Aku di Antara Dua Candi: Ratu Boko dan Prambanan

Aku di Antara Dua Candi: Ratu Boko dan Prambanan

Akhirnya Aku Bertemu Denganmu~

What is Ratu Boko?

Candi Boko atau Situs Ratu Baka adalah situs purbakala yang letaknya berada 3 km di sebelah selatan dari kompleks Candi Prambanan. Secara administratif, situs ini berada di wilayah dua Dukuh, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Terletak di sebuah bukit pada ketinggian 196 meter dari permukaan laut. Dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Luas keseluruhan kompleks adalah sekitar 25 hektar. Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunannya, situs purbakala ini nggak bisa disebut dengan candi karena bentuknya seperti bekas keraton atau istana raja. Sisa-sisa pemukiman, dinding benteng, pendopo dan parit kering sebagai struktur pertahanan di lokasi ini merupakan bukti nyata bahwa Ratu Boko bukanlah tempat religius.

What is Prambanan?

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Letak dari Candi Prambanan itu unik lho. Candi Prambanan berada di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Candi ini termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991.

Candi Prambanan yang merupakan candi terindah di Asia Tenggara memiliki ciri khas bangunan yang tinggi dan ramping. Candi utamanya adalah candi Siwa yang memiliki ketinggian mencapai 47 meter. Kompleks candi ini terdiri atas: 3 Candi Trimurti, 3 Candi Wahana, 2 Candi Apit, 4 Candi Kelir, 4 Candi Patok, dan 224 Candi Perwara.

Ada beberapa paket pilihan di Candi Prambranan. Berikut daftar harga tiket masuk wisatawan domestik

  • Kompleks Candi Prambanan
    • Dewasa: Rp 30,000
    • Anak-anak (3-6 tahun): Rp 12,500
    • Jam pelayanan tiket 06.00 – 17.15
  • Paket Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko
    • Dewasa: Rp 50,000
    • Anak-anak (3-6 tahun): Rp 20,000
  • Paket Wisata Candi Prambanan, Plaosan dan Sojiwan
    • Dewasa: Rp 60,000
    • Jam pelayanan tiket 08.00 – 14.30
    • Fasilitas: transportasi PP gratis

Aku di Ratu Boko

Ratu Boko

Aku itu aneh. Sampai segede ini belum pernah ke Candi Prambanan padahal letaknya sangat dekat lho, cuma sekitaran Jogja. Karena sudah sejak lama ingin pergi ke sana, begitu ada kesempatan libur aku bela-belain meluncur ke Candi eksotis itu.

Hari Kamis tanggal 5 Mei 2016 yang bertepatan dengan hari libur Kenaikan Isa Almasih, Aku, Bety, Novi dan Mbak Aan berencana untuk pergi ke Candi Prambanan menggunakan kereta Pramkes. Waktu itu Mbak Aan ada kegiatan gereja pada pagi harinya. Jadi terpaksa kami ngikut kereta Prameks yang jam 09.15. Seperti biasa, hari libur tak pernah membuat Prameks sepi penumpang. Sangat padat merayap. Kami mah udah biasa kalau nggak dapat tempat duduk.

Kami turun di Stasiun Meguwo. Karena itu adalah stasiun yang paling dekat dengan Candi Prambanan. Dari stasiun Meguwo kami keluar menuju halte bus Transjogja yang terletak di kawasan Bandara Adi Sucipto. Naik Transjogja itu asyik, udah gitu murah lagi. Cukup 3.500 perak, kamu sudah bisa sampai tempat tujuan. Jika kamu salah turun, selama belum keluar halte tidak perlu membayar biaya lagi. Rute Transjogja juga banyak sehingga tak perlu bingung kalau ke Jogja nggak bawa motor.

Kami naik bus no.1A Jurusan Prambanan dan turun di seberang jalan besar kawasan Candi. Dari halte bus ke pintu masuk Prambanan sungguh sangat membuat kaki ini aduhai rasanya. Lumayan jauh. Apalagi tu posisi matahari hampir berada tepat di atas kepala. Karena sedikit lelah karena berjalan kami memutuskan untuk berteduh dan makan sambil nge-es teh di bawah pohon setengah rindang. Disitu ternyata ada jasa sewa tikar dan jasa pijat juga lho. Enak bisa selonjoran di bawah pohon setengah rindang. Adem-adem gimana gitu.

Dari sekian paket, kami memilih paket Prambanan – Boko seharga 50.000. Rapat dadakan untuk menentukan mau ke Prambanan atau ke Ratu Boko terlebih dahulu. Dan akhirnya musyawarah kami telah mencapai mufakat dengan hasil ‘pergi ke Ratu Boko dulu baru ke Prambanan.’ Sebagai pertimbangan yaitu pertama, cuacanya terlalu panas mungkin kalau difoto hasilnya nggak terlalu bagus. Maklum pake hape keluaran zaman batu. Kedua, Ratu Boko lebih jauh nanti kalau nggak bisa mengalokasikan waktu dengan baik bisa pulang kemalaman.

Tiket Masuk

Pintu Masuk

Untuk mencapai Candi Ratu Boko ini, kami menggunakan makan shuttle bus gratis. Cukup mengambil nomor antrian dan menunggu giliran dipanggil. Meski di kawasan Prambanan gambar shuttle bus-nya Candi Borobudur. Ternyata dikelola oleh perusahaan yang sama. Yaitu PT. Taman Wisata Candi Persero bersamaan dengan Ratu Boko.

