama kami adalah Kebun Teh Kemuning, Karanganyar. Jalanannya naik turun tapi belum seberapa, masih dalam level mudah. Mbak Aan baru saja ke tempat itu jadi Kemuning bisa ditemukan dengan mudahnya. Kami berhenti di bawah Ndoro Dongker. Jadi kami bisa melihat orang lalu lalang mengendarai MPV. Menjerit-menjerit senang karena kurang ahli mengendarainya, ada yang nyangkut di gundukan juga. Bisa jadi hiburan tersendiri. Kami memarkir motor di pinggir jalan.

Sepanjang mata memandang, kebun Teh terbentang luas. Mata rasanya adem banget, ijo-ijo gitu. Kami langsung melancarkan aksi. Keluarkan hape, keluarkan tongsis. Cekrek sana cekrek sini. Biasalah pose kayak model majalah flora dan fauna.haha… Nggak peduli ada orang lewat, sesi pemotretan tetap jalan.hehe…

Ijo Ijo

Hasil Pemotreran. Nggak fotogenic banget sih modelnya ;P

No#2: Candi Cetho

Tangga ke Arah Candi

Puas berfoto-foto, kami memutuskan meningggalkan Kebun Teh yang bikin adem itu dan melanjutkan ke destinasi wisata selanjutnya. Candi Cetho letaknya lebih tinggi daripada Kemuning. Jalanannya semakin menanjak dengan level medium. Sedikit jauh sih. Aku melihat ada pos-pos yang diletakkan di setiap tikungan. Tugas mereka adalah memantau jalanan yang rawan kecelakaan karena kadang tikungan nggak ada rambu atau cermin sudut atau apalah itu namanya. Dan menolong pengendara yang jatuh contohnya aku. Iya beneran aku.

Ceritanya begini, jujur aku agak deg-degan kalau harus melalui medan yang sama sekali belum pernah kulalui. Karena aku nggak pakai motor matic jadi harus menyesuaikan gigi yang dimasukkan dengan tingginya tanjakkan. Entah karena kagok atau apa, aku salah memasukkan gigi. Alhasih, motorku nggak kuat ketika menaiki jalanan menanjak. Di depanku, motor Mbak Aan terlalu mempet. Nggak sempat menghindar ke kanan. Dan kaki ini nggak kuat menahan motor yang miring ke kiri. Padahal kecepatanku rendah lho. Mbak Aan berhasil menghindariku, Novi yang membonceng Mbak Aan langsung turun dari motor dan berdiri di pinggiran. Sedangkan nasib motorku ambruk ke semak-semak. Nggak ada yang luka sih, cuma kaki di atas tumitku ini menyentuh bagian motor yang panas. Bukan knalpot tapi yang bagian depan itu lho. Nggak tahu namanya.haha…

Seketika orang-orang yang ada di pos langsung menolong. Sakitnya sih enggak tapi malunya itu lho. Ada yang menuntun motorku ke pos. Kami disuruh istirahat sejenak. Mereka kira kami pusing atau apa. Padahal cuma salah gigi. Malu-maluin aja.haha…

Kami mampir ke apotek dulu membeli salep buat luka bakarku. Kupikir sih cuma lecet biasa ternyata melepuh seperti kena knalpot. Tapi kan kena saudaranya knalpot #IyaJugaSih. Salahku juga sih, pakai celana jeans yang kalau buat duduk pergelangan kakinya kelihatan. Kaos kaki juga ngasal banget, aku pakai yang super pendek kayak kaos kaki yang buat balita bahkan tumitnya nggak pas di tumit gitu. Dasar, orang nggak jelas -___-

Sesampainya di Candi Cetho, aku jadi nggak terlalu mood gara-gara mikirin ini kaki. Duh, apes banget. Tapi perjalanan masih tetap lanjut. Kami membeli tiket masuk seharga tiga ribu perak. Wow! Murah sekali! Setiap pengunjung Candi diberikan kain bermotif kotak-kotak hitam putih yang biasanya dililitkan di pinggang.

