Ketemu Author Webtoon di Mangafest Jogja 2017

Ketemu Author Webtoon di Mangafest Jogja 2017

Ke Mangafest

Tahun lalu, tiba-tiba muncul keinginan kayak orang nyidam. Agak nyeleneh sih tapi masih masuk akal. Keinginan tersebut menambah daftar panjang list dalam life goal-ku. Padahal waktu itu list-nya udah ada sekitar 80-an lebih dan dari segambreng itu baru 2 list yang sudah tercoret. Butuh perjuangan ternyata.haha.. Padahal makin ke sini makin nambah aja. Lama-lama aku kok jadi merasa kayak Nobita gitu ya. Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini ingin itu banyak sekali. Banyak maunya deh pokoknya. Tapi bedanya, aku nggak punya Doraemon yang bisa mengabulkan segalanya hanya dengan kantong ajaib. By the way, bacanya jangan sambil nyanyi, please. ;D

Penasaran nggak sih keinginanku apa? Ah biasa aja deh. Aku pengen ketemu orang-orang terkenal entah itu penulis atau selebritis atau pejabat atau atlit atau apalah itu. Habis itu minta foto terus di-upload gitu. Buat koleksi.hehe… Sejauh ini aku udah foto sama Hiroaki Kato, Bernard Batubara terus… udah itu doank ternyata. T_T Dulu sih pernah ada meet and greet Trinity, Risa Saraswati, Orizuka dan Arini Putri di Solo. Tapi waktu itu jadwalnya bentrok sama jadwal kuliah jadi harus direlakan seiklhas-ikhlasnya. Padahal dalam hati nangis kejer. T_T

Nah, beberapa minggu yang lalu aku mendapat informasi kalau mau ada acara Mangafest di Jogja Expo Center (JEC) tanggal 25 – 26 November 2017. Namanya juga Mangafest jadi selain stand makanan, yang utama itu di sana akan banyak stand-stand yang menjual komik dan marchendise-nya seperti gantungan kunci, poster, kaos, postcard, stiket, sticky note dan lain sebagainya. Beberapa author webtoon datang juga dan menjaga stand. Menurut info yang kubaca ada Metalu (7 Wonders), Rafsan J. Arroisi (Love Warp), Rocket Kertas (Sekar X Popular dan masih ada beberapa komikus lain. Bahkan Annisa Nisfihani (Pasutri Gaje) denger-denger datang juga. Wah, kesempatan emas tidak boleh disia-siakan. Siapa tahu bisa minta foto buat koleksi.

Lumutan di Stasiun

Antriannya~

Rencananya aku mau ke Mangafest hari Sabtunya karena hari Minggu ada acara Jalan Sehat HUT PGRI ke-72. Yah, nggak mungkin di-skip soalnya berharap siapa tahu dapet doorprize. Biasalah suka yang gratisan. Akhirnya hari Sabtu aku berangkat dengan kereta Prameks di jam 10.44. Tiket sudah kubeli jam 5 pagi. Namun sayangnya tiket pulang baru bisa dibeli mulai jam 9 pagi. Ya sudah nanti saja sebelum berangkat beli dulu.

Bety ikut juga ke Jogja tapi pulang hari Minggu. Pagi itu kami setor muka dulu ke sekolah baru deh berangkat ke stasiun jam 10.00. Tak sesuai dugaan, ternyata antriannya panjang dan nggak maju-maju. Yang dikerjakan apaan yah kok lama banget. Antrian dibedakan menjadi dua: yang beli pre sale yang pakai kertas reservasi dan on the spot yang langsung berangkat. Karena kuyakin bakalan makan waktu sekian abad. Maka kami putuskan membelinya di Jogja saja. Daripada ketinggalan kereta.