Shuttle Bus Gratis

Kami sampai di Ratu Boko dengan perjalanan sekitar 15 menitan dengan jarak kira-kira 3 km dari kompleks Candi Prambanan. Jalanan yang kami lewati masuk ke pemukiman desa penduduk. Ratu Boko ini yang menjadi lokasi syutingnya Ada Apa Dengan Cinta 2.

Masuk Kawasan Ratu Boko

Pose dulu ah~

Ratu Boko Part 1

Ratu Boko Part 2

Ratu Boko memiliki bangunan berbentuk mirip gapura yang cantik. Bangunannya terawat dan tempatnya luas. Dan entahlah aku mau komentar apa.haha… yah begitulah pokonya bagus.

Aku di Candi Prambanan

Prambanan yang Cantik

Puas memandangi dan foto-foto di Ratu Boko, kami beranjak pulang ke Prambanan naik shuttle bus gratis lagi. Sistemnya sama, kami mengambil nomor antrean lalu menunggu giliran naik tiba. Untungnya di dekat situ ada tempat yang bisa untuk duduk, selonjoran dan tiduran.hah? Nggak seperti ketika kami berangkat, ternyata jam 3 sore itu penuh-penuhnya penumpang. Kami bahkan menunggu giliran hampir satu jam. Biasanya sang petugas bertanya dulu berapa rombongan yang akan naik.

World Heritage

Sesampaimya di Prambanan sudah setengah 4. Kami duduk dan makan bekal yang kami bawa di kawasan depan candi. Susana di kawasan Candi Prambanan di luar ekspektasi, penuh dengan pengunjung. Jadi meskipun sore hari tapi tetap saja kurang bagus (karena penuh orang). Saat aku ke sana, batu-batu candi Prambanan masih belum sepenuhnya tersusun. Kata Mbak Aan sih katanya bekas gempa Jogja tahun 2006 silam. Tapi kok nggak selesai-selesai pembangunanya. Bangunan utama candi sudah ada wujudnya tapi batu-batuan yang banyak berserakan malah bikin tambah artistik menurutku.

Prambanan Temple Under the Blue Sky

Aku di Dalam Bus

Sore itu kami keluar kawasan candi sekitar pukul lima. Duh kayaknya kesorean deh. Masih nyampai nggak ya kalau naik kereta ke stasiun Meguwo. Kami naik bus Transjogja ke stasiun Meguwo tapi tiket yang jam 6 dan tiket yang jam 8 sudah ludes tak bersisa. Terpakasanya kami harus naik bus. Tahu gitu kami tadi memberhentikan bus di daerah depan candi Prambanan. Soalnya disitu sering banget bus jurusan Jogja – Solo lewat. Tapi kan kami udah terlanjur sampai Meguwo, masa iya balik lagi. Terpaksanya kami menunggu bus di dekat Bandara Adi Sucipto. Di situ sudah ada segelintir orang yang juga menunggu bus.

Hari itu kayaknya dewi fortuna lagi cuti liburan deh. Soalnya sudah setengah jam lebih lho kami menunggu bus dan nggak ada bus yang mau berhenti memberikan tumpangan pada kami. Bus yang lewat itu kalau nggak lagi penuh ya bus yang bus pariwisata. Padahal bus pariwisatanya dari salah satu SMA di Solo juga lho. Eh, nggak boleh menganggut penumpang gelap ya..haha… Apa daerah situ memang bukan pemberhentian bus ya atau apa. Kok nggak ada yang minat sih. Karena semakin malam, aku sempat berpikir buat nyari penginepan di dekat situ dan pulang keesokan paginya. Sudahbpasti dapat kereta kalau itu.

Setelah menunggu selama ribuan tahun akhirnya ada bus jurusan Surabaya yang behenti. Busnya sungguh sangat aduhai, AC-nya dingin banget, supirnya juga cara settirnya mantab jiwa jadi berasa naik roller coaster. Yang turun Solo dapat minuman air mineral botolan yang rasanya ‘ada pait paitnya gitu’. Tapi kalau kami turun di Surabaya bisa dapat makan gratis. Yang ini nggak ngiler sama gratisan. Yang kuinginkan hanya sampai rumah, soalnya badan udah capek. Dan belum sempat makan lagi sejak dari Prambanan.

My Review About Ratu Boko and Candi Prambanan

Mengunjungi candi nan eksotis itu memang menyenangkan apalagi mengunjungi dua sekaligus dalam satu hari. Bangunannya cantik dan indah. #CantikdanIndahSamaAjaWoy. Pilihlah paket sesuai kebutuhan dan keinginan. Satu hal yang pasti, kalau naik kereta dari Solo usahakan ambil tiket yang paling pagi setidaknya puas untuk mengunjungi dua candi atau lebih. Dan nggak berakhir kemalaman dengan naik bus rasa roller coaster. Eh, tapi sekarang Prameks bisa pesan tiket terlebih dahulu. Bisa dimanfaatkan. Tapi ingat jangan terlalu santai apalagi pas tanggal merah. Oh iya, sorry kalo artikel perjalanan kali ini terlalu pendek dan nggak begitu detail.

One Day Trip Budget 

  • Tiket Prameks Purwosari → Meguwo: Rp 8,000
  • Naik bus Transjogja ke Prambanan: Rp 3,500
  • Beli es teh: Rp 2,500 (Dibagi dua)
  • Tiket masuk Prambanan – Boko: Rp 50,000
  • Naik bus Transjogja ke Meguwo: Rp 3,500
  • Naik bus Surabaya: Rp 20,000
  • Total Pengeluaran: 87,500

More Detail

Advertisements

One thought on “Aku di Antara Dua Candi: Ratu Boko dan Prambanan

  1. Pingback: De ARCA, Madame Tussauds Versi Jogja | Summer Ballads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s