Tak Sengaja Menemukan Candi Putih yang Menawan

Tak Sengaja Menemukan Candi Putih yang Menawan

Candi Putih

What is Candi Putih?

Candi Putih adalah candi yang terletak di dalam area Vihara Dhamma Sundara. Candi ini beralamat Jl. Ir. H. Juanda No. 24-B Pucangsawit, Surakarta, Jawa Tengah. Candi yang didirikan oleh Sundara Husea ini diresmikan pada tanggal 24 Maret 2002.

Tak Sengaja Menemukan

Vihara Dhamma Sundara

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar tempat benama Candi Putih? Tidak, tidak. Aku sedang nggak membicarakan Thailand. Percaya atau nggak. Harus percaya donk ini kan kenyataan. #IyainAjaBiarCepet -__-; Solo juga punya Candi Putih yang menawan lho.

Sebelum dan setelah lebaran, aku mendapat jatah libur. Nah, mumpung liburan aku iseng-iseng tanya Mbah Google tentang obyek wisata sekitaran Solo. Yang deket maksudnya. Pengennya yang jauh sekalian tapi apa mau dikata, aku sedang kanker (kantong kering-red) banget. Duitnya lagi buat bayar yang lain. Terus… #UdahAhYangCurcol. Oh, okey. Akhirnya, aku menemukan Candi Putih yang terletak di Pucang Sawit ini. Baru tahu kalau di Solo ada tempat beginian ya. Wah, cantiknya! *memandangi gambar dengan mata berbinar* Penasaran seperti biasa, Permirsa.

Nah, setelah pulang dari Semarang aku, Bety dan Novi segera melancarkan aksi ke tempat itu. Jumat tanggal 7 Juli 2017 (masih liburan), kami ke sana dengan sepeda motor aja ah. Punyanya juga itu.hehe… Sebelum ke Candi Putih, aku sempat baca kalau Candi tersebut bukanlah tempat wisata jadi wajarlah kalau sepi. Berhubung sebenarnya Candi tersebut terletak di tempat peribadatan, agak ragu sih awalnya ganggu nggak ya. Udah deh bismillah aja, yang penting nanti ke sananya minta izin sama yang jaga.

Dari rumahku ke Candi Putih berjarak sekitar 7,8 km. Untuk bisa pergi ke tempat tersebut cukup mudah sih rutenya.

  • Dari bundaran Patung Bridgen Slamet Riyadi belok aja ke arah Utara yaitu Jalan Jendral Sudirman.
  • Setelah itu lurus aja sampai ke bundaran Tugu Nol Kilometer Kota Solo.
  • Begitu sampai di bundaran tersebut belok kanan, ambil arah ke Jalan Urip Sumohardjo.
  • Lurus terus, kalau ketemu Pasar Gede abaikan aja.hehe…
  • Belok kanan ke arah Jalan Ir. Juanda. Tempuhlah jarak 1,9 km.
  • Lalu belok kiri lagi di Jalan Waringin. Cuma 90 meter kok, nggak jauh.
  • Belok ke kiri sekali lagi di Jalan Ogam. Jaranknya 110 meter.
  • Dan Candi Putihnya udah ketemu. Sebelah kiri jalan ya. Hmm, tapi ingat papan namanya Vihara Dhamma Sundara, bukan Candi Putih.

Gerbang Vhara Di Lihat Dari Dalam

Begitu masuk, candinya sudah terlihat

Sesampainya di lokasi, kami memarkir motor di dekat pos penjagaan. Sesuai dugaan, viharanya memang sepi. Kami mencari orang yang jaga untuk dimintai izin. Ternyata ada dua orang mas-mas yang duduk di teras bangunan depan Candinya. Setelah kami minta izin buat foto-foto, mereka hanya meminta kami untuk mengisi buku tamu saja. Tanpa ongkos masuk. Sebelum kami ternyata sudah ada yang mengunjungi candi ini. Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan adalah memindahkan motor ke tempat parkir yang sebenarnya. Di dekat candi lebih teduh juga.

Parkirnya pindah di bawah pohon itu lho

Di depan tadi ada bangunan vihara. Kami nggak masuk sih, cuma lihat dari depan saja. Vihara ini berbentuk limasan. Di bagian bawah undakan ada sepasang patung makhluk mitos berwujud burung berkepala manusia. Sedangkan di bagian undakan yang kedua ada sepasang patung berbentuk singa. Lalu ada replika Candi Borobudur yang terbuat dari styrofoam di sudut taman. Nggak banyak yang bisa dijumpai karena memang bukan tempat wisata. Candinya sendiri hanya terdiri dari satu bangunan yang diapit oleh dua ekor gajah yang saling berhadapan. Candinya cantik dengan warna putih krem. Letaknya di sebelah vihara. Di samping Candi ada patung seorang pria yang merupakan pendiri Vihara ini. Tokoh masyarakat kota Solo yang bernama Sundara Husea, pemilik Sun Motor Grup. Patung tersebut diresmikan pada tanggal 23 Maret 2013 untuk mengenang 3 tahun meninggalnya Sundara Husea.

Replika Candi Borobudur

Candi Putih yang Menawan

Terlihat dari belakang

Sebelum mengambil foto kami mengitari candi sampai di bagian belakang. Melihat relief yang terukir di sana. Biasalah penasaran. Di depan candi ada batas dimana pengunjung harus melepaskan alas kaki. Dan pengunjung juga dilarang naik hingga ke pintu candi. Kami nggak berlama-lama di candi tersebut karena kepala ini udah keliyengan saking panasnya. Tapi kami merasa puas karena bisa mengunjungi candi putih menawan yang tak sengaja ditemukan.

My Review About Candi Putih

Candi putih yang terletak di Vihara Dhamma Sundara ini terlihat menawan dan terawat dengan baik. Nggak banyak orang yang tahu tempat ini justru membuatku bersyukur. Karena mengingat kelakuan orang-orang alay yang sok ngehits di medsos belakangan ini bikin merinding disko. Mereka yang buang sampah sembarangan atau merusak situs bahkan tanaman hidup demi dicap kekinian. Ikut-ikutan hanya demi terlihat gaya tanpa memikirkan lingkungan sekitar. Jadilah pejalan yang bijak. Seperti pepatah yang mengatakan “jangan mengambil apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak dan jangan membunuh apapun kecuali waktu.” #TumbenBijak

An Hour Budget

  • Tiket masuk: free
  • Parkir: free
  • Pengeluaran: free

More Detail

  • Vihara Dhamma Sundara: Facebook
  • Telepon: 0856-0091-2677

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s