Tiket Masuk Candi Cetho

Tata Tertib di Candi Cetho

Pemandangan Dari Atas Candi Cetho

Beneran Nggak Mood ;(

Untuk mencapai Candi Cetho, kami harus menaiki anak tangga. Tenang, nggak sebanyak di Batu Caves. Candi Cetho itu tempatnya indah, bunga-bunga yang mekar membuatnya tambah menawan. Bentuk dari Candi ini seperti Gapura. Kami nggak terlalu banyak eksplor candi. Lebih banyak duduk-duduk dan foto-foto. Biasalah anak gahol. ;P

No#3: Air Terjun Jumog

Air Terjun Jumog

Destinasi ketiga kami adalah Air Terjun Jumog. Awalnya sih ragu-ragu jadi mampir ke tempat itu atau tidak. Tapi setelah ditimbang-timbang kami ke Jumog juga. Kami pikir Jumog itu dekat dengan Candi Cetho, tinggal ke atas sebentar sampai deh. Jadi, kenapa nggak sekalian. Tapi, apa yang terjadi pemirsa. Tempatnya nggak bisa disebut dekat lagipula medannya sulitnya level tinggi. Jalanannya sempit hanya muat dilewati sebuah mobil. Jadi kalau ada mobil atau bus yang lewat, kami harus minggir dulu. Jalannya berkelak-kelok, kami bisa melihat akan ada pengendara lain yang lewat dari arah berlawanan. Terus lebih parahnya lagi, jalanan yang mendekati Air Terjun Jumog ini, dipenuhi dengan bebatuan kecil dan nggak rata. Oh My God, ujian apa lagi ini? Benar-benar uji nyali. Aku mengendari motor dengan pelan-pelan takut terpeleset batu.

Setelah mendaki gunung lewati lembah, kami sampai juga di area parkir Jumog. Apakah ujiannya sudah berakhir? Oh belum pemirsa, parkirannya ini juga tempatnya nggak rata, berpasir dan bersebelahan dengan selokan besar atau apa tanpa ada batasan. Mohon bersabar ini ujian. Mungkin orang sabar nggak bakal kecemplung got.

Sebelum masuk Air Terjun Jumog, kami membeli tiket masuk. Hari itu Jumog dipenuhi dengan banyak sekali pengunjung. Kami nggak ada rencana buat renang atau mainan air. Kami cuma penasaran Air Terjun Jumog itu seperti apa. Kami berhenti buat sholat dan makan terlebih dahulu. Butuh tenaga sih soalnya untuk bisa melihat air terjun, kami harus menaiki 116 anak tangga. Tapi lelah kami (padahal anak tangganya nggak seberapa) terbayar sudah ketika melihat indahnya air Terjun Jumog. Meskipun nggak sebesar air terjun yang lain. Awalnya kami nggak terlalu dekat dengan air terjunnya tapi demi menghasilkan foto yang bagus. Jiiiah, kayak fotografer profesional aja. Maka, kami rela sedikit berbasah-basah ria. Tak apalah melupakan sejenak tentang kami-nanti-pulangnya-gimana.

Tiket Masuk Air Terjun Jumog

Loket Pintu Masuk Jumog

Kolam Renang

Air Terjun Jumog Part 1

Berjubel Manusia

Cantik ;D

Waktu sudah sore, langit sudah berubah menjadi jingga. Rasanya aku nggak mau pulang. Bukannya aku terlalu jatuh cinta sehingga tak seorangpun boleh memisahkan aku dengan Air Terjun Jumog. Tapi lebih ke “Kami nanti pulangnya gimana?” Membayangkan medannya saja udah bikin bulu kuduk berdiri.hahaha….

My Review About 3 in 1 

Mengunjungi tiga obyek wisata sekaligus memang bisa mengefektifkan waktu dan bisa mencoret bucket list tempat yang ingin dikunjungi dengan cepat. Tapi kalau kalian nggak berani naik motor sendiri di medan yang naudzubillah keren banget, mending nggak usah aja. Lebih amannya membonceng atau naik mobil kalau bisa. Lagian ramai-ramai lebih seru kan ya?

Ketiga obyek yang aku kunjungi instagramable lho. Apalagi Kebun Teh Kemuning. Kalau mau memandangi Kebun Teh yang ijo-ijo itu sambil makan di tengah-tengahnya bisa ke Ndoro Dongker. Setelah kenyang bisa sesi pemotretan. Tapi sayang jalanannya bikin males. Aku berharap tempat-tempat secantik itu bisa diakses dengan mudah. Eh, tapi denger-denger sekarang jalannya sudah bagus kok. Jadi nggak perlu terjadi insiden yang aneh-aneh.

A Day Budget

Untuk kali ini ‘a day budget’ aku skip ya. Karena waktu itu aku lupa menuliskan berapa total pengeluaran dalam satu hari itu. Artikel kali ini juga nggak terlalu memuaskan, gambarnya alakadarnya. Maklum masih pakai hape keluaran zaman purba. Sori ya, guys!

More Detail

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s