Baru Kali Ini Ngerasain Menu di Starbucks Coffee

Baru Kali Ini Ngerasain Menu di Starbucks Coffee

Akhirnya bisa beli di sini

Starbucks Coffee

Bagi orang yang duitnya melimpah, ngopi di Starbucks itu kayak jajan di angkringan. Biasa dan udah menjadi gaya hidup mereka. Tapi kalau bagiku segelas kopi dengan harga lima puluh ribuan kok rasanya agak berlebihan. Sayang banget duitnya, jadi mikir duit segitu bisa dibeliin rengginang berapa kaleng ya? Hahaha…. Tahu sendirilah finansialku limited edition banget. Lagipula aku bukan penikmat kopi dengan citra rasa yang tinggi.

Boro-boro beli kopi di sana. Mau masuk aja sungkan. Kan udah kelihatan elit gitu kan ya. Paling cuma bisa foto di depan yang ada logo dan tulisannya gitu udah senengnya minta ampun.haha… #LebaynyaKumat

Starbucks merupakan kedai kopi terbesar di dunia. Didirikan pada 30 Maret 1971 di Pike Place Market, Seattle, Washington, Amerikat Serikat oleh tiga orang yaitu Jerry Baldwin, Gordon Bowker dan Zev Siegl. Starbucks telah membuka cabang lebih dari 20.000 di 61 negara. Di Indonesia sendiri, Starbucks dioperasikan oleh Mitra Adiperkasa.

Cara pemesanan di Starbucks ternyata berbeda dari yang lain. Di kedai tersebut banyak pilihan gelas yang akan dipakai kemudian memilih menu dan barista akan menuliskan nama di gelas yang kita pesan. Setelah membayar, kita tinggal menunggu. Jika pesanan sudah siap, barista akan memanggil nama kita dan kita sendirilah yang akan mengambil pesanannya.

Beberapa ukuran gelas yang ada di Starbucks Coffee:

  • Demi (89 mL). Ukuran terkecil.
  • Short (240 mL). Paling kecil di antara dua ukuran asli.
  • Tall (350 mL). Paling besar di antara dua ukuran asli.
  • Grande (470 mL). Grande memiliki arti ‘besar’ dalam bahasa Italia, Spanyol, Portugal dan Perancis.
  • Venti (590 mL dan 770 mL). Venti memiliki arti ‘dua puluh’ dalam bahasa Italia. Karena 590 mL sama dengan 20 US fl oz.
  • Trenta (890 mL). Trenta memiliki arti ‘tiga puluh’ dalam bahasa Italia. Karena 890 mL sama dengan US fl oz.

Menu di Starbucks juga sangat beragam. Bukan hanya kopi saja, Starbucks juga menjual kue, camilan, biji kopi hingga barang-barang seperti gelas dan tumbler. Yang pasti harganya di atas rata-rata.

Aku nggak pernah ngebayangin buat beli minuman di sana. Tapi rezeki emang nggak disangka-sangka. Beberapa waktu adikku, Bety ikut giveaway posting foto kemerdekaan di Instagram yang diadakan oleh Tribun News. Dia termasuk salah satu dari dua pemenang yang mendapat voucher belanja seharga Rp 250.000. Voucher tersebut bisa dibelanjakan di puluhan tempat. Tapi karena tinggal di Solo pilihannya terbatas banget. Yang tersedia hanya Starbucks, Sport Station dan Kidz Station. Sebenernya dia ngincer pengen beli di Kinokuniya tapi di Solo nggak ada.

Akhirnya hari Minggu kami bertiga (aku, Bety dan Novi) pergi ke Solo Paragon Mall untuk menukarkan voucher. Rencana pertama adalah menyambangi Starbucks Coffee. Mau beli aja rasanya deg-degan. Karena takut malu-maluin kami searching dulu tutorial membeli minuman dari YouTube dan blog di malam sebelumnya. Nggak lupa kami juga sudah menentukan menu dari rumah. Dicocokkan dengan harganya juga.hehe… Dengan begitu, kami bisa mantab melangkah. Yaelah, kayak mau nikah aja.;P

Begitu masuk Starbucks, bau makanan dan kopi langsung menyeruak. Baunya kuat dan yummy banget. Baru kali ini, kami masuk di sana. Di kasir sepi, hanya ada Pak Gojek yang lagi nungguin pesanan. Di belakang meja kasir sudah terpampang menu beserta harganya. Jika bingung menentukan ukuran gelas seberapa besar. Di samping meja kasir sudah ada tiga ukuran gelas yang di-display yaitu tall, grande dan venti.

