Doaku Terkabul! Akhirnya Aku Ketemu Trinity The Naked Traveler

Doaku Terkabul! Akhirnya Aku Ketemu Trinity The Naked Traveler

Trinity The Naked Traveler

Tahun 2015, aku traveling ke luar negeri sebanyak dua kali. Yang pertama ke Singapura sedangkan perjalanan berikutnya aku langsung berkelana ketiga negara sekaligus! Dan itu menurutku adalah hal paling nekad yang pernah kulakukan dalam hidupku. Aku termasuk anak rumahan yang penakut dan tentu saja traveling ke luar negeri nggak mungkin kulakukan karena keterbatasan finansial, selain masalah mental itu tadi. Tapi pandanganku itu berubah seketika setelah menemukan dan membaca buku seri The Naked Tralever-nya Mbak Trinity atau kusingkat Mbak T aja ya, buar irit tenaga ngetiknya.haha… Sebenarnya waktu itu aku nggak sengaja menemukan buku The Naked Traveler di Perpusatakan Ganesa. Begitu membaca satu buku jadi kecanduan dan akhirnya kubaca semua serinya. Saking sukanya dengan buku-bukunya Mbak T aku mulai mengkoleksinya meskipun sudah khatam kubaca. Dan tahu nggak, Mbak T ini mengubah hidupku lho! Setelah membaca bukunya aku jadi sadar kalau jalan-jalan ke luar negeri itu nggak harus mahal. Itu kubuktikan sendiri. Sejak saat itu traveling menjadi candu. Pembuktian tersebut bikin aku jadi mengidolakan Mbak T ini. Wah kapan bisa ketemu ya?

Tahun 2016, Mbak T sempat datang ke Solo buat peluncuran buku The Naked Traveler 7 tapi sayang karena jadwalnya bentrok dengan kegiatanku terpaksa aku harus mengikhlaskan nggak bisa ketemu. Sedih. Aku hanya bisa ngiler melihat fotonya adikku yang bisa ber-two shot dengan Mbak T. Katanya, “nggak apa-apa Mbak aku udah bawa oleh-oleh. Nih!” Yang dia bawa pulang itu tote bag biru dengan isi buku The Naked Traveler 7 bertanda tangan, sebuah majalah traveling dan name tag buat tas. Ya udah deh, semoga saja di lain kesempatan bisa ketemu.

Eh, nggak nyangka tahun 2019 keinginanku terkabul! Aku bisa ketemu sama Mbak T sebelum pensiun menerbitkan buku. Ya, aku dapat kesempatan untuk menghadiri meet and greet di peluncuran bukunya yang terakhir The Naked Traveler 8. Acara dari Bentang Pustaka yang bertajuk “Trinity Goes to Joglosemar” ini diadakan pada hari Sabtu, 28 Februari 2019 di Togamass Slamet Riyadi, Solo. Aku dan Bety datang jam 2 siang. Memang acaranya sudah mulai tapi pesertanya hanya sedikit, nggak seperti 3 tahun lalu. Apa karena hari Sabtu atau kurang promosi? Entahlah. Meet and greet-nya diadakan di pelataran berkeramik yang biasa digunakan untuk tempat parkir. Mbak T dan host duduk di atas panggung kecil sedangkan pesertanya duduk lesehan di tikar. Meskipun peserta yang hadir hanya sedikit tapi nggak menyurutkan semangat Mbak T berbagi cerita. Malahan dia sempat kagum karena ada dua mobil mewah yang lewat di depan Togamass.haha…

Suasana meet and greet (by http://www.twitter.com/bentangpustaka)

Aku mencari tempat duduk yang agak depan biar bisa melihat Mbak T dengan jelas. Nggak nyangka bisa ketemu dengan idolaku. Mbak T asli di depanku, yang selama ini kukagumi. Acara dimulai dengan mas host yang memperkenalkan secara Mbak T dan mempromosikan paket buku The Naked Traveler lengkap serinya yang bisa dibeli. Nanti dapat bonus money belt. Aku nggak minat soalnya koleksiku hampir lengkap. Sayang duit kalau beli double-double. Tetep ya, tukang irit gitu lho.