Kereta Prameks siang itu penuh-nuh-nuh. Saking penuhnya jadi kegencet gitu. Stuck nggak bisa ganti gaya. Kakipun jadi pegel linu karena nggak bisa bergerak sama sekali. Yang bisa kulakukan hanya mengamati orang-orang sekitar. Samping kananku ibu-ibu sosialita. Terus di depanku banyak ibu-ibu yang gendong bayi dan balita. Ada yang berbaik hati memeberikan tempat duduknya ke ibu itu. Tapi ada juga lho yang nggak peka sama sekali. Sampai ada mbak-mbak yang teriak keras, “Berdiri mas! Ada yang bawa anak!” Baru deh dia berdiri. Tepuk jidat deh sama orang-orang yang kayak gitu. Empatinya lari kemana ya tadi?

Sesampainya di Lempuyangan, aku sholat dan Bety langsung menuju loket penjualan tiket. Rencana awal sih, Novi menjemput Bety dulu lalu mengantarkannya ke kost. Terus kembali ke stasiun untuk menjemputku karena kami bakalan langsung pergi ke Mangafest. Di luar dugaan rencana kami berantakan. Untuk membeli tiket kami harus mengambil nomor antrian. Nomer antrian kami A276 padahal yang dipanggil bari A193. Udah gitu loket 3 istirahat lama banget, begitu loket 3 udah buka eh loket 4 gantian istirahat. Gitu aja terus sampai negara api menyerang. Total 2 jam kami menunggu. Udah pelayanannya nggak ramah, lagi PMS kali si Mbaknya. Penjelasannya kurang jelas. Iyain aja karena cewek selalu benar.  -__-

Kegiatan menunggu nggak sampai di sini saja. Novi yang dari tadi pamit menjemput belum juga datang. Ternyata jalanan macet karena saat itu UGM dan UNY ada wisuda. Nunggu maning, nunggu maning.

Authornya yang Mana?

Booth foto

Aku dan Novi pada akhirnya berangkat sampai JEC jam 15.45. Uwooo! Langsung cuz ke loket penjualan tiket. HTM-nya 25 ribu untuk dua hari. Kami diberi kertas mirip kupon yang bisa ditukar dengan gelang tiket di terowongan. Hah terowongan? Iya, jadi pintu masuknya berupa terowonga pendek yang gelap gulita. Di depan terowongan tersebut tergeletak segelundung pocong berwarna putih, kalau di dalam yang warnanya hitam. Kami melewati terowongan dengan cepat karena takut ada yang muncul secara tiba-tiba. Tahunya sih enggak. Dih, parnoan banget ya. Tiket gelangnya anti air. Bisa dipakai untuk dua hari selama gelangnya nggak sobek.

Terowongan

Ada kuburannya

Begitu masuk aku baru nyadar kalau temanya adalah Mythophobia. Habisnya ada kuburan dari gabus lengkap dengan bunga taburnya yang diletakkan di tengah gedung dan pocongan digeletakkan di pojok-pojok. Sempet kaget lihatnya. Banyak yang cosplay juga. Meskipun sudah jam 4, JEC masih ramai. Sesudah pintu masuk adalah stand komiknya. Ada booth Ciayo Comics, Comico juga. Kemudian di sebelah kiri stand makanan yang nggak kalah banyaknya. Bahkan ada dua stage yang disediakan yaitu stage utama yang dipakai untuk tampil bintang tamu utamanya dan mini stage untuk talkshow. Untuk bintang tamu yang datang adalah Redshift, Heno Heno Moheji, NeAR, DeviLust, Momiji Velvet, Knight of Fate, Crossover, Unmanly, Sastro Moeni, Kamen Shoujo, New Entry, QNTL, Destraya, Dewo X Death, Tari Gambyong, Hikari, Tari Banyumasan, Tari Bali dan Tari Sulaswesi. Sedangkan lombanya yaitu Competition, Manga Competition, Silent Comic Competition, Lomba Karaoke, Cosplay Walk, Speed Drawing, Eating Competition, Komik Strip, Dance Cover dan Photo Contest. Selain acaranya yang seru ada juga corner untuk memamerkan komik, tanda tangan pengunjung dan pameran kostum tokusastu lengkap dengan monsternya. Asli keren banget!