Pertama kali ke sini

Waktu itu kami memilih Vanilla Cream Frappuccino ukuran grande, Pink Blossom Frappuccino dan Iced Pink Macchiato ukuran tall. Total ketiga minuman itu 97 ribu dan kembaliannya 3 ribu ternyata nggak bisa dikasihkan dalam bentuk uang. Jadi pilihannya ada dua: beli makanan dan nambahin sisanya atau diikhlaskan saja. Kami memilih yang kedua.hehe.. Menunggu minuman siap nggak selama menunggu jodoh #eh. Nggak butuh waktu lama, minuman udah ada di tangan. Di dalam Starbucks memang adem dan bisa wifi-an tanpa password. Tapi kami memilih minum di luar. Sebenarnya ini modus, aslinya sih pengen fotoin itu minuman di depan kedai yang kelihatan logo dan tulisannya Starbucks gitu. Asli udik banget.hahaha…

Pesenan Kami

Warnanya bikin gemes!

Fyi, dua mimunan yang berwarna pink yang kami pesan merupakan menu spesial yang hanya tersedia pada tanggal 1 – 31 Oktober 2017. Starbucks bekerjasama dengan Lovepink Indonesia meluncurkan #PINKVOICE, sebuah kampanye yang mendorong semua orang untuk menyuarakan tentang kesadaran kanker payudara. 10% dari penjualan minuman yang diberi tagline ‘Cups of Goodness’ ini akan disumbangkan kepada Lovepink Indonesia. Dua menu lainnya adalah Pink Yogurt Frappuccino dan Iced Raspberry Latte.

Bagaimana dengan rasanya? Pastinya enak donk. Kan ada harga ada rupa. Rasanya unik banget terlebih lagi yang Pink Blossom Frappuccino Special. Warnanya juga ngegemesin gitu. Manis! Untuk yang Pink Macchiato terdiri dari dua warna pink dan coklat yang terlihat terpisah. Macchiato dengan es batu rasanya agak pahit jadi harus di-blend dulu dengan yang warna pink. Paling suka yang Vanilla Frappuccino dengan wiped cream yang nggak ada rasanya sih sebenernya. Tapi rasa vanillanya mantab kok. Nggak heran harganya segitu mahalnya. Worth it lah ya.

Kidz Station

Puzzle Disney Princess

Voucher tinggal Rp 150,000. Rencana Bety mau beli sepatu atau apa di Sport Station. Setelah dilihat, diraba dan diterawang harganya mahal sangat. Kalau nambahin bisa seratusan lebih. Akhirnya urung juga beli sepatu. Pilihan terkahir ada di Kidz Station. Meluncurlah kami ke lantai paling atas. Kami keliling melihat-lihat siapa tahu ada yang cocok. Cocok harganya maksudnya. Setelah beberapa saat mengobservasi. Bukannya langsung menentukan tapi aku malah (sedikit) shock dengan harga mainan yang dijual. Ternyata mainan orang kaya harganya luar biasa ya. Action figure Ultraman mini keluaran Bandai harganya 90 ribuan. Barbie bijian harganya 300 ribuan. Barbie lengkap dengan salonnya 500 ribuan. Atau Lego segambreng harganya 1 jutaan. Yang paling murah cuma Play Doh yang diwadahin pakai gelas plastik seharga 16 ribu. Hmm, masa’ iya main Play Doh.

Awalnya pengen beli Jenga atau Sylvanian Family tapi harganya melebihi anggaran. Jadi kami memilih membeli puzzle aja. Yang nggak malu-maluin buat dimainin.  Ada dua pilihan puzzle yang kemungkinan bisa terbeli: yang harga 119 ribu isi 250 pieces dan 159 ribu isi 1000 pieces. Kan kembalian nggak bisa diuangkan akhirnya nambah bayar 9 ribu aja nggak apa-apalah daripada rugi 31 ribu.

Mungkin sebagian dari kalian menganggap bahwa jajan di Starbucks dan beli mainan di Kidz Station adalah hal yang lumrah. Tapi bagiku yang dari kecil hidup sederhana dan bukan anak mall, membelanjakan uang demi barang yang kelewat mahal adalah hal yang eman-eman alias sayang. Sampai sekarangpun aku juga lebih suka beli barang kalau lagi butuh. Prinsipku nggak perlu mahal yang penting nyaman dan nggak malu-maluin. Dengan begitu uangnya bisa dikumpulkan untuk membeli pengalaman.hehe… Makanya cuma beli kayak begitu bikin aku excited. Kalau nggak gara-gara voucher mungkin nggak bakalan beli ya.haha… #SpecialThanksToBety

Happy Sunday ^_^

Daftar Pembelian dengan Voucher

  • Vanilla Cream Frappuccino Blend Ukuran Grande: Rp 47,000
  • Pink Blossom Frappuccino Special Ukuran Tall: Rp 25,000
  • Iced Pink Macchiato Ukuran Tall: Rp 25,000
  • Puzzle Panorama Disney Princess 1000 pieces: Rp 159,000
  • Total: Rp 256,000
Advertisements

2 thoughts on “Baru Kali Ini Ngerasain Menu di Starbucks Coffee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s