Suasana meet and greet

Setelah itu Mbak T bercerita tentang isi dari buku terakhirnya dan kenapa memutuskan berhenti menerbitkan buku. Alasannya karena royalti buku yang nggak sebanding. Tapi katanya akan terus menulis blog yang membesarkan namanya itu. Aku lega mendengarnya. Selain itu, tentu saja Mbak T menceritakan pengalaman mengesankan hingga film adaptasi bukunya. Acara meet and greet nggak hanya interview antara mas host dan mbak T ini tapi juga melibatkan peserta yang hadir. Mas host meminta 3 orang peserta untuk menceritakan pengalaman traveling-nya dan nanti akan ada hadiahnya. Dengan semangat 45 aku mengacungkan tanganku pertama kali. Aku benar-benar ingin menyampaikan perubahan dalam hidupku setelah membaca buku The Naked Traveler Series. Berbicara di depan penulisnya langsung nggak semudah yang kukira. Tangan gemetar, kalimat yang terlontar jadi loncat-loncat, hati juga nggak bisa woles. Dutambah lagi Mbak T ini penuh atensi mendengarkan ceritaku. Tambah grogi kan ya. Dia sendiri kaget bisa membuat anak rumahan jadi berani keluar dari zona nyaman melalui karya-karyanya. Setelah aku selesia bercerita dilanjutkan oleh peserta kedua bercerita tentang tugas akhirnya yang mengambil penelitian yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Di Belitung kalau nggak salah. Nah, dia bisa memilih penelitian di sana setelah terinspirasi salah satu BAB yang ada di buku The Naked Traveler. Dan peserta ketiga cerita tentang kesetiaannya mengikuti buku The Naked Traveler dari dulu masih gadis hingga sekarang udah punya anak.

Setelah itu, ada sesi tanya jawab juga dan pembagian hadiah. Aku mendapat hadiah 2 kali. Yang pertama karena bercerita dan yang kedua karena fotoku yang ku-upload di instagtam terpilih sebagai pemenang. Fotonya Bety juga menang. Jadi aku dapat Voucher Abroad Hemat ke Maldives atau India dari www(dot)maldives-hemat(dot)com sebesar Rp 500.000 dan Rp 200.000 dan voucher 25% dari optik Seis. Acara diakhiri dengan book signing dan foto-foto. Karena aku udah ada koleksi di rumah jadi bukunya aku bawa semua untuk dimintai tanda tangan. Untungnya Mbak T ini baik banget karena mau tanda tangan semua buku yang kubawa. Wah, aku senang sekali~

Aku dan Bety dapat voucher (by http://www.twitter.com/bentangpustaka)

Ini aku dan peserta lain. Maaf maruk (by http://www.twitter.com/bentangpustaka)

Oh iya, hasil foto bersama Mbak T ini aku unggah di akun instagram dan ternyata di-like dan dikomen pula. Jadi tambah semangat dong. Begini foto dan caption-ku waktu itu:

Akhirnya ketemu Mbak Trinity!>_<

“The Naked Traveler” is over, but its spirit is immortalized right here in print, forever.” 

Jujur sedih sekali mengetahui buku ke-8 The Naked Traveler adalah seri terakhir, sesuai judulnya “The Farewell”. Karena Mbak Trinity dan buku-bukunya mengubah pandanganku terhadapt traveling. Aku awalnya selalu menganggap traveling ke luar negeri adalah sesuatu yang mustahil (apalagi guru honorer sepertiku) tapi setelah membaca pengalaman Mbak Trinity yang out of the box dalam bepergian membuatku tersadar “oh, ternyata traveling dengan biaya murah itu bisa.”

Nggak nyangka lho, dari anak rumahan yang penakut ini nekad terbang ke Singapore serta tiga negara sekaligus di tahun yang sama! Merasakan nikmatnya, aku jadi kecanduan traveling sejak saat itu! Dan tentu saja aku menulis setiap perjalananku di dalam blog, seperti Mbak Trinity.

Hari ini, aku sangat senang akhirnya bisa bertemu Mbak Trinity secara langsung. Karena tahun 2016 aku nggak bisa datang di acara meet n greet untuk buku “The Naked Traveler 7” Lalu aku berharap supaya Mbak Trinity datang lagi ke Solo dengan jadwal yang pas dengan waktu senggangku. Dan terkabul! Senangnya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s