Booth Ciayo Comics

Mini Satge

Stage Utama

Penontonnya banyak

Pengunjung bisa tanda tangan di sini

Monsters

Gagal garang karena salkus sama tas yang ada di belakannya ;D

Kostumnya keren

Kami nyari-nyari booth yang ada authornya. Pertama yang kami temukan adalah booth-nya 7 Wonders. Sayang author-nya bisanya datang hari Minggu karena ngejar deadline. Jadi aku cuma bisa beli postcard bergambar Jaka dan Kenanga seharga 10 ribu yang sudah ada tanda tangannya. Kami berputar lagi dan menemukan satu booth diisi dua webtoon sekaligus. Love Warp yang udah tamat dan X-School yang bisa dibaca di-webtoon challange. Authornya X-School ini, Aans juga membuat webtoon one-shot di Ciayo Comics berjudul Little Promise. Keluar jadi Grand Winner one-shoot challange dan Juara I kategori romance. Yang aku beli waktu itu: postcard 2 Love Warp dengan bonus pembatas buku, 3 postcard X-School dan 1 postcard Little Promise dengan bonus stiker. Plus bonus tanda tangan, penjualnya malah yang menawarkan.hehe… Karena authornya jarang menunjukkan jati diri di instagram akhirnya aku bertanya, “Authornya yanga mana?” Ternyata datang semua. Wah seneng banget. Nggak lupa aku mengucapkan selamat pada Mas Aans ini karena Little Promise-nya menanang dan pamer karena aku juga udah ikutan voting.haha… Terus mumpung ketemu sama Mas Rafsan sekalian tanya, “kok webtoonnya udah tamat?” Soalanya endingnya Love Warp agak gantung sih. Pokoknya ngobrol singkat gitu. Tapi sambil teriak-teriak, deket panggung soalnya.

Booth-nya 7 Wonders

Aans dan Rafsan J. Arroisi

Target berikutnya adalah author-nya Sekar X Popular, Roket Kertas. Kami keliling sekian lama tapi nggak ketemu juga. Malah mampir ke stand Titip Jepang, suruh add line dan mengisi formulir biar bisa main undian yang diputer. Aku mencobanya dan bukannya dapat hadiah malah dapat “challange”. Aku diminta mencari satu orang buat ikutan undian. Duh, karena males banget akhir ya aku ngacir dan nggak kembali. Selain Titip Jepang, Aice juga memberikan produknya secara cuma-cuma setelah mengisi formulir. Ciayo Comics melakukan hal yang sama dengan imbalan es krim.

Roket Kertas

Kami mencoba mencari sekali lagi di daerah stand komik. Dicermati jualan yang didisplay di meja. Ternyata booth Sekar X Popular ada di pojokan dan senang banget bisa ketemu sama author-nya. Lengkap pula. Novi membeli gantungan kunci dan aku membeli kertas entah apa fungsinya pokonya yang penting belakangnya bisa buat tanda tangan. Ada boothnya Pasutri Gaje juga. Nggak jadi beli, yang ada tinggal poster sama gantungan kunci. Author-nya mana? Setelah cek instagram Mbak Annisa baru main ke Gembira Loka sebelum ke Mangafest. Yah~

Hasil perburuan

Setelah kaki protes karena terlalu lama latihan jalan sehat buat hari Minggu, kami keluar JEC jam 6 petang. Jalanan sudah mulai lengang jadi perjalanan menuju kost lancar jaya. Begitu pula jalan menuju stasiun udah nggak macet lagi. Tepat jam 20.05 prameks yang kutumpangi mulai bergerak menuju arah Solo. Kalau dipikir-pikir waktuku habis di stasiun. Tapi nggak apa-apalah yang penting udah berhasil menambah koleksi foto bersama author webtoon. Meskipun nggak bisa ketemu sama Mas Metalu dan Mbak Annisa Nisfihani. Mungkin lain kali~

 

Advertisements

One thought on “Ketemu Author Webtoon di Mangafest Jogja 2017

  1. Pingback: Few Review: Trickster | Summer Ballads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s